Tag: Eurofighter Typhoon

Jerman Mantap Pilih Super Hornet untuk Gantikan Panavia Tornado, Ini Alasannya

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer telah mengirimkan surat kepada Parlemen untuk persetujuan program pengadaan jet tempur pengganti Panavia Tornado. Merujuk pada artikel sebelumnya di Indomiliter.com, pilihan memang telah dijatuhkan pada duo keluarga Hornet, yaitu F/A-18E/F Super Hornet dan EA-18G Growler. Namun keputusan Kramp-Karrenbauer rupanya mulai mendapat kritikan dari sejumpah politisi dari Partai SPD yang menjadi oposisi pemerintah. (more…)

Di Tengah Wabah Corona, Eurofighter Lanjutkan Produksi Typhoon Pesanan Kuwait dan Qatar

Berbeda dengan MBDA yang menutup fasilitas produksinya untuk sementara waktu, Eurofighter, konsorsium dari empat negara yang memproduksi jet tempur Typhoon telah memutuskan untuk tetap melajutkan proses produksi di tengah tekanan wabah corona yang terus memburuk di kawasan Eropa. Keputusan untuk melanjutkan proses produksi Typhoon tentu punya alasan yang kuat, yaitu guna mempertahankan pesanan dalam jumlah besar. (more…)

Tingkatkan Kemampuan Perang Elektronik Typhoon, Empat Negara Bersatu dalam EuroDASS

Menunggu realisai dari proyek “Future Combat Air System” (FCAS) yang digadang Perancis, Jerman dan Spanyol, setidaknya jet tempur yang pernah dipasarkan ke Indonesia, Eurofighter Typhoon masih akan terus digunakan hingga tahun 2040. Dan menanti hingga 2040, sudah barang tentu Typhoon perlu untuk mendapatkan peningkatan kemampuan agar mampu meladeni tantangan peperangan udara yang kian dinamis. (more…)

Melihat Skema Combat Radius (Calon) Jet Tempur Baru TNI AU

SEA-Aust-Map-2JA

Disamping kecanggihan sistem navigasi, kecepatan maksimum, dan dukungan persenjataan, faktor combat radius adalah elemen penting dalam pemilihan tipe jet tempur baru TNI AU. Dengan kondisi geografis Indonesia yang begitu luas, maka jangkauan kemampuan terbang dan combat radius begitu vital dicermati. Dengan combat radius yang maksimal, maka kehadiran kekuatan udara dapat menjangkau hotspot secara optimal. Tak pelak urusan combat radius menjadi bagian dari efek deteren dari kekuatan udara. (more…)

Inilah Dilema Pengadaan Jet Tempur: Acquisition Cost Vs Life Cycle Cost

Su-35S-KnAAPO-2P-1S

Proses pembelian jet tempur memang kerap menimbulkan efek tarik ulur yang panjang, terlebih jika yang jadi pembeli adalah negara dengan budget pertahanan serba ngepas dengan seabreg permintaan. Sekalipun punya budget cukup, mengingat banyak faktor yang saling terkait, pengadaan jet tempur kerap memakan waktu lama. Indonesia membutuhkan waktu hampir dua tahunan untuk akhirnya memutuskan memilih Sukhoi Su-35 Super Flanker sebagai pengganti jet tempur F-5 E/F Tiger II. Pun sudah diputuskan, menuju proses deal hingga penandatanganan kontrak pembelian juga butuh waktu.

(more…)

Radar AESA: Absen di Sukhoi Su-35, Hadir di Eurofighter Typhoon dan F-16 Viper

ngsabrwebpromoPemerintah lewat Kementerian Pertahanan RI dan TNI AU telah memutuskan Sukhoi Su-35 Super Flanker sebagai pengganti jet tempur F-5 E/F Tiger II. Setelah pernyataan tersebut, lantas bagaimana dengan nasib dari Eurofighter Typhoon dan SAAB JAS Gripen NG yang terbilang gencar dipromosikan di Indonesia? Bahkan meski ada pengumuman atas ‘kemenangan’ Su-35, Lockheed Martin dengan F-16 Viper justru percaya diri menjajakan jet tempur generasi 4.5 tersebut ke Indonesia. (more…)