Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Diplomasi di Balik Layar: Spanyol Buka Jalan bagi Turki untuk Mendapatkan Rudal Jelajah Stealth Taurus Neo

Lampu hijau yang diberikan Jerman bagi Turki untuk mengakuisisi jet tempur Eurofighter Typhoon tidak terjadi begitu saja. Di balik kesepakatan bersejarah ini, terdapat peran krusial Spanyol sebagai “broker” diplomatik.

Baca juga: Berkat Lobi Tiga Negara, Jerman Akhirnya Beri ‘Lampu Hijau’ Penjualan 40 Unit Eurofighter Typhoon ke Turki

Madrid, yang telah lama menjadi operator setia rudal jelajah Taurus, berhasil meyakinkan Berlin bahwa integrasi persenjataan strategis seperti Taurus Neo ke dalam armada Turki akan memperkuat postur pertahanan sayap selatan NATO tanpa mengganggu stabilitas regional.

Spanyol memiliki kepentingan besar dalam kesepakatan ini. Sebagai lokasi perakitan utama Eurofighter melalui fasilitas Airbus di Getafe, Madrid ingin memastikan ekosistem pesawat tempur Eropa tetap kompetitif dibandingkan dominasi produk Amerika Serikat. Dengan menggandeng Turki sebagai pengguna baru, Spanyol tidak hanya mengamankan kontrak produksi pesawat, tetapi juga memposisikan dirinya sebagai pusat teknis untuk pemeliharaan rudal Taurus Neo di masa depan.

Taurus Neo merupakan evolusi mutakhir dari seri KEPD 350 yang melegenda. Rudal ini dirancang khusus untuk misi “Deep Strike” atau serangan jauh ke dalam jantung pertahanan lawan tanpa bisa dideteksi oleh radar musuh.

Bukan Sekadar Beli, Turki Ingin Pasang Rudal Buatan Lokal di Eurofighter Typhoon

Taurus Neo punya jangkauan operasional lebih dari 500 km, memungkinkan jet tempur meluncurkan rudal dari zona aman di luar jangkauan sistem pertahanan udara musuh (S-400 atau S-300).

Taurus Neo dibekali hulu ledak MEPHISTO, yang menggunakan sistem Multi-Effect Penetrator High Sophisticated and Target Optimised. Ini adalah hulu ledak ganda (tandem) yang dirancang untuk menembus beton bertulang sedalam beberapa meter sebelum meledak di dalam ruang bunker atau pusat komando bawah tanah.

Turki sebenarnya sudah memiliki rudal jelajah buatan dalam negeri sendiri, yaitu SOM (Stand-Off Missile) yang diproduksi oleh Roketsan. Namun, Taurus Neo memiliki spesifikasi khusus sebagai penghancur bunker (bunker buster) dengan hulu ledak MEPHISTO.

Drone Bayraktar Akinci Dipasangi Rudal SOM, Inilah Profil Rudal Jelajah Stand-off Pertama Turki

Desain bodi rudal ini menggunakan material penyerap radar (Radar Absorbent Material) dan bentuk geometri khusus yang meminimalisir Radar Cross Section (RCS).

Taurus Neo menggabungkan sistem pemandu berbasis GPS, IBN (Image Based Navigation), TRN (Terrain Reference Navigation), dan INS (Inertial Navigation System). Hal ini membuat Taurus Neo hampir mustahil untuk di-jamming karena ia bisa bernavigasi hanya dengan melihat kontur tanah dan foto satelit.

Keunggulan laun dari Taurus Neo sudah mengadopsi Smart Fuse, pemicu rudal ini dapat menghitung jumlah lapisan lantai yang dilewati sebelum akhirnya meledakkan muatan utama pada titik yang paling menghancurkan.

Senjata Baru di Pesawat Tempur Tua: Rudal Jelajah Mirip Taurus Dipasang pada Su-25 Korea Utara

Bagi Angkatan Udara Turki (TuAF), kehadiran Taurus Neo yang terintegrasi pada Eurofighter Typhoon memberikan kemampuan yang selama ini sulit didapatkan dari platform F-16. Taurus Neo memberikan Turki “taring” baru untuk menghancurkan target strategis yang sangat terlindungi, seperti hanggar bawah tanah atau pusat kendali komunikasi jarak jauh.

Dukungan penuh dari Spanyol dalam proses integrasi ini memastikan bahwa Turki mendapatkan versi “Full Operational Capability” (FOC) dari rudal tersebut, bukan versi yang dikurangi kemampuannya (downgraded). Kerja sama ini juga membuka peluang bagi industri pertahanan Turki, seperti Roketsan, untuk berkolaborasi dalam rantai pasok global rudal Taurus di masa depan.

Pamer Serangan Presisi Jarak Jauh, Korea Selatan Uji Peluncuran Rudal Jelajah Taurus dari F-15K Slam Eagle

Status Taurus Neo saat Ini berada dalam fase produksi awal, setelah parlemen Jerman (Bundestag) memberikan persetujuan anggaran pada akhir tahun 2024 dan mematangkan kontraknya di sepanjang 2025, Taurus Systems GmbH (patungan MBDA Jerman dan Saab) baru mulai memasuki tahap produksi awal.

Unit-unit pertama yang diproduksi saat ini sebagian besar dialokasikan untuk uji coba integrasi pada platform Eurofighter Typhoon terbaru (Tranche 4/5) dan memastikan sistem navigasi berbasis AI milik Neo sinkron dengan komputer misi pesawat tempur. (Bayu Pamungkas)

KEPD 350K-2 Taurus – Rudal Jelajah Jarak Menengah untuk FA-50 Fighting Eagle, Siap dalam Tiga Tahun

One Comment