P6-ATAV V3 – Rantis Serbu ‘Lapis Baja’ Kopasgat, Dilengkapi RCWS dan Gunshot Detection System

Punya tupoksi melindungi kawasan pangkalan udara, Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat) TNI AU telah dikerahkan dalam pengamanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang menjadi akses utama penerbangan VIP/VVIP selama KTT G20 di Bali. Terkait dengan hal tersebut, Kopasgat membawa beberapa alutsista dan perlengkapan andalannya

Baca juga: P6-ATAV – Rantis Serbu ‘All Terrain’ Terbaru Kopassus TNI AD

Beberapa arsenal yang dikerahkan Kopasgat dalam KTT G20 mencakup rudal hanud MANPADS Chiron, kendaraan M3CS (Command Center), drone intai Orbiter, senjata anti drone, rantis serbu P6-ATAV, P2 Komando, Junkle Hunter, EOD Invander dan radar mobile Smart Hunter. Di antara yang disebutkan, P6-ATAV (All Terrain Assault Vehicle) yang dioperasikan Kopasgat terbilang unik, yakni P6 ATAV V3.

Meski Kopasgat bukan satuan pertama TNI yang mengoperasikan ATAV, namun varian P6-ATAV V3 punya ciri yang berbeda dibandingkan varian sebelumnya yang dirancang serba ‘terbuka’ ala rantis Flyer 4×4.

P6-ATAV V3 hadir dengan proteksi lapis baja pada area kompartemen, proteksi lapis baja nampak digunakan pada keempat pintu, termasuk kaca jendela, kemudian di kaca depan, kesemuanya terproteksi lapis baja untuk menahan terjangan proyektil kaliber sedang dan ringan. Lain dari itu, seperti bagian belakang dan depan kendaraan, tidak dilengkapi proteksi lapis baja.

Meski memberikan proteksi pada awak rantis, tak bisa dipungkiri bahwa penggunaan material lapis baja ikut mendongkrak bobot kendaraan ini. Tingkat perlindungan balistiknya berada pada level 1 STANAG yang artinya dapat bertahan dari gempuran senapan serbu kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm. Sementara kaca balistiknya tahan terhadap gempuran proyektil kaliber 9 mm.

Rantis produksi PT SSE (Surya Sentra Ekajaya) punya siluet rendah dan diawaki empat prajurit bersenjata lengkap termasuk pengemudi. Sebagai persenjataan bela diri dan untuk bertempur, P6-ATAV V3 dibekali konsol senjata dengan RCWS untuk kendali senapan mesin kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm.

P6-ATAV V3 juga dilengkapi perangkat Gunshot Detection System yang dipasang di bagian belakang. Alat ini bisa mendeteksi adanya tembakan dari lawan dan digunakan melacak arah datangnya tembakan tersebut. Selanjutnya operator RCWS bisa mengambil tindakkan untuk melakukan tembakan basalan ke posisi lawan.

Baca juga: Bila Indonesia Punya P6-ATAV, Maka Singapura Punya LSV MKII

P6-ATAV punya panjang 4,6 meter, lebar 2,3 meter dan tinggi 1,5 meter. Untuk urusan dapur pacu, P6-ATAV disokong mesin turbo diesel 4 silinder 2.400 cc. Kekuatan mesinnya mencapai 149 hp. Seperti halnya Flyer 4×4, posisi mesin ditempatkan di bagian belakang. Sebagai kendaraan dengan kemampuan offroad kelas super, P6-ATAV mengusung independent suspension, dan winch khas kendaraan offroad. (Gilang Perdana)

2 Comments