Frigat 30DX untuk Indonesia, Realistis atau Hanya Sebatas Mimpi?

Di tengah hangatnya kabar negosiasi penjualan kapal perusak (destroyer) oleh Jepang kepada Indonesia, rupanya netizen di Tanah Air lumayan ramai menyebut sosok frigat 30DX atau 30FF/30FFM. Frigat dengan bobot mati 5.500 ton ini punya rancangan stealth, yang bila dilihat sepintas, strukturnya mirip dengan desain frigat Formidable Class AL Singapura.
Baca juga: Indonesia dan Jepang Tengah Negosiasi Pengadaan Kapal Perusak, Ada Banyak Pilihan!
Sejauh ini, frigat yang masih dalam label kode program ini disasar untuk kebutuhan AL Jepang – Japan Maritime Self Defense Force (JMSDF). Pihak manufaktur, yaitu Mitsubishi Heavy Industries (MHI) telah mencanangkan frigat 30DX kelak akan ditawarkan untuk pasar ekspor.
Lantaran ada keinginan untuk menjual frigat ini untuk ekspor, kemudian ramailah dugaan bahwa frigat 30DX adalah yang disasar untuk dijual ke Indonesia. Disebut-sebut, Jepang akan menjual empat unit kapal perang (kemungkinan bekas pakai), plus empat unit kapal lainnya yang akan diproduksi di Indonesia, yang kesemuanya terangkum dalam kontrak senilai 300 miliar yen.

Lepas dari soal duga-menduga, bila pun frigat 30DX memang untuk Indonesia, rasanya penantiannya akan jauh lebih panjang dengan proses yang lebih rumit dibandingkan pengadaan frigat Iver Huitfeldt dari Denmark yang akan dibangun PT PAL. Maklum saja, frigat 30DX tidak seperti halnya Iver Huitfeldt yang sudah ada wujudnya, frigat 30DX kini masih dalam proses pembangunan batch pertama untuk kebutuhan AL Jepang.
Dirunut dari awal pengembangannya, pada tahun 2015, anggaran pertahanan Jepang mengalokasikan dana untuk mempelajari pembangunan “compact type hull destroyer with additional multi functional capabilities” serta sistem radar baru untuk kapal perusak. Kemudian di tahun yang sama, MHI meluncurkan model konsep pertama fregat (30FF) yang telah dikembangkan dengan dana internal perusahaan.

Pada Agustus 2017, Acquisition, Technology & Logistics Agency (ATLA) memilih MHI dan Mitsui Engineering and Shipbuilding sebagai kontraktor dan subkontraktor utama untuk membangun frigat. Sekaligus ATLA memilih desain kapal yang benar-benar baru (30DX). Kapal perang baru ini akan menggantikan destroyer Asagiri Class dan destroyer escort Abukuma Class.
Sesuai kesepakatan, pembangunan frigat 30DX dimulai pada tahun 2019. Sebanyak 22 unit frigat 30DX direncanakan akan diserahkan ke AL Jepang pada tahun 2032. Melihat statusnya, saat ini delapan unit sedang dalam kontrak pembangunan, rencananya setiap tahun akan ada penyelesaian pembangunan frigat ini. Sementara penyerahan unit perdana frigat 30DX dijadwalkan akan dilakukan pada tahun 2022.

Dalam rancangan, frigat 30DX dilengkapi meriam Mark 45 kaliber 127 mm pada haluan, dua kanon CIWS, sebuah SeaRAM – RIM-116 Rolling Airframe Missile yang ditempatkan di atas hanggar. Kemudian ada dua kanister, dimana dapat dibawa 8 unit rudal anti kapal Type 17, serta 16 peluncur rudal hanud dalam Mk-41 VLS (Vertical Launch System). Untuk menghadapi peperangan bawah permukaan, frigat 30DX disiapkan untuk membawa torpedo ringan Type 12 kaliber 324 mm dan beragam perlengkapan untuk misi menebar ranjau. Tidak lupa, frigat ini dibekali deck dan fasilias hanggar untuk helikopter anti kapal selam sekelas SH-60L.
Secara keseluruhan, frigat 30DX punya panjang 130 meter dan lebar 16 meter. Sebagai sumber tenaga, frigat 30DX mengusung teknologi combined diesel and gas (CODAG), dimana komposisi dapur pacu terdiri dari satu unit mesin turbin gas Rolls-Royce MT30 dan dua unit mesin diesel MAN. Dengan bobot penuh, frigat 30DX dipercaya nantinya dapat melaju hingga kecepatan 30 knots.
Bakal diawaki oleh 90 personel, frigat rancangan MHI ini sudah lumayan gencar ditawarkan dalam beberapa pameran sejak 2015. Nah, melihat profil heavy frigate ini, tinggal seberapa kuat dugaaan Anda, mungkinkah jenis frigat ini pada akhirnya hadir untuk Indonesia, atau sebaliknya, hanya mimpi di siang hari bolong. (Gilang Perdana)



Bismillah segera datangkan 30ffm,jangan lupa rudal daei rusia kalibr tzircon buk dan tor
sudah beIi Martadinata cIass dari BeIanda dan katanya sudah dapat ToT, masa’ sich insinyur PT PAL tidak bisa mengembangkan sendiri kapaI itu jadi seukuran 6000 ton ? Kok beIi terussss ??? Kapan mengembangkan sendiri ?! KaIau beIi Iagi Omega cIass atau Iver, suatu saat di masa depan, BeIanda dan Denmark buat kapaI Iagi yang Iebih canggih, IaIu Indonesia beIi Iagi…. BeIi terus sampai kiamat !!!
Gak boleh. Kemarin kita buat maket dan desain OPV dan kapal lainnya menggunakan model mirip Sigma class kita ditegur Belanda karena hak intelektual di mereka. Kalau mau kita harus rancang bangun sendiri.
To AutoVeron : KaIau begitu ya rancang bangun sendiri saja khan sudah mengerti tentang pembuatan kapaI perang. Dan Iain kaIi, sebaiknya qt ToT dari Korea saja ya karena dengan ToT dari Korea untuk kapaI LPD, kita bisa juaIan ke FiIipina tanpa ada Iarangan dari Korea. Benar ?
Ga ada larangan sih tapi abis itu gak dibolehin jualan ifx
To Sugimura Agato : Kenapa targetnya hanya juaIan IFX ? KaIau menurut saya Iebih baik Ianjutkan KFX/IFX tapi Indonesia tidak perIu beIi/juaIan IFX dan dana yang seharusnya untuk membeIi sekian pesawat IFX berdasarkan perjanjian, diubah menjadi dana penyertaan kerjasama seIanjutnya untuk pembuatan pesawat gen 6 dengan Korea.
KaIau saya memang tertarik kerjasama dengan Korea karena saya meniIai mereka itu agresif, tidak mau menyerah, beIa dirinya saja taekwondo, Ioncat sana tendang sini…. Mereka bisa membuat radar AESA, waIaupun dengan bantuan prshn IsraeI, dari yang tadinya sama sekaIi buta tentang radar AESA.
Pesawat KFX/IFX gen 5 abaikan saja, bukankah sudah tahu teorinya?! Iangsung Ianjut ke gen 6. Setuju ?
Setelah menyimak konsep dan desain fregat 30FFM ini (apalagi dalam kondisi origin 👉 semua sewaco menggunakan produksi jepang), tampaknya kecil peluang terpilih sbg fregat idaman AL 🤔
Singkat kata, konsep fregat 30FFM ibarat konsep “KCR nya orang kaya”, plus dg dimensinya yg besar, ia didesain utk mengemban misi-misi ekspedisionary supaya kapal2 kombatan utama jepang tetap tinggal utk menjaga wilayah kedaulatannya ☝️
Konsep yg bagus untuk angkatan laut yg kuat & mumpuni….tapi kalo diterapkan oleh TNI AL justru akan kedodoran 😣
Ga tepat klo disebut Kcrnya orang kaya
Misi2 ekspedisi juga ad spesifiknya
Lagian ini frigate modular kok dan TNI AL butuh kaprang dgn misi khusus Asw dan Asuw
30FFM konsepnya (di jepang) sbg kapal “kombatan lapis kedua”, utk memgantisipasi jika musuh berhasil menembus pertahanan kapal “kombatan lapis pertama” ….alias dirancang sbg pertahanan perairan dalam perairan jepang (serupa dg konsep KCR)
Hal ini ditunjang dg pilihan frekuensi radarnya yg X-band, yg menonjolkan sisi resolusi yg tinggi, sesuai utk menscan perairan litoral/negara kepulauan 👉 tapi dengan ongkos, jangkauan deteksi yg tidak stabil pd cuaca buruk dan kelembaban udara yg tinggi 👉 tapi hal ini juga tidak memggangu buat AL jepang. Karena mereka punya kapal kombatan lapis pertama yg dilengkapi radar yg lebih stabil ☝️
Kemudian utk misi-misi expeditonary spt pengawalan armada kapal dagang&tanker…..overkill kalo harus mengerahkan kapal kombatan lapis pertama yg lebih dibutuhkan utk menjaga keamanan perairan mereka sendiri 😏
Lhoooo……kok ilang komenku yg sebelum ini 🙆🙆🙆
Mantap jiwa ! Hajar bleh ! Segera perlengkapi dengan radar AESA MT-334 Byakugan dan AESA FS-24C Sharinggan. Laksanakan ! Bravo !
Tot izumo class baru joss gandos
Tebak, Heli heli indo apa yg bakal jadi warlok izumo kalo kapalnya kesampean?
Apache,caracal sama Panther
Berharap bukan angan” semu,lebih baik alih teknologi dg negara yg sudah battle di banding dg negara yg baru melek teknologi kw tapi songongnya tembus langit
Boroongg….hancurkan kaleng kerupuk china
Untuk sekelas Frigate dengan panjang 130m cuma bisa bawa 16 rudal hanud? Cuma unggul di Radar doang ini mah..mending perbanyak PKR Sigma kalo saya mah..ini berita selingan doang..
Itu bisa disesuaikan dg kondisi permintaan pembeli dan uangnya Dhek. Bisa 16 Cell, 32 atau 48 juga bisa. Yg jelas isiannya jauh lebih ngeri dari PKR.
quadpack jelas (64-rudal buat 16 cells) dan banyak rudal hanud yg muat buat mk 41 vls
tinggal dipilih bisa essm, mica ng atau camm er
Ini negara yg ngejalanin politik bukan sistem..pengadaan dgn 2 jenis kapal dgn nilai yg wah spt itu tdk mgkn dilakukan dlm 1 periode kepemimpinan mngingat duitnya ngga cukup. Kecuali klo mau nekat nambah utang yg bikin puyeng presiden selanjutnya. Jd plg pakde hanya akan smpat pilih salah satu aja. Setelahnya..terserah presiden selanjutnya
Tetap bisa pembelian dlm satu periode, apalagi anggaran TNI saat ini paling besar diantara kementrian yg lainnya. Namun biasanya menggunakan fasilitas state credit dek. Apalagi jika state creditnya 10 tahun. Krn state credit itukan gak dikucurkan oleh bank penjamin langsung tetapi dibayarkan jika barang telah diserahkan. Dan penyerahan pun tidak sekaligus bergantung kemampuan produksi. Contoknya kasel nagapasa class. Tp biasanya periode pemerintahan yg membeli gak akan sempat menikmati serah terima. Dan pemerintah yg melanjutkan merasakan beban hutang cicilan pembayaran.
sembari menunggu Iver x 30DX/FF/FFM masuk layanan tugas TNI-AL.
kalopun mau meng-akuisisi kaprang eks-JPN Takanami/Murasame/Asahi incer yg umurnya masih muda dan siap buat diajak head-to-head.
dgn gini PT. PAL x PINDAD (DEFEND ID) punya varian model platform kaprang DDG (30DX-FMF)-Heavy Frigate (Iver)-PKR (Sigma) tergantung misi yg dibutuhkan.
kalo saja DSNS tdk ber’manuver’ bisa jd omega yg diakuisisi
I curiga sama singkatan FFM (Family Frigate Multi-Mission) jangan2 Indonesia diikat dgn Jepang supaya indonesia mmbeli 1 paket semua versi FFM dr Mitsubishi.
Istilah.y kalo lo beli adik.y hari ini nnti besok lo wajib beli kakaknya.
Mana nh klarifikasinya bung @Sugimura Agato ?
Itu mirip ama istilah Plug and play Iver Dhek. Dimensi dan isian kapal tergantung misi yg diinginkan pembeli (uangnya juga). Bedanya kalo Iver yg berubah cuman isiannya aja dan bisa dilakukan secara sementara. Kalo punya Jepang permanen.
Berrarti ngga spesial/istimewa tuh FFM dr Mitsubishi.
I lebih setuju kerjasama dgn jepang itu ke AU bkin proyek pesawat gen 6
Hidoep FFBNWWWWWWW + I
Fitted For But Not With What Why When Will Whose Whom
Segala jenis alutsista matra laut baik jenis patroli, korvet, fregat atau destoyer selama menggunakan tenaga penggerak gas turbin maka alutsista tersebut kecil kemungkinannya dioperasikan di republik ini. Banyak contoh KRI berpenggerak gas turbin yg hanya bisa parkir di dermaga tanpa ada kesempatan berlayar, jadi syarat utama pengadaan KRI adalah berpenggerak disel (CODAD), selain itu tidak perlu dibahas.
Betul sekali – kapal penggerak CODOG, CODAG, CODLAG, COSAG, COGOG, COGAG, COGAS, CONAS cuma buang2 duit. Modern, keren dan sangar tapi cuma bisa diem dikandang sementara kapal cina bolak balik di natuna nguras kekayaan laut kita.
Betul, krn 30DX menggunakan mesin CODAG atau kombinasi disel dan gas turbin. Apalagi ini kapal besar sekelas destroyer, menyalakan mesin gas turbin akan menyedot banyak bahan bakar. Jadi kapal jenis ini tidak layak dimiliki kecuali hanya untuk gagah-gagahan saja.
Kemungkinan yg didahulukan adalah 30DX daripada yg lain, gak mungkin produksi 2 jenis sekaligus, berat bagi pal.
Kata koencinya adalah : “untuk memberi efek jera”, berarti ada misi & kemudahan fiskal/loan dari japan, biaya 300m yen, spek pasti original, proses kilat, cuma sebulan setelah PM mampir kesini, langsung telponan.😀🐸😛
Kalau saya lebih milih AKIZUKI CLASS(ambil 2) dan TAKANAMI CLASS(ambil 3|Konversi ke Heavy frigate).
Akizuki class bisa dibilang AEGIS CITARASA JEPANG.
Armament :
1×127 mm MK 45 MOD 4 Naval Gun(diganti Ottomelara/Ottobreda 127 mm).
2×20 mm palanx ciws(gantiin saja pakai Oerlikon Millennium).
8xType 90(RBS 15 MK 3/4 kalu bisa seperti India pake Kalibr/Club).
32xMK 41 VLS
RIM-162 ESDM(Nah ini yang sulit pake sama apa kalau ESSM susah didapat.pake Aster 15/30 kena boikot).
RUM-139 VL ASROC
Type 07 ASROC (pilih ini saja mungkin sulit beli RUM).
Kita boleh berangan2 milih yg maunya kita dek. Tp yg mau dijual jepang tentulah yg sudah tua dijajarannya. Logikanya tidak mungkin utk menjual barang yg msh tergolong muda usianya sementara jepang sendiri sangat membutuhkan utk menghadapi china.
Musuh dari Musuh adalah teman. Itu pandangan Jepang ke Indonesia. Makanya mereka bantu dimari. Apalagi selevel Indonesia lebih dari cukup buat menghadang China di LCS. Indonesia bergabung Ama India+Aussie+Filipina+Vietnam maka itu akan jadi kartu Triumph terbaik Jepang dan USA di Indo-Pasifik.
Musuh dari Musuh adalah teman.
————————————————
Teman sih teman Don Roberto, tp gak segitunya jg kaleee mau ngasi alutsista yg dia sendiri lebih perlu buat memghadapi musuh yg lebih mengancam. Logikanya disitu
Indonesia cuma berhadapan dng China masalah LCS dan itupun msh dlm tahap perundingan. Artinya msh bersahabat.
Beda dng jepang yg sdh jelas berhadapan dng Korea Utara yg menyatakan jepang adalah musuh Korut. Dan berhadapan lg dalam politik panas dng China akibat sengketa pulau, lalu jg dng Rusia yg dr jaman majapahit memperebutkan pulau2 antara Rusia dan jepang.
Masa msh berpikir musuh dr musuh kita adalah teman lalu dermawan membagi alat perangnya. Itu namanya cari mati konyol mbah.
Pake logika yg masuk akal ajalah mbah.
Harap diingat taktik partai yg berkuasa di daratan cina pake taktik salami artinya sebisa mungkin ketika bersengketa dgn negara lain diselesaikan dgn jalur lateral hanya empat mata saja sehingga tidak adanya keseimbangan kekuatan alias power balance yg menguntungkan RRT utk menekan negara lawannya.
Adminnya blunder kali ini, bahkan di Japan Times udah disebutkan kalo pake skema ToT yg artinya gak semua part atau bagian kapal dibuat di Jepang tapi bakal dibangun di Indonesia (gak harus PAL) buat bangun nih kapal. So, gak akan berpengaruh pada pesanan dalam negeri Jepang juga.
Mungkin Jepang nyari tenaga kerja yg murah dimari
Kalau saya lebih milih AKIZUKI CLASS (Buy 2)
Dan Takanami Class (ambil 3|konversi menjadi Heavy Frigate).
AKIZUKI CLASS bisa dibilang AEGIS citarasa Jepang.
Armament :
1×127 mm MK.45 Mod 4 Naval gun(tinggal ganti dengan Ottobreda/ottomelara).
2×20 mm Pulang ciws(ganti Oerlikon Millennium).
8x TYPE 90 AShM(mungkin ganti RBS-15 MK 3/4 atau seperti India pake Kalibr/Club).
32xMK 41 VLS
RIM-162 ESDM
RUM-139 VL ASROC
Type 07 VL ASROC.
2×324 mm HOS-303 torpedo tube(juga bisa ditukar Leonardo A244/S MOD 3).
Jadi inget hutang
30DX/30FFM.
Type :Multi Mission Frigate.
Sensor and Processing system :
OPY-2 multi purpose AESA (X band).
OAX-3 EO/IR.
OQQ-25 VDS +TASS.
OQQ-11 (mine hunting sonar).
OYQ-1 CMS. OYX-1-29 console display System.
Nah masalah yang mau diakuisisi itu DESTROYER bukan Frigate,untuk menutupi kekurangan Armada tempur laut TNI AL.
Untuk 30FFM mungkin belih baru tapi statusnya Frigate bukan destroyer.
Destroyer yang ada semuanya eks aka bukan baru.
Kalau ambil Abukuma class (buatan 1988-1991), yah masih bagus REM Class.
Asagiri Class (1986-1989)/(173M/5.200 ton full loaded).
Arms : 1x 76 mm ottomelara company(non SRG).
2x 20mm Paling cows.
1x sea sparrow Sam(octaple).
Bukan VLS.
8x Harpoon.
1x ASROC Octaple( mirip RBU-6000
Pola peluncurannya).
6x light torpedo.
Bisa dibilang Asagiri class Frigate heavy.
Yg bisa dibilang Destroyer itu TAKANAMI-ASAHI-AKIZUKI-TAKANAMI-ASAHI-AKIZUKI-MURASAME Class(kemungkinan yang dijual).
MAYA-ATAGO-KONGO Class ketiga ini sangat kecil kemungkinan(hampir mustahil) dijual.
HATSUYUKI CLASS sama seperti ASAGIRI CLASS persenjataannya.dibuat tahun 1979-1986.
Hanya pendapat
Ada Fregat Iver dan Fregat 30DX hmm ada 2 jenis semoga aja belinya banyak min 12 unit masing” jenis kapal
Tunggu lampu hijau alias persetujuuan dri parlemen jepang broos..duh
Menhan jepang dan pmerintah dah deal dana da siap. Tinggal parlemn jepang aja.
30FFM buat jangka panjang.
4 unit eks bekas pakai semoga dikasih murasame class atau takanami
Asal jgn asagiri krn terlalu tua.
Jalasveva jayamahe.
Parlemen Jepang juga dikuasai koalisi LDP, partainya PM Suga. So, harusnya bisa lolos juga.
Parlemen Jepang selalu dikuadai LDP kale
Semenjak pd 2 berakhir
Gak selalu sih, pernah LDP kalah jadi minoritas di parlemen. Yah, yg jelas soal jual-beli Fregat dari Jepang gak ada yg mengganjal lagi.
Mimpi yang realistis atau realistisnya ini hanya mimpi ??
Ya jelas didowngrade lah ngga sama kyk aslinya orang duit yg disiapin jg beda. Belum lg minta embel2 tot mana ada orang dagang mau rugi. Yg buatan jepun jg blm tentu nnti ssuai aslinya..platform iya sama..tp jerohannya tergantung kantong pembeli. Jerohan itu harganya 3x harga plarform
Iver TNI AL juga punya spesifikasi yang berbeda dgn Iver asli. Malah condong mirip ke Arrowhead 140
Berarti nyari endurancenya?
Rata2 Frigate2 Eropa terbaru tonase gede nyari endurance tinggi
buat patroli keliling bumi mengorbankan kemampuan serang dan.pertahanan
Terawang om jin, kok ya cocok angka 10 kapal dari bu mega dengan jumlah fregat yg akan beli, 2 iver & 8 fregat/destr jepang,
Soal beli 30DX dengan rudal type 17 yg maknyuuss, mungkin karena kecewa iver di downgrade tidak sesuai aslinya..imho😛
Mimpi di siang bolong min. Mau beli Su-35 aja barter sama kerupuk
Mana link barter sama krupuk.broo
Coba saya simpulkan dalam bentuk pointers :
1. Keinginan membeli F35 datang dari Prabowo pribadi selaku menhan
2. Pihak Kemhan dan TNI AU sepakat datangkan Su 35
3. AS melarang transaksi Su 35 menggunakan mata uang dollar artinya mitos dilarang membeli Su 35 sebagi objek gugur
Berarti mitos Transaksi Su 35 dgn objek kerupuk ada benarnya.
Terima kasih Tongkok
Terima kasih Xi sinping
Kita kan anggota “NATO” dan juga Sekutu aktif, kurang apa coba daftar belanja pak menhan kita spt fregat Fremm dan kapal selam Gowind serta Rafale stempel Perancis, Bremen Class dan tank Leopard dari Jerman, Typhon dari Austria, Iver dari Denmark, Sigma class kita lulusan Belanda, changbogo keturunan jerman, jumlah pespur barat kita jauh lebih banyak dari buatan Rusia, jangan ditanya arsenal jaman orba. Kemarin kita mau ngeteng Su35 dari Rusia tak boleh, beli kapal perang dari Cina dilarang, kita jauh lebih NATO dari pada Turki yg tetap beli senjata Rusia.
Cina menawarkan kapal perang bekas yg lebih tua daripada Bremen class
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Type_051_destroyer
Akhir Agustus 2018 Rosoboronexport menyatakan mundur dari semua program surface combatant vessel dan submarine TNI AL dengan alasan tidak mampu memenuhi persyaratan spesifikasi dan harga
Surface combatant vessel dengan USD 3 milyar buat 8-unit kapal dengan tonase diatas 5000-ton
Submarine dengan anggaran USD 1,6 milyar sebanyak 3 unit wajib AIP dengan tonase 1600-3200 ton
Rusia tidak punya satupun platform dari submarine dan surface combatant vessel yang memenuhi persyaratan tadi baik harga dan spesifikasi
Saya ngga mudeng dengan pemikiran pembentukan postur tni al sekarang. Apakah ini buat ngeggantiin “bakal calon” frigate iver, karena mungkin ada hal yg msh tidak cocok atau mau class kapal baru. Kalopun bikin class baru, sy rada bingung buat apa, karena scara tonnase maupun kapabilitasnya sm dengan iver. Klopun mmg buat ngegantiin iver sih oke. Namun sy ragu kalo dua2nya diambil, melihat pengalaman pengadaan selama ini yg tidak pernah dilakukan dalam jumlah signifikan apalagi lebih dr 1 class. Sy lebih condong pnya keyakinan klo jepang nnti hanya diambil kapal bekas aja buat ngisi gap MEF 2 yg kmrn mau ngambil bremen class tp hanya seputaran isu saja.
Ane juga ga mudeng kenapa ente juga komen.
Gua lebih heran ntar klo donald trump jd menhannya bidden..mirip drama dimari
Klo untuk Armament, mungkin akan alot krn bnyak mengadopsi sistem rudal buatan AS. Sebaiknya bikin ToT dg Korea atau Turki untuk sistem Armament nya.. Krn kedua negara itu tdk pelit berbagi ilmu. Swedia jg bisa jd rujukan.. RBS-15 bisa dipakai untuk sistem rudal anti kapalnya.
MBDA jelas.
Kalo ini mah bukan dugaan lagi karena emang ditawarin….ini sumbernya min https://the-japan-news.com/news/article/0006905425 kalo dari beritanya yang ditawarin yang 30ffm (4 dibangun disana 4 dibangun di sini) nggak mungkin bekas karena belum ada yang jadi juga….
Ya kan baru ditawarin. Indonesia lom resmi ada bilang mau tanda tangan beli. Iver aja masih lom jelas tanda tangan kontrak pembangunan kapan
Kontrak awal utk pembagian kerja sdh. Tp klo kontrak efektif nunggu tahun 2021.
CIWS nya di mana?
Maksudnya bekas itu kapal perang yang saat ini masih eksis di AL Jepang, piye tho mas bro 😁
Kalo sampe kepemilikan Destro ini dan friagte gagal di akuisisi oleh TNI AL dan masalah ada di pihak Jepang sendiri ini sungguh terlalu , bisa merendahkan martabat Indonesia , mereka sendiri yang menawarkan sampe menelpon menhan lewat zoom , tawaran ini go to go , jadi jangan sampe kedua belah pihak terutama Jepang seketika membatalkan sepihak , kehadiran Jepang ada kepentingan bagi Indonesia minimal mengurangi pengaruh China di segi politik pemerintahan 🤦🤦🤦
jadi kalau indonesia gagal beli dari jepang setelah ditawakan karena indonesia gak punya duitnya itu salah jepang dan merendahkan martabat indonesia ya?
Mungkin terealisasi karena kedua kepala negara sudah membahasnya dan tinggal ditindaklanjuti oleh kedua Menhan dan lobby-lobby mautnya dari Pak Prabowo..
masih tunggu pihak parlemen jepang nya bung..moga lancar aja deal
selama duit siap … tdk sulit hadir di Indonesia, yg rumit urusan pilihan armament, byk teknologi Amrik nya.
punya kapal perang … ya buat perang lawan musuh dari manapun datangnya, kalo msh hrs pake ijin buat tempur … percuma dibeli!!!
mending duitnya bikin KCR atau korvet secara mandiri, pilih armament yg gak pake ribet dan gak pake syarat perang
Berharap bener2 jadi kenyataan.
Kemungkinan frigate ini memang yg akan diakuisisi.
Masalah rentang waktu penyerahan yg lama, bukanlah menjadi kendala sebab merujuk pesanan AL jepang sendiri yg sampai tahun 2032 sebanyak 23 unit. Krn jika nanti terjadi kesepakatan, maka pembuatannya yg menggunakan sistem modul akan dilakukan di Indonesia sebagaimana Martadinata Class. Kemungkinan akan ada pembagian pekerjaan antara pabrikan jepang dan PT.PAL.
Justru yg menjadi pertanyaan adalah kesiapan bahan baku material kapal oleh BUMN Indonesia jika dibangun di Indonesia sebagaimana yg dikeluhkan pihak Damen sebelumnya.
Yg menjadi issue besarnya bukan di kapal 30DX ini bung admin, melainkan issue akuisisi destroyer bekas jepang tersebut.
Apakah destroyer Asagiri Class atau destroyer escort Abukuma Class atau keduanya.
Jika benar kapal bekas yg akan diakuisisi, artinya pemerintah keluar dana lg utk upgrade persenjataan pd destroyer jepang tersebut, mengingat persenjataannya yg terpasang pd destroyer tersebut sebagian tdk akan masuk dlm kesepakatan jual alias dicopot disebabkan hanya utk anggota NATO dan sekutu.
Klo bisa jgn Asagiri krn terlalu tua bgt
Ubukuma boleh 2 unit tuh yg 2 lagi moga bisa dpt murasame class.
Yang penting percepatan MEF dan siap buat di LCS. Gak sama dg spek punya NATO gak masalah yg penting sangat mumpuni buat peran Peperangan bawah air.
Sya pribadi menduga destroyer bekas tsb akan ada yg dialihkan ke Bakamla jadi upgrade dgn sistem senjata barat yg lain ga jadi prioritas
Tinggal dilihat saja pada saat realisasi akuisisi. Apakah melibatkan 2 institusi yaitu Bakamla dan Kemenhan atau hanya Kemenhan saja mbah . Knp spt itu.?
Yg pertama
Krn Bakamla itu tdk berada dibawah Kemenhan, demikian pula anggarannya. Dia merupakan lembaga pemerintah nonkementrian. Jd tdk mungkin belanja kebutuhan lembaganya itu lewat Kemenhan. Melainkan langsung.
Yg kedua
Jika hanya Kemenhan saja yg mengakuisis, maka tipis kemungkinan jika itu utk Bakamla, sebab belum ada aturan pembelian oleh Kemenhan yg utk dihibahkan. Yg ada malah aturan institusi lain yg mensupport kemenhan.
Yg ketiga
Jika kapal destroyer terbut diakuisisi oleh Bakamla justru lebih memuluskan jalannya di parlemen jepang. Krn akan digunakan utk pengawasan, sesuai aturan penjualan alutsista jepang keluar negeri.