Revolusi Artileri India: Amunisi 155mm Ramjet IIT Madras Resmi Digunakan, Jangkauan Tembak Tembus 60 Km!

Angkatan Darat India secara resmi meresmikan penggunaan jenis amunisi artileri generasi terbaru yang akan mengubah lanskap pertempuran darat di kawasan. Proyektil kaliber 155 mm dengan dukungan teknologi Ramjet (Ramjet-Assisted) hasil kolaborasi antara Indian Institute of Technology (IIT) Madras dan industri pertahanan dalam negeri, kini telah masuk dalam jajaran operasional aktif.
Teknologi ini memungkinkan India melepaskan tembakan artileri dengan jarak jangkauan yang meningkat drastis hingga 30 sampai 50 persen dibandingkan amunisi konvensional, tanpa mengorbankan tingkat akurasi sasaran.
Perjalanan amunisi revolusioner ini dimulai beberapa tahun lalu ketika IIT Madras melalui Aerospace Engineering Department mendapatkan mandat untuk memecahkan keterbatasan jarak tembak artileri India. Masalah utama yang dihadapi adalah amunisi konvensional seringkali kehilangan momentum kecepatan setelah keluar dari laras, yang membatasi jarak jangkauannya hanya sekitar 30-40 km.
Proses pengembangan melibatkan pengujian terowongan angin yang intensif dan uji balistik di lapangan tembak Pokhran. Setelah melewati serangkaian uji coba negara yang ketat sepanjang tahun 2024 dan 2025, proyek ini akhirnya dinyatakan lulus dan siap digunakan secara massal pada awal tahun 2026 sebagai bagian dari inisiatif “Make in India” untuk kemandirian alutsista.
Indian Army will induct IIT Madras–developed ramjet-assisted 155 mm artillery shells, boosting range by 30–50% without loss of firepower. Approved by the Army Technology Board. #IITMadras #ramjet pic.twitter.com/yVjmOdrWXV
— Geo_Insight_Politics (@aniruddhakale1) January 3, 2026
Berbeda dengan amunisi Rocket Assisted Projectile (RAP) tradisional yang membawa oksigen sendiri untuk pembakaran motor roketnya, amunisi Ramjet ini menggunakan udara luar yang masuk melalui intake di bagian depan proyektil saat terbang dengan kecepatan supersonik.
Udara tersebut dikompresi, dicampur dengan bahan bakar padat, dan dibakar untuk menghasilkan dorongan terus-menerus selama fase terbang. Hal ini membuat proyektil tidak hanya sekadar meluncur secara balistik, tetapi seolah-olah memiliki “mesin jet” kecil yang menjaganya tetap pada kecepatan tinggi lebih lama.
The Indian Army is preparing to induct ramjet-assisted 155 mm artillery shells, developed in collaboration with IIT Madras. These advanced munitions boost firing range by 30–50 percent without compromising lethality and have received clearance from the Army Technology Board. pic.twitter.com/mrInOzzW5f
— Ramesh (@Ramesh_BJP) January 2, 2026
Amunisi 155mm Ramjet India dirancang untuk kompatibel dengan standar NATO dan memiliki berat antara 45 hingga 50 kg, tetap mempertahankan bobot standar agar tidak membebani mekanisme pengisian otomatis (autoloader).
Amunisi ini menggunakan hulu ledak High Explosive (HE) dengan daya hancur tinggi. Meskipun bagian tengah proyektil diisi oleh motor ramjet, penggunaan bahan peledak modern yang lebih padat memastikan daya rusak di titik sasaran tetap mematikan dengan mampu mencapai target di jarak 60 km hingga 75 km, tergantung pada jenis meriam yang digunakan.
Bicara akurasi, amunisi ini dilengkapi dengan Precision Guidance Kit (PGK) berbasis GPS/INS untuk memastikan proyektil tetap mengenai target meskipun ditembakkan dari jarak yang sangat jauh.
Salah satu keunggulan utama amunisi ini adalah sifatnya yang versatile. Angkatan Darat India mengonfirmasi bahwa amunisi Ramjet ini akan digunakan pada berbagai jenis platform artileri 155 mm milik mereka, seperti Self-Propelled Howitzer (SPH) K9 Vajra-T (varian India dari K9 Thunder Korea Selatan), Towed Howitzer Dhanush (hasil pengembangan lokal) dan Advanced Towed Artillery Gun System (ATAGS) yang memiliki laras 52-kaliber, dan Ultra-Light Howitzer M777 yang digunakan di wilayah pegunungan Himalaya untuk menghantam target di balik puncak gunung yang selama ini sulit dijangkau.
Peresmian amunisi 155 mm Ramjet ini memberikan keunggulan taktis yang signifikan bagi India, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki medan sulit. Dengan kemampuan menembak dari jarak yang jauh melampaui jangkauan artileri lawan, unit artileri India kini dapat menghancurkan instalasi musuh tanpa perlu khawatir terkena serangan balasan (counter-battery fire). (Gilang Perdana)



Bagus diekspor dulu ke Rusia atau Ukraina, biar proven