Polandia Kirim Meriam Legendaris S-60 Berikut 70.000 Munisi ke Ukraina

Di antara deretan alutsista canggih yang dikirim oleh negara-negara NATO ke Ukraina, rupanya terselip nama satu jenis meriam penangkis serangan udara (PSU) sepuh nan legendaris, yakni S-60 57 mm, yang akan dipasok oleh Polandia. Menyertai pengiriman meriam S-60, Polandia juga akan menyertakan 70.000 butit munisi, jumlah yang terbilang fantastis dan tak akan sulit untuk dikirim, mengingat Polandia berbatasan langsung dengan Ukraina.

Baca juga: Bukan Cuma Ukraina, Pasukan Rusia Juga Gunakan Meriam Legendaris S-60 di Truk Ural 6×6

Dikutip dari defence24.com (23//1/2023), Kamis lalu dalam sebuah deklarasi yang diumumkan di Tallinn, Estonia, sejumlah negara menyepakati bantuan militer terbaru untuk Ukraina. Selain Inggris, Denmark, Ceko, Slovakia, Lituania, Latvia dan Estonia, Polandia menyatakan akan mentransfer meriam S-60, dengan 70.000 butir amunisi.

Deklarasi tersebut tidak mencantumkan jumlah dan varian S-60 yang akan dikirim oleh Polandia. Namun, ada dugaan varian yang akan dikirim adalah S-60 klasik atau S-60MB, varian yang telah ditingkatkan dan kini dioperasikan oleh Angkatan Laut Polandia.

Sebagai negara eks Pak Warsawa, Polandia dikenal memiiki populasi meriam S-60 dalam jumlah besar. Selain pengguna, Polandia merupakan produsen S-60, persisnya lewat perusahaan ZM Tarnów, Polandia memproduksi S-60 berdasarkan lisensi Uni Soviet.

Setidaknya, 680 pucuk S-60 telah diproduksi di Polanda pada periode 1958 hingga 1964. Meriam S-60 digunakan artleri pertahanan udara Angkatan Darat, dan oleh Angkatan Laut. Pada 1 Januari 1988, tinggal 198 pucuk S-60 yang aktif dioperasikan, dan setelah modernisasi, termasuk dalam merespon pecahnya perang di Ukraina, kini jumlah S-60 yang aktif menjadi 560 pucuk, yakni setelah stok yang ada di depo diaktifkan kembali.

Arhanud AD Polandia kini mengoperasikan 66 pucuk S-60 yang tersebar ke dalam 6 baterai (kompi), dimana satu baterai terdiri 6 meriam. Sementara, AL Polandia memiliki 72 pucuk S-60, yang tersebar di 3 skuadron artileri (24 meriam per skuadron).

Proses penargetan dan pemuatan ulang pada S-60 klasik semuanya manual. Radar Waza digunakan untuk memandu baterai dan melakukan proses pengendalian tembakan. Saat Polandia bergabung dengan NATO, aset meriam S-60 menjadi usang, dan tidak ada program untuk memodernisasi. Kenyakan S-60 dinonaktifkan, baik oleh Angkatan Darat maupun Angkatan Udara.

Beberapa S-60 yang dioperasikan Angkatan Laut menerima upgrade menjadi varian S-60MB, dan masih dioperasikan oleh dua skuadron anti-pesawat Angkatan Laut, dan oleh dua baterai pertahanan udara yang berada di bawah pangkalan penerbangan angkatan laut.

Sistem S-60MB Polandia adalah bagian dari sistem perintah tingkat baterai Blenda. Solusi tersebut telah dikembangkan oleh PIT-Radwar, bekerja sama dengan beberapa perusahaan lain.

Baterai S-60MB terdiri dari kendaraan komando WD-95 Blenda yang didasarkan pada platform rantis Jelcz, empat meriam S-60MB yang dimodernisasi, kendaraan komando Rega-4, dan peluncur MANPADS Grom. Pada tingkat skuadron, sistem ini mencakup tiga baterai, dan radar N-22-N(3D), bersama dengan kendaraan Łowcza-3K, dan WD-2001 C2.

Dua varian kemungkinan akan dikirim ke Ukraina. Varian pertama mungkin termasuk senjata S-60 klasik, yang masih disimpan di pangkalan logistik, atau di gudang Badan Properti Militer. Radar Waza kemungkinan besar tidak disimpan dalam kondisi yang dapat digunakan – mereka tidak akan berguna dalam keadaan saat ini, mengingat teknologinya telah usang.

Varian lain yang mengkhawatirkan mungkin mengacu pada transfer senjata S-60MB yang ditingkatkan. Di sini kita tidak tahu, apakah transfer seperti itu akan berlaku untuk senjata saja, atau apakah kendaraan dan radar C2 juga akan dikirimkan.

Terlepas dari opsi mana yang dipilih di sini, itu akan sangat merugikan potensi tempur Angkatan Bersenjata Polandia. Kedua skuadron modern ditugaskan untuk mempertahankan unit Angkatan Laut Polandia yang ditempatkan di bagian timur dan barat pantai, sementara skuadron tersebut seharusnya mempertahankan dua dari tiga pangkalan udara yang digunakan oleh Brigade Penerbangan Angkatan Laut Polandia.

Tepat setelah sistem dibuat, dan senjata ditingkatkan, menjadi jelas bahwa S-60 hanyalah solusi pengisi celah. Meriam S-60 akan digantikan oleh kanon hanud 35 mm. Namun, pengadaan kanon PSU tersebut faktanya tidak berjalan mulus.

Meriam S-60 terbilang masif digunakan di laga perang Ukraina, uniknya masing-masing pihak yang bertikai, yakni Rusia dan Ukraina, sama-sama mengerahkan meriam S-60, terutama dengan ditempatkan pada platfom truk, yang menjadikannya sebagai SPAAG (Self Propelled Anti Aircraft Gun).

Baca juga: Bikin Heboh, Meriam S-60 Ternyata Masih Digunakan dalam Perang Armenia vs Azerbaijan

Punya kaliber relatif besar dan jangkauan tembak efektif 6 kilometer menjadikan meriam S-60 sebagai aset yang cocok untuk melawan slow-mover, seperti drone atau helikopter. Bahkan meriam S-60 berhasil digunakan untuk melawan ranpur lapis baja ringan, atau target dipesisir pantai. (Bayu Pamungkas)

8 Comments