Update Krisis IranKlik di Atas

Jet Tempur J-15T dan Rudal Anti Kapal Hipersonik YJ-15 Beroperasi dari Kapal Induk Fujian 

Membetot perhatian, rudal anti-kapal hipersonik YJ-15 secara resmi dipamerkan dalam parade militer di Beijing pada 3 September 2025. Namun, transisi dari pajangan parade menjadi senjata tempur aktif baru terkonfirmasi lewat laporan terbaru pada awal Februari 2026, yang menunjukkan rudal ini mulai diterbangkan secara nyata oleh jet tempur Shenyang J-15T milik Angkatan Laut Cina (PLAN).

Baca juga: Cina Tampilkan Kuartet Rudal Jelajah Anti Kapal “YJ Series” Terbaru , Diduga untuk Karamkan Kapal Perang AS

Penampakan ini bukan sekadar uji coba teknis, melainkan sinyal kuat bahwa integrasi rudal hipersonik pada platform udara Cina telah mencapai tahap operasional di atas dek kapal induk terbaru mereka, Fujian (Type 003).

Kemunculan J-15T yang menggotong YJ-15 hampir dipastikan berkaitan erat dengan kapal induk Fujian, yang merupakan kapal induk pertama Cina dengan sistem katapult elektromagnetik (EMALS). Berbeda dengan kapal induk Liaoning dan Shandong yang menggunakan dek ski-jump—yang sangat membatasi berat lepas landas pesawat—sistem katapult pada Fujian memungkinkan J-15T lepas landas dengan berat kotor maksimal.

Hal tersebut sangat krusial, mengingat rudal YJ-15 yang dirancang oleh China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) memiliki dimensi masif dengan panjang mencapai 7 meter dan bobot hingga 1.500 kilogram. Tanpa bantuan katapult, akan sangat sulit bagi jet tempur J-15 untuk membawa senjata seberat itu sambil tetap mengonsumsi bahan bakar yang cukup untuk misi jarak jauh.

Secara spesifikasi, YJ-15 membawa ancaman mematikan bagi gugus tempur kapal induk lawan melalui kombinasi kecepatan dan akurasi. Rudal ini mampu menjangkau sasaran pada jarak 400 hingga 500 kilometer dengan kecepatan jelajah supersonik yang melonjak hingga fase terminal hipersonik (di atas Mach 5) saat mendekati target.

Dukungan sistem pemandu Active Radar Seeker (ARS) dan navigasi satelit Beidou memungkinkannya melakukan manuver mengelak yang agresif di detik-detik terakhir, menjadikannya momok bagi sistem pertahanan udara seperti Aegis. Dengan hulu ledak penembus baju besi seberat 300 kilogram, satu hantaman YJ-15 diklaim sanggup menetralisir kapal perang berukuran besar secara instan.

Kehadiran jet tempur J-15T sebagai pengusung utama YJ-15 menegaskan evolusi peran keluarga “Flying Shark” dari sekadar penjaga wilayah pesisir menjadi instrumen proyeksi kekuatan jarak jauh. Dengan beroperasi dari dek Fujian, jet tempur ini tidak lagi terbebani keterbatasan logistik senjata berat.

Struktur rangka dan roda pendaratan J-15T yang telah diperkuat khusus untuk operasional katapult memastikan bahwa setiap peluncuran dari dek kapal induk membawa daya pukul maksimal ke jantung pertahanan lawan.

Sambut Era Kapal Induk dengan Peluncur Ketapel, AL Cina Kembangkan Varian Jet Tempur Shenyang J-15T

Sinergi antara teknologi rudal CASIC, sistem katapult elektromagnetik Fujian, dan ketangguhan J-15T menciptakan zona bahaya baru yang jauh lebih luas di kawasan Pasifik dan Laut Cina Selatan. Dengan kemampuan meluncurkan serangan hipersonik langsung dari laut lepas, Cina kini memiliki keunggulan taktis untuk mencegat ancaman maritim sebelum mereka sempat mendekati wilayah kedaulatannya.

Secara keseluruhan, bukti penerbangan terbaru YJ-15 pada awal 2026 menjadi bukti nyata bahwa Angkatan Laut Cina telah memasuki era baru dalam peperangan maritim berbasis kapal induk CATOBAR yang mandiri dan mematikan. (Bayu Pamungkas)

Shenyang J-15T Tampil Perdana, Jet Tempur Pertama Angkatan Laut Cina Spesialis “CATOBAR”

 

4 Comments