Indonesia dan Jepang Tengah Negosiasi Pengadaan Kapal Perusak, Ada Banyak Pilihan!

Rupanya tak butuh waktu lama, merespon hasil kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide yang menjumpai Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada 20 Oktober lalu, Pemerintah Jepang belum lama ini dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjual kapal perusak (destroyer) kepada Indonesia.
Mengutip dari japantimes.co.jp (5/11/2020), disebut proses negosiasi kini sedang berjalan dengan Pemerintah Indonesia. Jika kesepakatan penjualan kapal perusak berhasil, maka akan memberikan momentum bagi ekspor alutsista Jepang dan membantu mewujudkan inisiatif Jepang guna membuat kawasan Indo-Pasifik bebas dan terbuka, ujar nara sumber japantimes.
Rencana penjualan destroyer ke Indonesia tak lepas dari ekspansi Cina di kawasan Laut Cina Selatan. Sumber dari japantimes menyebut kesepakatan ini akan memberikan efek jera terhadap Beijing.

Bulan lalu, pemimpin kedua negara sepakat untuk mempercepat pembicaraan bilateral tentang ekspor alutsista dan transfer teknologi. Menteri pertahanan kedua negara pun telah mengadakan telekonferensi lanjutan.
[the_ad id=”12235″]
Ide-ide konkret diyakini telah diusulkan pada pertemuan antar kedua pemimpin adalah memungkinkan ekspor peralatan yang akan digunakan untuk penyelamatan jiwa, transportasi, kewaspadaan dan kegiatan pengawasan, atau penyapuan ranjau. “Mengekspor kapal perusak tidak akan mudah (mengingat prinsip-prinsipnya) karena kapal tidak hanya memiliki fungsi peringatan dan pengawasan, tetapi juga kemampuan menyerang,” kata seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Jepang. Tetapi ekspor dapat dimungkinkan jika dibuat untuk tujuan pengembangan kapal bersama dengan negara asing, tambah pejabat itu.

Pada tahun fiskal 2015, Kementerian Pertahanan membentuk Acquisition, Technology & Logistics Agency untuk mengendalikan ekspor alutsista. Tetapi badan itu gagal mengatur ekspor peralatan sampai berhasil pada Agustus lalu, yaitu adanya kesepakatan untuk mengirimkan empat unit radar ke Filipina.
[the_ad id=”12235″]
Kembali tentang kapal perusak, AL Jepang (Japan Maritime Self Defense Force) dikenal punya beragam jenis destroyer yang kesemuanya dibangun oleh galangan dalam negeri dengan standar NATO. Yang paling sangar ada tiga jenis kelas yang mengadopsi teknologi Aegis dari Amerika Serikat – Maya Class (10.500 ton – belum beroperasi), Atago Class (10.000 ton) dan Kongo Clas (9.500 ton).
Baca juga: Untuk Pertama Kali, Cina Sukses Instalasi Rudal Hanud VLS di Kapal Perusak Luhai Class
Sementara detrtoyer kalas medium pun terbilang banyak ragamnya, mulai dari Hatakaze Class (5.900 ton), Asahi Class (6.800 ton), Akizuki Class (6.800 ton), Takanami Class (6.300 ton), Murasame Class (6.100 ton), Asagari Class (4.900 ton), Hatsuyuki Class (4.000 ton) dan Abukuma Class (2.550 ton).
Yang disebut terakhir adalah destroyer escort, atau kapal perang sekelas frigat Martadinata Class. Dari jajaran kelas kapal perusak, populasi unit paling banyak adalah Murasame Class yang saat ini ada sembilan unit. (Bayu Pamungkas)
.



Kelamaan mas, kan dah pengalaman juga bikin doponegoro class sama martadinata class
I sdah mmperhitungkan dan berkesimpulan: “kemungkinan yg dipilih Indonesia psti Omega 6000 Ton dr Damen Schelde” drpda 30 FFM/AAW dr Mitsubishi.
Mana nh bung@Sugimura Agato ?
Beli Omega kemahalan. Lagian fungsi dan tupoksinya bakal beda. 30FF buat anti kapal selam,lawan kita di LCS punya kasel puluhan biji soalnya. Kalo anti udara Iver udah mumpuni dan lebih murah dari Omega.
kan udh ada Martadinata bung @Agato, klo mw ubah fungsi. trus Omega guna.y mendampingi duet Frigate dgn Iver, soal.y kita hrus pnya Frigate yg berlapis-lapis. kan negara Indonesia ini negara archipelago bung kudu berlapis-lapis. Kecuali klo mw ocean going psti mngandalkan Destroyers yg brbobot + 10.000 ton
Ente mau beli kapal atau mau beli kue lapis.? Frigate kok berlapis2. Mau ketawa takut dilarang admin.
Loh mbak you@ruskie ngga prcaya gtu sama I ? dasar pecinta alutsista Neokomunisme untung ajh Indonesia ga beli dr Rusia yg menjerat Indonesia dgn spare part.
Udah mbak you@ Ruskie belajar dlu sana ilmu politik Internasional + Ilmu Geografi.
Indonesiaku…oh Indonesiaku…beli senjata dari Rusia tak boleh, beli dari cina dilarang, kalau beli dari Jepang gantian Jepang yang dilarang jualan kenapa negara2 luar semangat banget mau buat Indonesia lemah terpecah belah dan segera bubar pasar.
Siapa yg ngelarang Jepang jualan Alutsista ke Indonesia?
Eh dek Indonesia bubar
Jepang kelabakan As juga kelabakan Singapura kelabakan
Mampir di mari lagi komen2a makin edan
Anggaran 8 destroyer diatas 5000 ton 300 milyar yen alias USD 3 milyar artinya perunit FBNW USD 300 juta
Vietnam membeli Gepard FBNW 1900 ton USD 350 juta perunit
India membeli Admral Ushakov 3800 ton FBNW tanpa mesin pula USD 540 juta perunit
Dari sisi anggaran sangat jelas paket FBNW kosongan kapal perang dari Rusia kemahalan diluar anggaran yang ditetapkan pemerintah
Vietnam yang pelanggan setia Rusia saja dari OPV, LST, logistic vessel, tanker, tugboat, hidrografi dan marine rescuer beralih ke Belanda yang mampu menyediakan solusi harga jauh lebih murah daripada Rusia
Kita blum pnya heavy frigate berkemampuan stealth mlah lngsung ke level Destroyer, mesti.y step by step dan kemungkinan besar pak menhan nglirik.y psti ke negara-negara Uni-Eropa soal.y P.T. PAL lebih familiar dgn kapal2 perang buatan Eropa.
Pesawat aja beli dari Korsel dan Brazil, kenapa engga beli kaprang dari Jepang?
Heavy frigate berkemampuan stealth ini gimana sih
Apakah bisa selurup ke dalam laut?
Yaa.. sekelas zumwalt toh mbah
30FFM/KDX 30
Itu bukan detroyer tapi murni frigate.
Di wiki disebut Multipurpose/Multi Missions Frigate.
Speknya.
Length : 130 M
Beam : 16 M
Displacement : 3.900 Ton(Standar).
Propulsion : CODOG
Mungkin bisa disebut FRIGATE AEGIS JAPAN VERSION.
Nah diatas disebut Destro, jadi 80% Bukan FFM 30/KDX 30.
30ffm itu ada yg versi destroyernya juga
Dan versi fregat yg di pakai jpn itu displacement nya 5500 ton
Tentu speknya bisa disesuaikan dgn Keinginan costumer
Small destroyer alias frigate
Light destroyer sama dengan heavy frigate
Destroyer escort adalah corvette
Kakek bangga padamu nak..
Tonase paling besar destroyer jepang maya class 10.500, masih kalah dengan CCG cino 12000 ton, tapi semoga terwujud dan semoga jepang gak pelit dalam ToT, Iver class juga kalau bisa tetap jalan
Gede-gedean tonase sebagai pembanding kuat tidaknya suatu kapal perang. Yamato contohnya. Jaman sekarang siapa yg paling kuat pegang informasi, yg jaringan Situational awareness paling luas dan beragam lah yg akan menang.
Dikira tanding satu lawan satu kali pake gede2an tonase
Kaprang dgn tonase terbesar nazi jerman tenggelam dihantam torpedo pesawat sayap ganda ala perang dunia pertama yg terkenal lebih lambat dibanding peswat sayap mono.
Jepang berencana mengekspor 4 kapal perusak ke Indonesia, dan 4 lainnya akan dibangun di Indonesia dengan kontrak ¥ 300 miliar.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/30DX_frigate
Bagaimana dengan nasib Iver Class??
Jalan seperti biasa.
Bertemunya Dubes kerajaan Denmark dengan Menhan, sepertinya project Iver lebih dikhususkan untuk bakamla atau mungkin 1 unit bakamla dan 1 unit lagi untuk TNI AL.
Selebihnya hasil ToT akan lebih dikhususkan untuk TNI AL
Seneng bacanya,asia non china harus bersatu padu menghadapi bar” rakus
Shibarashi… Indonesia de Nihon kojo ippai aru kara… tsuzukete kudasai… gambarimasu
Mumpung perencanaan JMSDF lumayan jelas, kapal yg mungkin dihibahkan agak terbatas. Apalagi mereka masih tegang dengan China.
Kalau lihat rencan penggantian kapal, yg paling mungkin:
– Hatakaze class (bakal diganti Maya-class)
– Hatsuyuki & Asagiri class (bakal diganti 30FFM)
– Destroyer Escort Abukuma-class (bakal diganti 30FFM)
Murasame, Takanami, Akizuki dan Asahi agak susah karena tidak ada pengganti. Kalau rela nunggu beberapa tahun lagi, Kongo class masih bisa. Paling tidak penggantinya sudah direncanakan.
Bukan hibah bro tapi rencana beli baru ¥300 milyar….utk 8 unit sekelas Ivars Huitfeld class light destroyer 6000an ton( 30FFM class) mudah2an sih pa prabowo bs gerak cepet
¥300 milyar? Menurut wiki 30FMM setiap kapal ¥50 milyar. Belum sempat lihat data resmi pemerintah Jepang sih. Sepertinya lebih baik wait and see.
Kalau hibah kemungkinan kecil dalam kondisi 100% new, terlebih lagi ini adalah penjualan perdana untuk kaparang dari Jepang ke negara luar.
Ngak yakin gua bakal teralisasi. Pak Bowo banyak keinginan, apa daya duit cekak………………..
Bismillah mudah mudahan kapal 30ffm dari jepang kita bisa dapatkan.
Uhuk-uhuk…
Kalo dibilang pengalihan jangan disimpulkan sebagai hibah ya. Juga, jangan terlalu cepat disimpulkan itu barang seken.
Bisa jadi yang dimaksudkan pengalihan itu begini :
Jepang sedang membangun 2 unit 30 FFM atau disebut juga 30DX di 2 galangan kapal (shipyard) di Jepang, dan kapal2 yang sedang dibangun itu hampir jadi.
https://m.youtube.com/watch?v=t6gBX-k52mE
Kalo kapal2 yang sedang dibangun di Jepang itu peruntukannya yang tadinya untuk Jepang dialihkan peruntukkannya untuk Indonesia terlebih dulu. Itulah yang dimaksud dengan kata “pengalihan”. Jadi Indonesia akan beli 8 unit kapal baru berjenis destroyer 30DX atau 30 ffm dengan rincian 2 unit di antaranya sudah hampir jadi, 2 unit tambahan akan dibangun di Jepang dan 4 unit selanjutnya dibangun di Indonesia.
Belinya cuma 4, bukan 8 Ntung.
Horee…tembus 100 komen,
Nama destroyer memang mantab, gak tau deh rudalnya moncer apa nggak😁
Yang lagi dibangun ada 4 (3 di MHI dan 1 di Mitsui). Sudah ada kontrak buat 2 lagi. Peluncuran harusnya bulan ini. Kita tunggu saja.
Naikan artikel spek 30FFM dkk om admin, biar jelas gosipnya..😁
30FFM sebenernya masuk ke light destroyer sekelas dgn ivers huitdfelt class 5500-6500ton… kalo destroyer 10000 ton keatas….persenjataan hanya ada 24VLS..2 CIWS..torpedo
Ini juga ngawur. Emangnya klasifikasi destroyer itu cuman dilihat dari tonasenya aja??
Kalo jadi beli kaprang dari jepang maka itu akan jadi alutsista yg diterima Indonesia sejak PD 2 berakhir. Ntar nama pertama fregatnya KRI Sudirman dan nama kelasnya Sudirman Class Frigate.
saya pesimis bisa jadi, sebab rencana pengadaaan alutsista yang kemaren-kemaren belum di realisasikan semua.
Bismillah jangan putus asa,jaman presiden soekarno dapat akuisisi mig 21 kri irian,ini tawaran jepang knapa nga kita ambil buat tni.al
Iver ketunda dong ya min? Indonesia paling senang dengar tawaran Tot, tambah lama lagi deh liat fregat gress
Jalesveva jayamahe
Mudah2an benar & dapat terealisasi dengan baik/cepat.serta berharap juga yang ditawarkan & didapatkan dari “murasame class”, hal ini mengingat untuk mengisi stop gap yang ada di lini AL
Baik yg baru maupun yg lama kemungkinannya agak susah. Sebab terganjal aturan jepang sendiri. Aturan dr Parlemen Jepang, izin ekspor alutsista mereka hanya yg bersifat transportasi, kewaspadaan, SAR dan kegiatan pengawasan serta penyapuan ranjau. Sedangkan baik frigate maupun destroyer ada bersifat penyerangan.
Tinggal tergantung dr lobby PM jepang ke parlemen aja utk bisa meloloskan, atau paling tidak merubah aturan main mereka sedikit flexible dng alasan konflik LCS.
Udah diganti jaman Abe. Makanya kemarin ikutan tender kasel Aussie.
Jaman abe itu merubah kebijakannya mbah.
Ekspor akan diizinkan bagi perdamaian dunia, kemanusiaan dan kepentingan keamanan Jepang,
Namun ekspor alutsistanya dikontrol parlemen yg menerapkan pemeriksaan ketat terhadap ekspor dan membuat proses yg transparan.
Krn jepang tdk menginginkan pecahnya konflik bersenjata akibat alat yang diproduksinya.
Contohnya jepang pernah ikut tender kasel Australia setelah persetujuan parlemen.
Lah partainya Abe, LDP kan yg menguasai parlemen terus apa yg dikuatirkan. Seperti kata ente “Kepentingan Keamanan Jepang”. semakin kuat Indonesia, semakin aman LCS dan Asean otomatis Kepentingan keamanan dan ekonomi Jepang bakal terjamin. Paham Dhek Rukimin???
Dibacalah mbah penerapan aturannya. Klo yg utk sekutu akan lebih mudah dng alasan Kepentingan Keamanan Jepang, makanya utk ke Aussy bisa dng mudahnya jepang disetujui parlemwn.
Yg non sekutu yg alot. Krn ada pembatasan alasan aturan
utk kemanusiaan.
Org jepangnya aja yg tau aturan mainnya aja bilang gak mudah kok malah ente yg menyepelekan.
Bukan berarti tdk mudah itu artinya tidak bisa. Hanya prosesnyakan kan butuh waktu lama. Spt contoh pengalaman Kemenhan merencanakan pembelian leopard bekas Belanda yg terjegal di parlemennya.
Klo prosesnya lama sementara kebutuhan mendesak akibat LCS, ya lebih baik pindah ke toko sebelah donk. itulah yg dilakukan pak Prabowo plesiran ngunjungin lapak2 alutsista di Eropa tempo hari.
Masa gitu aja gak bisa mencerna mbah.
Kelas Asagiri dan Abukuma ini yg serem cuma kelas kapalnya saja. Kapal kelas destroyer. Namun jika dibandingkan dng Martadinata class, msh mending nih Martadinata dlm hal persenjataan. Lagian klo emang kedua jenis kapal itu yg akan dihibahkan/dibeli bekas sepaket sbg bonus dr kontrak pengadaan 4 unit Fregat 30FFM jepang, pastinya CIWSnya akan dicabut, ASROC nya jg dan teemasuk peluncur Sea Sparrownya jg. Sehingga tuh destroyer tua terlihat tdk lebih kemampuannya spt Van Speijk class punya TNI AL saat ini.
Ya… daripada Bremen, mending ini, hehe…
Yg penting hullnya dulu lah buat ngelatih pembiasaan mengoperasikan kaprang Nippon yg selanjutnya di program 30FFM
Senjata bisa beli dari yg lain
Jangan salah, baik Asagiri, Abukuma ama 30FF itu punya kemampuan mumpuni buat berburu kasel. Cocok buat duet sama Iver. Sekarang lupakan aja kapal jenis Multirole. Senjatanya jadi setengah-setengah.
Kalo kelas destroyer, apalagi jumlah yg akan dibeli tdk sedikir maka yg menjadi pertanyaan adalah kesibukan mengisi persenjataannya.
Jika sekelas iver saja sdh segitu banyak rudal yg harus melengkapi kapal, apalagi dngan Destroyer jepang yg akan diakuisisi lebih dr 2 unit. Sptnya MEF selanjutnya anggaran utk TNI AL bakal terserap banyak utk pembelian rudal utk melengkapi persenjataan kapal perang baru.
Banyakin asroc, bom laut dalam sama torpedo, sonobuoy, plus heli AKS dibanyakin. Sisanya cuman pelengkap.
Makin ngawir aja ente, asal nyerocos aja kualitas komennya. Kaitannya itu dng anggaran MEF nya mbah. Bukan sekedar asal beli banyak aja.
Emangnya MEF mau dihabiskan utk anggaran alutsista yg bersifat AKS saja.? Yg nota bene hanya utk deteksi kasel China yg terkenal berisik.? Gak mungkinlah TNI lakukan hal sebodoh itu. Krn yg dihadapi ini kekuatan kapal permukaan dan kekuatan udaranya yg berjumlah banyak.
FFM30M
Itu Frigate terbaru Jepang buka destroyer
FFM30M/KDX30 itu pengganti Abukuma Class.
Untuk Destroyer ya semuanya eks/tidak baru :Akizuki class,Asahi class,Takanami Class,Murasame class, Hatsuyuki class, Asagiri class.
Yg baru cuma :Atago-Maya-Kongo class (untuk ke 3 class itu apa Yoshihide Suga mau jual).
sepertinya bukan destroyer namun hanya fregat jenis 30 FFM, kalo dilihat persenjataannya masih kalah sama fregat iver.
30FFM versi AAW beneran jenis destroyer 8000 ton & panjang 160 meter. Wiki nggak lengkap kasih info.
Cek sini: navalnews*com/event-news/pacific-2019/2019/10/pacific-2019-mhi-unveils-opv-ddg-designs-based-on-future-jmsdf-frigate/
Darurat jaga natuna moga dikasih dulu lah 4 eks murasame class atau akizuki class krn stock nya paling byk
4 lagi jenis baru 30FFM pt pal dan jepang.
Semoga datang lbh cpet
Iver itu type AAW, Asagiri sama 30FF itu type ASuW apalagi 30FF bisa buat ngatasi ranjau juga.
Apapun yg di beli Indonesia nanti dari Jepang (kalo jadi),
Yang pasti bukan Fregat/Destroyer dengan sistem AEGIS seperti Destroyer milik Jepang, karena US pasti gak bakalan ngizinin sistem radar AEGIS nya di jual ke Indonesia..
If realize …
komen2 nya kok lbh enak disini ya drpd di sebelah2 😁
Baca wiki senjata 30FFM masih kalah dari Iver yang kelas Frigate. 30FFM pada dasarnya juga kelas frigate, emang nanti bisa diperbesar jadi destroyer?
Ada beberapa jenis 30FFM kalau lihat dari poster yg beredar. Yang versi AAW ukurannya mendekati destro.
Kayak PKR, FFBNW modelnya.
klo distroyer bekas ya pasti senjata yg Melekat di kapal itu lah.. persis kyk van speijkt yg datang dgn harpoon dan seacat… mdh2an jadi beli distroyer bkn wacanaaaa mulu… amiiiiin
Bisa jon.. yg penting ilmu dasarnya sudh di dapatkn.. 30FF itu termasuk light destroyer modern. Klo foto di atas itu destroyer lama.
Jdi untuk yg barunya sya dngar jpang mlakukan pengembangan bersama juga dngn indo.
Jadi beli yg mana nih finalnya?
Iver class? atau frigat Jepang? atau yg lainnya?
kebanyakan nego sana nego sini kliatannya, akhirnya bertahun-tahun kaga selesai2..
Katanya sih, Iver tetep jalan, tapi stop cuma 2 ekor, nggak akan nambah.
Opsi lain
Bisa pake RBS-15 MK 3/4 or type 12 asm (200-400 Km, Mach 0.88)
UNTUK element asm.untuk vl asrocnya bisa pake type 07.
Elemen SAM : bisa pake(ini yg susah) mau make Aster family diboikot, mau sm-2/3 uwak SAM mau kasih atw ora. Mungkin pake kembali ke awal komen saya pake redut/still mungkin pake 9M83/9M82.
Untuk Cannon : 1x 127 mm ottomelara
2/3×35 mm oerlikon millenium
Masalahnya Jepang punya standar sendiri, bakal beda coy, itu destro JDM wkwk
Dari video Mitsubishi Heavy Industry, 30FFM dirancang secara modular, sama seperti PKR, jadi jika Indonesia ngambil 30FFM, akan berbeda dengan 30FFM punya Jepang, dan nggak masalah karena 30FFM dibuat untuk ekspor juga, bukan cuma untuk kebutuhan JMSDF. Singkatnya, 30FFM bisa dipasang senjata Eropa idola TNI AL.
Biarlah yg lbh paham yg akan milih. Yaitu tni al sendiri. Mrk lbh paham spek apa yg cocok buat angkatan laut kita. Kita dukung aja sepenuhnya dg doa. Moga semua berjalan lancar.
Sepertinya nggak semuanya barang baru, karena dari rumor yang beredar, tawaran ini “setengah hibah”, makanya Indonesia serius menanggapi tawaran ini, bahkan katanya sedang disusun anggarannya karena harganya sudah dapet. Mungkin untuk menggantikan akuisisi Bremen yang gagal. 4 kapal bekas, 4 kapal baru dengan TOT bikin di Indonesia.
Dan ini tidak mengganggu project Iver, tapi mungkin Iver nggak akan nambah, cuma 2.
Tepat bung..spt wacana pak wowo yaitu pengadaan cepat alias crash pengalihan alutsista di jepang dlm artian 4 destro stngah bekas pakai dan 4 sisanya buat baru 30FFM frigat.semoga 4 unit medium destro bisa cepatt datang Murasame class besar kemungkinan krn ada 9 unit atau bisa Akizuki class.
Kapal perusak menurut negara2 lain = destroyer
Kapal perusak menurut RI = PKR (perusak kawal rudal) alias fregat atau bahkan light fregat
Perusak Kawal = Destroyer Escort. Wajarlah.
Bukan nya jepang paling pelit kalau soal TOT ya,karena mereka menganut sistem defensive military,bukan agressor lagi,jadi export alutsista sangat jarang di jepang,apalagi TOT
UU yg melarang ekspor teknologi alutsista mereka udah direvisi
Terima kasih Republik Rakyat Tiongok
Terima kasih Xi Jinping
Kalau untuk platform bisa banyak pilihan ,tapi arnamentnya yang menentukan .Jepang sangat amerika senjatanya sementara Indonesia bagi AS ,hanya teman jauh …nah disinilah akan banyak kendala.
Kalaupun jadi sepertinya akan ada TOT dari Jepang untuk buat destroyer dengan arnament disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kita.
Kongo class 20 unit dah cukup buat gelud di lcs
Klo saya lebih milih Ikazuki-class(ada 4 kapal/indo beli dua)Jepang punya yang lebih canggih Atago/愛宕(2)-Asahi/あさひ(2)-Maya/まや(1+1)-kongo/こんご(4) class.
Dan Murasame class abil 4 unit Jepang ada 9 kapal class ini.
Jepang masih ada Abukuma/あぶくま(6),Hatakazeはたかぜ(1),
Asagiri/あさぎり(8),Hatsuyuki/はつゆき(1),
Urusan persenjataan bisa dibuat hybrid kaya india(Sensor,sonar & processing system nya NATO/US, Armament-nya : Rusia(kalibr/Club, KH-35,Still(versi naval RUDAL BUK terbaru/still)
Catatan : Aster 15,Aster 30(block 0,Block 1nt, Block 2BMD)di boikot wkwk
Aya2 wae, Beli aja gorshkov sekalian😂
gak nyambung mas, nge link kemana ?
Ok lah dr pada yg ex Jerman
Tambahan min.. yg saya baca di the-japan-news.com itu dituliskan berikut.
“Menurut sumber tersebut, kapal perusak yang mungkin akan diekspor ke Indonesia termasuk 30FFM, yang direncanakan Jepang akan mulai beroperasi pada 2022. Kapal perusak tersebut dapat melakukan berbagai fungsi seperti pemindahan ranjau menggunakan pesawat tak berawak.
Indonesia telah memberi tahu Jepang bahwa mereka ingin mengimpor empat kapal dan membangun empat kapal lagi di Indonesia melalui transfer teknologi. Proyek ini diharapkan bernilai sekitar ¥ 300 miliar.”
Jadi nanti ada TOT nya juga.. semoga aja terealisasikan. 😁😁 amiin
ada duitnya??
As always, pembelian dalam nilai yang besar (major procurement) biasanya pakai PLN (Pinjaman Luar Negeri) alias ngutang.
Negara yg tadinya menjajah kita skrng jadi kawan baik.. hadeuhhh knapa mndadak gerah bnget ini ya?? Hallo tetangga.. pie kabare.. smoga baik² saja kalian. 😁😁
Belanda juga jadi kawan baik,udah berapa kali Indonesia pesen kapal sinyo,semua bisa jadi kawan baik kalau ada duit nya
Horee..harpun lagi, emang SM nya boleh sama uncle? apa mica lagi😀
Kayaknya senjata ngambil dari Eropa lagi deh, karena TNI AL inventorinya sebagian besar dari Eropa, kalau pun diijinkan beli senjata AS, jadi gado2 nanti, susah maintenancenya.
dari harpoon menjadi exocet dan kembali harpoon….daripada rudal 705 dipencet malah delay meluncur..wkwkwk… lawan RRC pakai rudal RRC…kasih yg delay aja lah..wkwkwk
Kemungkinan besar senjata dari US akan diganti dengan dari Eropa sebelum kapal dikirim.
Makay kemarin sempat bimbang dan bingung apa maksudy kunjungan perdana menteri baru Jepang dan pertemuan kedua menhan membahas pengalihan dan relokasi alutsista jepang ke Indonesia , ternyata destroyer bekas pakai yg di tawarkan pihak jepang , Indonesia hanya di jadikan tangan ke 3 untuk menghadapi kerakusan China , Jepang ,Amerika ,India dan yg lainy hanya cuci tangan ,gak bernyali
Nggak bernyali atau strategi jitu? Ngapain berdarah-darah kalau bisa menggunakan pihak ketiga. Sekarang jamannya “Proxy War”. Bukan cuma Amerika cs yang pake strategi ini. China menggunakan Pakistan dan Bangladesh. Rusia menggunakan Suriah dan kelompok pemberontak Ukraina. Indonesia menggunakan Fiji dalam menghadapi kengeyelan Vanuatu cs soal Papua, walau bukan dalam hal militer tapi diplomasi/politik. Tapi tetep, Indonesia pada dasarnya menggunakan strategi proxy.
Lucu lucu komena
Justru karena Indonesia lagi butuh banyak kapal buat menangkal china dan Jepang melihat itu. Sekalian jual murah lah. Indonesia juga cerdas, sadar bakal dijadikan bemper makanya milih Alutsista yg kuat sekalian.
jadi bagaimana harusnya? bikin sendiri belom bisa,beli baru dan ToT harus nunggu lama, beli bekas cepat jadi komentarnya ajaib2 semua…duit cekak aja mau minta yang aneh2 atau berkelas ya mana bisa bro…makanya kalau mau gak dijadikan tangan ke 3 harus punya nuklir seperti korut tapi penduduknya banyak yg miskin..
Ada cara yg lebih murah daripada punya nuklir. Baik cara penangkalnya maupun senjata pembalas serangan nuklir musuh.
8 destroyer loh..lumayan kapal dpt 4 murasame class sisanya 4 lagi buat baru di pt pal skema tot
Udah Cepetan Bungkus Gak pake lama, kalau gk punya uang bilang ke Saya nanti saya ambilkan dari kantong ajaib….
kalo bukan Maya/Atago Class mending juga ngelobi Udaloy/Sovremennyy bahkan Shkval class sekalipun dgn paket bundling nya tsirkon x kalibr markotops buat efek deterrent regional.
masa negara sebesar dan seluas IDN disodorin medium destroyer class…TAPIR!!!
Udah tahu kita itu kesulitan beli barang dari Rusia. Indonesia beli senjata ke mana pun (Amerika, Eropa, Rusia) nggak pake cash, tapi ngutang/nyicil. Jadi harus ada bank penjamin. Dan sekarang karena Rusia kena banned, nggak ada bank yang mau jadi penjamin. Kecuali kalo Indonesia punya uang dollar cash.
Wong rusia sendiri lebih butuh kaprang tuh udaloy biar antik diupgrade terus.
Jaman Pak Pur itu Indonesia udah ditawarin 10 biji kilo bekas Rusia, nyatanya ditolak juga tuh.
Lha maunya si Typhoon ato Akula biar bisa cosplay kek di film Red October malah ditawarin kasel karatan bekas soviet 20 tahun mangkrak.
Apapun jenis kapal perang perusaknya, faktor utama yang paling penting yaitu sensor dan persenjataannya. Kemudian kecepatan dan daya jelajahnya. Lalu operasional, maintenance, dan servisnya.
Wah, Indonesia bakal dapet paket Kancolle limited edition terbaru nih. Sasuga Sugasan.
Yakin slah satu kaprangnya akan dinamai KRI VVIBU
2 unit Destroyer ex Jepang untuk TNI AL .. Oke lah.
Model kapalnya masih jadul,blm siluman
Mungkin untuk kelas destroyer, stealth bukan prioritas. Persenjatannya sudah “wah”, dirancang buat gebuk dari pintu depan, bukan mengendap-ngendap dari samping atau belakang. Amerika juga sama, destroyernya ya seperti begini.
Kapal Destroyer Jepang dibuat berdasarkan Standard NATO artinya bisa berkomunikasi dengan KRI yang lain y..Radar dan Persenjataanya dari Jepang jg..? Kalau jd ga kebayang ada Herder di Laut Natuna buat ngejar2 kapal China..😂
Takutnya kita punya harder si china punya pitbull…bisa habis tuh harder
Nippon Tjahaja Asia…..
Nippon Tjahaja Asia
Nippon Pelindung Asia
Nippon Pemimpin Asia
Btw apakah ini akuisisi yg berbeda dgn kapal multimission frigate FFM mengingat ini pengadaan kapal perusak dan dawuh mbah emperor ttg butuh yg cepat bekas lgsung pakai?
Semoga dikirim Yamato Class ke Indonesia.
Mengingat Indonesia bukan sekutu pertahanan Jepang maka proyeksi ToT yg akan diberikan hanya sebatas kapal OPV atau kapal CG ukuran besar. Atau kalo terbetik ekspor, bisa aja menawarkan F-3 Shinshin yg baru dibuat MHI. Lumayan kan dapet Pespur setara Gen-6. Tapi ya gak menutup kemungkinan Asagiri Class atau Hatsuyuki Class diberikan ke Indonesia.
Komentar kok kontradiktif dek
Bukan sekutu pertahanan dan berspekulasi dibatasi ekspor alutsista mlah mengharap F-3 ishinishin yg proyek strategis militer mereka.
Isin dek.
Ya sapa tau buat gantiin KFX. Mau tau reaksi Korsel bakal gimana ntar, pasti lucu banget tuh.
Mantan……….jangan beli yg lewat agen Pak, lumayan loh marginnya agen kalo dipake buat melengkapi persenjataan 🤣🤣🤣
#emang TOT PKR pake agen 🤔
Barangkali bisa dapat 2 destroyer+2 kapal untuk bakamla
Syukur2 besok tuan takur bolliwood bisa memberikan pusaka2nya.
No komen Icbm = Zulheri Kw
Tenang Dhek Zul Here, destroyer Jepang isinya lebih kuat dari icbm. Ntar isinya Gundam.