Senjata Baru di Pesawat Tempur Tua: Rudal Jelajah Mirip Taurus Dipasang pada Su-25 Korea Utara

Selain kemunculan rudal udara udara ke udara yang mirip rudal IRIS-T (InfraRed Imaging System – Tail/Thrust vector controlled) buatan Jerman, saat peninjauan alutsista oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di HUT ke-80 Angkatan Udara Korea Utara, juga nampak rudal jelajah jarak jauh yang secara desain mirip Taurus KEPD 350, yang selama ini menjadi andalan Korea Selatan.

Baca juga: Korea Utara ‘Perlihatkan’ Rudal Udara ke Udara Jarak Dekat yang Mirip dengan IRIS-T Jerman

Meski unggul dalam rancang bangun dan uji coba rudal balistik, namun, Korea Utara terbilang lemah dan tertinggal pada kemampuan serang udara ke permukaan dengan rudal jelajah.

Berlokasi di Pangkalan Udara Kalma Provinsi Kangwon-do, Korea Utara, citra baru pesawat serang Su-25 Angkatan Udara Korea Utara menunjukkan muatan senjata yang dikonfigurasi ulang secara radikal. Pesawat-pesawat tersebut diperlihatkan membawa apa yang tampaknya merupakan analog domestik dari rudal jelajah jarak jauh Taurus KEPD 350 buatan Jerman-Swedia, dilengkapi dengan beberapa amunisi luncur presisi seperti Small Diamater Bomb (SDB) dan rudal udara-ke-udara jarak pendek.

Hal tersebut menyiratkan upaya untuk mengubah platform dukungan jarak dekat yang menua menjadi aset serangan jarak jauh. Pertunjukan ini dilakukan ketika Kim Jong-un menjanjikan “aset militer strategis baru” dan “misi baru” untuk angkatan udaranya, yang menunjukkan bahwa serangan presisi yang diluncurkan dari udara sedang diintegrasikan ke dalam strategi pencegahan Pyongyang yang lebih luas.

Konfigurasi senjata pada Su-25 Korea Utara telah menarik perhatian media dan pejabat pertahanan Korea Selatan, sebagaimana dilaporkan oleh Korea JoongAng Daily, yang menggambarkannya sebagai penampilan publik pertama dari rudal udara-ke-darat jarak jauh yang terintegrasi pada pesawat tempur Korea Utara.

Secara taktis, payload senjata ini mengubah Su-25 dari pesawat pendukung jarak dekat di ketinggian rendah menjadi platform serangan jarak jauh yang serbaguna. Melengkapinya dengan rudal jelajah sejenis Taurus pada hardpoint internal akan memungkinkan peluncuran dari luar lapisan pertahanan udara Korea Selatan yang paling padat, sehingga memungkinkan serangan terhadap pusat komando, pangkalan udara, atau infrastruktur utama yang berjarak ratusan kilometer.

Taurus KEPD 350: Rudal Jelajah Jarak Jauh Anti Jamming GPS

Berdasarkan perkiraan intelijen dan laporan pertahanan yang tersedia, Angkatan Udara Korea Utara mengoperasikan sejumlah unit Sukhoi Su-25 “Frogfoot” yang relatif kecil. Sebagian besar laporan dan perkiraan intelijen, termasuk dari International Institute for Strategic Studies (IISS), menyepakati jumlah unit Su-25 yang dioperasikan Korea Utara sekitar 34 hingga 36 unit

Unit-unit ini diyakini diterima dari Uni Soviet tak lama sebelum runtuhnya negara adidaya tersebut. Meskipun jumlah ini kecil dibandingkan armada tempur mereka yang sudah tua, Su-25 tetap menjadi aset serangan darat (Close Air Support / CAS) paling modern yang dimiliki Korea Utara.

Pamer Serangan Presisi Jarak Jauh, Korea Selatan Uji Peluncuran Rudal Jelajah Taurus dari F-15K Slam Eagle

Meskipun Su-25 Korea Utara adalah model lama (Su-25K), laporan menunjukkan bahwa Pyongyang telah berinvestasi untuk memodernisasi dan memasangkan senjata baru pada armada mereka.

Korea Utara telah memamerkan rudal jelajah baru dan amunisi pandu presisi yang dipasang pada Su-25 mereka, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mempertahankan pesawat tersebut, tetapi juga secara aktif merekayasa ulang agar dapat membawa persenjataan modern yang memberikan efek presisi berlapis. (Gilang Perdana)

Hari Ini 50 Tahun Lalu, Sukhoi Su-25 Frogfoot ‘Lawan Tanding’ A-10 Thunderbolt II Terbang Perdana