Update Krisis IranKlik di Atas

Inggris Kembangkan “Spectre” – Amunisi Artileri Howitzer 155mm dengan Tenaga Ramjet, Sanggup Menjangkau 150 Km

Amunisi artileri bakal punya kemampuan lebih dahsyat, tapi ini bukan bicara tentang hulu ledak dan daya hancur, jangkauan tembak senjata artileri medan (armed) howitzer dengan kaliber standar nantinya bisa setara jangkauan rudal balistik jarak pendek. Dan itu bukan isapan jempol, belum lama Kementerian Pertahanan Inggris telah memberikan kontrak senilai US$5 juta untuk pengembangan dan uji prototipe Spectre.

Baca juga: Israel Ekspor 100 Amunisi Berpemandu Presisi “Silver Bullet” Howitzer 155mm ke Filipina

Spectre yang dimaksud adalah amunisi artileri howitzer bertenaga ramjet 155 mm yang dirancang untuk memiliki jangkauan hingga 150 km. Dan perusahaan di balik rancangan Spectre adalah Tiberius Aerospace, perusahan joint venture AS dan Inggris yang berkantor pusat di Newport Beach, California, AS.

Dengan tenaga ramjet, jelas Spectre bukan amunisi howitzer biasa, persisnya Spectre menggunakan teknologi ramjet berbahan bakar cair, yang memungkinkannya mencapai kecepatan sangat tinggi (hingga Mach 3.5) dan jangkauan yang jauh melebihi amunisi artileri konvensional. Amunisi ini memiliki sistem panduan presisi yang diklaim memiliki akurasi (CEP) kurang dari 5 meter, bahkan di lingkungan yang sinyal GPS-nya terganggu.

Menjamin kompatibilitas, Sceptre dirancang agar kompatibel dengan sistem artileri howitzer standar NATO 155 mm, sehingga bisa digunakan oleh banyak negara sekutu tanpa perlu modifikasi besar pada howitzer mereka.

Sistem pemandu Sceptre menggunakan kombinasi sistem GPS dan Inertial Measurement Unit (IMU). Sistem hibrida ini, yang juga didukung oleh algoritma kecerdasan buatan (AI), memungkinkan proyektil mempertahankan akurasinya bahkan di lingkungan yang sinyal GPS-nya terganggu atau dimatikan.

Mode penerbangan Sceptre menggunakan pendekatan hibrida, pada fase peluncuran awal, proyektil diluncurkan dari meriam artileri standar dengan muatan propelan, mirip proyektil balistik tradisional. Kemudian pada fase penerbangan bertenaga, yaitu setelah proyektil keluar dari laras dan mencapai kecepatan supersonik, mesin ramjet-nya akan menyala. Mesin ini memberikan dorongan terus-menerus selama sebagian besar penerbangannya.

Dorongan berkelanjutan dari mesin ramjet inilah yang membedakannya secara signifikan dari rudal balistik, karena memungkinkan Sceptre untuk mempertahankan kecepatan super tinggi (hingga Mach 3.5) dan secara aktif melakukan koreksi lintasan menggunakan sistem panduan internalnya, sehingga bisa mencapai target yang sangat jauh dengan presisi tinggi.

Berat total (all-up launch mass) proyektil Sceptre adalah 47,5 kg. Dari berat total ini, sekitar 10,7 kg dialokasikan untuk bahan bakar dan hulu ledak. Sceptre membawa hulu ledak konvensional dengan berat sekitar 5,2 kg.

Hulu ledak dapat diisi dengan bahan peledak dan dirancang untuk memiliki kemampuan fragmentasi. Hulu ledak ini berada di bagian depan, tetapi di belakang “ruang” air intake yang mengelilingi proyektil.

Setiap Hari Rusia Produksi 12.320 Amunisi Artileri dengan Biaya per Unit $1000, Lebih Murah 3x Lipat dari Buatan AS dan Barat

Hulu ledak terintegrasi di dalam struktur proyektil, sementara udara yang dibutuhkan untuk mesin ramjet masuk melalui celah yang dirancang khusus di bagian depan proyektil, di belakang nosecone yang tumpul. Ini memungkinkan Sceptre berfungsi sebagai amunisi artileri sekaligus sebagai mesin jet mini yang bisa membawa muatan mematikan.

Proyektil Sceptre memiliki panjang sekitar 1,55 meter, ini jauh lebih panjang daripada proyektil artileri 155 mm standar. Sebagai perbandingan, proyektil 155 mm standar seperti M107 memiliki panjang sekitar 80 cm. (Gilang Perdana)

19 Self Propelled Howitzer CAESAR 8×8 Ukraina Tembakan 40.000 Amunisi Dalam Dua Tahun, Ini Artinya!