Petani di Inggris Berdayakan MBT Chieftain Jadi Wahana Pembajak Ladang

Sempat dikabarkan akan dikirim ke Ukraina, kini muncul video pendek yang memperlihatkan ‘peran baru’ dari MBT Chieftain sebagai wahana pembajak ladang. Hal itu terungkap dari video yang viral di media sosial, sebuah MBT Chieftain, yang pernah jadi andalan kavaleri Inggris di era Perang Dingin, diberdayakan laksana traktor pembajak ladang.
Tidak ada keterangan lengkap dari video yang beredar, hanya disebut MBT Chieftain digunakan petani di pedalaman Inggris untuk membajak ladang.
Banyak dari Chieftain yang sudah dipensiunkan oleh militer Inggris telah dijual, dan beberapa di antaranya berhasil diakuisisi oleh kolektor pribadi dan museum. Praktik ini umum dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Ministry of Defence/MOD) Inggris, di mana aset-aset militer yang sudah tidak digunakan lagi, terutama yang lebih tua dan tidak rahasia, dijual melalui lelang publik atau penjualan langsung.

Kendaraan militer yang dijual kepada warga sipil akan didemiliterisasi terlebih dahulu. Artinya, sistem persenjataan utamanya, seperti meriam, akan dinonaktifkan secara permanen agar tidak bisa digunakan lagi sebagai senjata. Tujuannya adalah untuk memastikan kendaraan tersebut hanya berfungsi sebagai barang koleksi atau pameran, bukan sebagai senjata tempur yang fungsional.
Chieftain dikembangkan Inggris sebagai pengganti MBT Centurion yang telah menjadi tulang punggung Angkatan Darat Inggris pada dekade 50-an.
Prototipe pertama dari Chieftain diproduksi pada tahun 1959. Sebagai senjata utama adalah meriam kaliber 120 mm dan memiliki sistem pemuatan otomatis (auto reload), yang pada saat itu menjadi salah satu fitur revolusioner dalam teknologi tank tempur.
Setelah melewati serangkaian uji coba dan pengembangan lanjutan, Chieftain mulai diadopsi oleh Angkatan Darat Inggris pada tahun 1966. Secara keseluruhan, produksi massal MBT Chieftain berlangsung dari tahun 1966 hingga 1978.

MBT Chieftain dikembangkan dan diproduksi oleh konsorsium industri pertahanan Inggris. Seperti Royal Ordnance Factory yang memasok meriam utama L11A5 kaliber 120 mm, Leyland Motors Limited yang memasok komponen mesin, British Aerospace yang memproduksi perisai dan bagian-bagian elektronik dari tank Chieftain, David Brown Limited – memproduksi transmisi dan sistem tenaga lainnya yang digunakan dalam Chieftain, GKN Sankey Limited memproduksi trek dan sistem suspensi, dan Vickers Limited yang mengkoordinasikan seluruh produksi dan merakit Chieftain.
Selama masa operasinya, MBT Chieftain mengalami beberapa pengembangan dan peningkatan, termasuk penambahan pelindung tambahan dan sistem pemuatan otomatis yang lebih canggih. Peningkatan pelindung termasuk pemasangan perisai lapis reaktif untuk meningkatkan perlindungan terhadap serangan shaped charge dan rudal anti-tank.
Seiring dinamika, MBT Chieftain resmi dipensiunkan Angkatan Darat Inggris pada tahun 1990-an, dan kemudian Inggris mulai mengoperasikan generasi MBT yang lebih modern, Challenger 1 dan Challenger 2. Produksi Chieftain mencapai lebih dari 900 unit, dengan sejumlah besar di antaranya digunakan oleh Inggris. Selain itu, MBT ini diekspor ke beberapa negara mitra, termasuk Iran, Yordania, Oman, dan Swedia. (Gilang Perdana)
Challenger 2 Jadi MBT Pertama asal Barat yang Masuki Wilayah Teritorial Rusia



Paling uji coba saja atau petaninya mantan kavaleri jika digunakan dalam jangka panjang boros dong bbm nya tapi mungkin bagi petani sono harga bbm murah lagian walau telah didemiliterisasi sebaiknya tetangga atau preman yg suka malak harus pikir ulang untuk resek bisa2 dibajak pula rumah pemalaknya
Berapa liter tuh minumnya buat ngebajak sehektar tanah?
Tentara masuk desa ala Inggris