Update Krisis IranKlik di Atas

Israel Ekspor 100 Amunisi Berpemandu Presisi “Silver Bullet” Howitzer 155mm ke Filipina

Akibat banyak mengumbar konflik, selama ini dinarasikan bahwa Israel kekurangan amunisi, sehingga negara Yahudi berusaha keras mengimpor amunisi dan persenjataan dari negara-negara sekutunya. Namun, ada kabar dari Filipina, yang mana Angkatan Darat Filipina justru akan menerima 100 butir amunisi pintar untuk howitzer dari Israel.

Baca juga: Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat, Elbit Systems (Israel) Produksi Bom Berat Secara Lokal

Seperti dikutip Philippine News Agency – pna.gov.ph (18/8/2025), disebut Angkatan Darat Filipina (PA) akan mengakuisisi 100 butir amunisi berpemandu presisi – precision-guided munition (PGM) 155 mm berdaya ledak tinggi – high explosive (HE) untuk mempersenjatai platform howitzernya dengan kaliber yang sama. Untuk maksud pengadaan PGM, Kementerian Pertahanan Filipina telah mengalokasikan dana sebesar PHP248.190.000.

Elbit Systems Land Ltd. dari Israel ditetapkan sebagai pemenang tender dalam pemberitahuan kontrak yang diterbitkan pada 11 Agustus 2025, dan pengumuman tersebut telah diunggah di situs web akhir pekan lalu.

PGM adalah sistem persenjataan yang mengintegrasikan sistem kendali dan pemandu canggih. Amunisi ini dapat digunakan oleh sistem howitzer gerak sendiri – self propelled howitzer ATMOS (Autonomous Truck Mounted Howitzer System) 2000 yang baru diakuisisi dan sistem howitzer tarik M-71 Soltam yang saat ini digunakan oleh Angkatan Darat dan Korps Marinir Filipina.

Proyek akuisisi PGM 155mm dimulai pada kuartal pertama tahun lalu. Elbit Systems Land Ltd. diperkirakan akan mengirimkan amunisi ini dalam waktu 540 hari setelah kontrak efektif berjalan.

Elbit Systems memiliki produk amunisi berpemandu presisi (PGM) untuk kaliber 155 mm yang dikenal dengan nama Silver Bullet. Meski begitu, Silver Bullet bukan amunisi baru, melainkan sebuah kit panduan yang dapat dipasang pada proyektil artileri 155 mm konvensional. Ini memungkinkan proyektil standar diubah menjadi PGM dengan mengganti sumbu (fuze) depan.

Northrop Grumman Rayakan Pengiriman Ke-100.000 GPS Guided Kits, Ubah Munisi Artileri 155mm Konvensional Menjadi Berpresisi

Kit tersebut meningkatkan akurasi artileri secara signifikan, dengan tingkat kesalahan melingkar (Circular Error Probability/CEP) sekitar 20 meter. Ini memungkinkan penargetan yang lebih presisi, mengurangi kerusakan tambahan (collateral damage), dan memungkinkan operasi di area perkotaan atau dekat dengan pasukan kawan. Kit ini dirancang agar kompatibel dengan amunisi 155 mm standar dan dapat digunakan dengan sistem artileri otomatis.

Amunisi yang dilengkapi Silver Bullet dipandu secara terus-menerus selama lintasannya. Sistem pemandu ini mengoreksi lintasan untuk mengkompensasi ketidakakuratan dan memungkinkan tembakan pertama langsung mengenai target. Fitur pada Silver Bullet mencakup kemampuan multi-fungsi fuze yang menawarkan Point Detonation (PD) dan Point Detonation Delay (PDD).

Angkatan Darat Filipina Kerahkan Self Propelled Howitzer Atmos untuk Operasi Militer di Mindanao

Jangkauan tembak amunisi yang menggunakan Silver Bullet sangat tergantung pada dua faktor utama, yaitu panjang laras howitzer (misalnya, L39 atau L52) sangat memengaruhi kecepatan proyektil dan, akibatnya, jangkauannya. Jenis atau type proyektil 155 mm yang digunakan (misalnya, HE, HE-BB, atau ERFB-BB) juga menentukan jangkauan.

Secara umum, amunisi yang dilengkapi Silver Bullet dapat mencapai jangkauan yang sama dengan amunisi standar yang tidak dipandu. Berikut adalah perkiraan jangkauan untuk dua jenis howitzer yang digunakan Filipina:

M-71 Soltam (laras L/39)
Dengan amunisi standar, jangkauan maksimalnya sekitar 23.5 km.
Dengan amunisi Base Bleed (BB), jangkauan dapat mencapai 30 km.

ATMOS (laras L/52)
Dengan amunisi Extended Range Full-Bore – Base Bleed (ERFB-BB), jangkauan maksimalnya bisa lebih dari 40 km.

Silver Bullet berfungsi untuk meningkatkan akurasi dan presisi di seluruh rentang jangkauan tersebut, bukan untuk memperpanjang jangkauan itu sendiri. Tujuan utamanya adalah memastikan proyektil pertama langsung mengenai sasaran dengan tingkat kesalahan melingkar (CEP) sekitar 20 meter, yang jauh lebih baik daripada amunisi konvensional. (Gilang Perdana)

Declassified Australia Sebut Pemerintah Australia ‘Diam-diam’ Pasok Suku Cadang Jet Tempur Stealth F-35 ke Israel

2 Comments