Kuasai Pengelasan Khusus, PT PAL Lakukan Steel Cutting Qualification Section Kapal Selam Scorpene

Meski pembangunan kapal selam Scorpene membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 7 tahun, namun, langkah penting telah dimulai pada hari Jumat lalu, persisnya PT PAL Indonesia bersama Naval Group melaksanakan kegiatan Steel Cutting Qualification Section kapal selam Scorpene Evolved di Surabaya, Jawa Timur.
Qualification section merupakan tahapan krusial dalam fase production training. Tahap ini dirancang sebagai uji kemampuan nyata bagi engineer PT PAL untuk membuktikan bahwa mereka siap memasuki era produksi kapal selam secara mandiri.
Dalam proses ini, kemampuan manufaktur diuji, mulai dari pengelasan presisi, blasting, pengecatan, hingga pre-outfitting. Hasil pekerjaan akan dinilai melalui proses acceptance oleh Naval Group, dan menjadi syarat utama sebelum pembangunan penuh kapal selam Scorpene Evolved dapat dilanjutkan.
Sebelumnya, engineer PT PAL telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan di fasilitas Naval Group di Cherbourg, Perancis. Dalam pelatihan tersebut, para welder dilatih oleh instruktur bersertifikasi untuk menguasai teknik pengelasan khusus kapal selam. Proses qualification section menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi bagi engineer PT PAL atas kemampuan yang telah dipelajari di Perancis, dengan pendampingan langsung dari tim teknis Naval Group.

Sebagai catatan, pengelasan kapal selam jauh lebih sulit dan krusial daripada kapal permukaan, pasalnya lambung kapal selam (terutama lambung tekan) harus menahan tekanan hidrostatik ekstrem di kedalaman. Kesalahan sekecil apa pun pada sambungan las dapat berakibat fatal.
Metode demonstrasi qualification section yang diterapkan di Indonesia merupakan standar transfer kapabilitas yang telah terbukti berhasil digunakan Naval Group di Brazil. Melalui pendekatan terstruktur ini, Indonesia diharapkan memiliki kapabilitas industri jangka panjang untuk merancang, membangun, dan memelihara kapal selam secara mandiri. Selanjutnya, sesuai milestone project proses fabrikasi akan dimulai di bulan Juni 2026. Hal ini sebagai bentuk tanggungjawab dalam menjalankan amanah dan mengoptimalkan fasilitas produksi kapal selam yang dibangun melalui investasi negara.
Direktur Teknologi PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, menegaskan bahwa qualification section memiliki peran fundamental dalam proses transfer teknologi kapal selam. “Qualification section bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi fondasi bagi Indonesia untuk menguasai teknologi kapal selam secara mandiri. Kolaborasi erat dengan Naval Group memastikan transfer teknologi berjalan efektif dan terstruktur. Melalui kemitraan ini, Indonesia sedang menapaki fase penting menuju kemandirian pertahanan bawah laut yang berdaya saing global,” ujarnya.
Program Director Naval Group, Vincent Vimont, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung Whole Local Production di Indonesia. Ia menegaskan “Pemotongan baja pertama ini adalah momen yang di tunggu. Ini adalah awal produksi dari program Kapal Selam Scorpene Republik Indonesia, yang dibuat di Indonesia, oleh Indonesia dan untuk Indonesia. Kontrak ini juga menandai kerja sama yang baik antara kedua negara kita”. (Gilang Perdana)
Lama Menanti Scorpene Evolved, KSAL Usulkan Pengadaan Kapal Selam ‘Interim’, Apakah itu?



Biasanya pembangunan kasel pertama memang lama, klo bener nih selama pembangunannya QC nya dilakukan berkali2 sampai nemu hasil QC terbaik, masa pembangunan 2026-2033 untuk kasel pertama, kalau bagian QC frame kasel pertama ga ada perlu dievaluasi kasel kedua pasti dibuat direntang itu, “normalnya” 2035 kasel pertama sudah masuk dinas, kasel kedua dinas 2037.
Kalau dihitung-hitung selama pembangunan itu, Naval Group Prancis kemungkinan besar sudah punya kasel varian baru, tapi setidaknya ilmu dasar pembuatan kasel udh dapet, jeroan kasel pasti beli semua. Syukur2 kalau buat sendiri pakai produk jeroan speknya standard Naval Group, yang kalau masih modelan broker di pemerintah kyk sekarang, kemungkinan jeroan kasel setelah 2 Scropene ini akan pakai produk Alselsan.
Syukurlah, semoga berjalan dengan lancar, oh ya waktu selama itu 6-7 tahun… Apakah saya masih diberikan kesempatan untuk hidup dan melihat Scorpene pertama diserahkan kepada TNI-AL? Hanya tuhan yang tau🙂