Evolusi Drone Kamikaze Geran 2 (Shahed-136) Rusia: Kini Dipersenjatai Rudal Igla-S untuk Buru Helikopter Ukraina

Industri pertahanan Rusia kembali mengejutkan para pengamat militer global melalui inovasi terbaru pada platform drone tempur (UCAV) andalan mereka, Geran 2 (versi lisensi dari Shahed-136). Setelah sebelumnya sempat terlihat menggotong rudal udara ke udara R-60, kini sebuah rekaman video terbaru mengungkap transformasi yang lebih ekstrem, yaitu pemasangan sistem rudal pertahanan udara panggul (MANPADS) Igla-S pada badan drone tersebut.
Baca juga: Drone Kamikaze Rusia Geran 2 (Shahed-136) Dibekali Rudal Udara ke Udara Jarak Dekat R-60
Langkah ini menandai pergeseran peran Geran 2 dari sekadar drone kamikaze penghancur infrastruktur darat menjadi platform interseptor udara yang mampu melakukan misi pengawalan maupun penyergapan terhadap aset udara musuh dalam jarak jauh.
Pemasangan Igla-S pada Geran 2 diduga kuat bertujuan untuk memberikan kemampuan self-defense atau pertahanan diri aktif bagi kawanan drone tersebut. Selama ini, drone Geran 2 sering menjadi mangsa empuk bagi helikopter pencegat atau drone interceptor Ukraina karena kecepatannya yang rendah.
Dengan adanya Igla-S, Geran 2 kini bisa berbalik arah menjadi pemburu. Skenario utamanya adalah menjebak helikopter lawan atau pesawat pengintai yang mencoba mendekat untuk menjatuhkan drone tersebut. Begitu target berada dalam jangkauan, rudal Igla-S akan dilepaskan, memberikan kejutan mematikan bagi pilot lawan yang menyangka mereka hanya berhadapan dengan drone kamikaze tanpa senjata penangkis.

Mengoperasikan rudal MANPADS dari sebuah drone jarak jauh memerlukan integrasi sistem kendali yang kompleks. Karena Igla-S adalah rudal pencari panas (heat-seeking), maka drone Geran 2 kini diyakini telah dilengkapi dengan kamera elektro-optik atau sensor inframerah tambahan yang mengirimkan umpan balik video secara real-time kepada operator melalui tautan satelit atau relai drone lain.
Operator yang berada di pangkalan belakang bertugas memantau visual dari kamera drone. Begitu target udara terdeteksi di layar, operator akan melakukan “lock-on” menggunakan sensor pemandu rudal.
A closer look at a Russian Shahed/Geran-type long-range UAV equipped with Igla-S MANPADS. https://t.co/zH7Iyn4ebv pic.twitter.com/2irPQQeUpD
— Status-6 (Military & Conflict News) (@Archer83Able) January 4, 2026
Setelah sistem memberikan sinyal bahwa target terkunci (suara tone khas pada sistem Igla), operator akan menekan tombol pemicu secara jarak jauh. Sinyal digital akan dikirimkan untuk mengaktifkan baterai termal rudal dan melepaskan kuncian mekanis, meluncurkan Igla-S menuju sumber panas mesin pesawat lawan.
Igla-S (9K338) bukan sekadar rudal panggul biasa; ini adalah varian tercanggih dalam keluarga Igla yang memiliki reputasi tempur tinggi. Keunggulannya meliputi:
Igla-S mengusung pemandu inframerah dual band: yang mampu membedakan antara panas mesin pesawat dengan pengecoh (flare), sehingga sangat sulit untuk dikelabui oleh sistem pertahanan musuh.
Rusia Tawarkan India Produksi Secara Lokal Rudal Hanud MANPADS Igla-S
Igla-S dilengkapi dengan mekanisme pemicu jarak (proximity fuse) dan massa peledak yang lebih berat, meningkatkan peluang hancurnya target meskipun rudal tidak menghantam langsung badan pesawat.
Rudal pemburu panas ini mampu menjangkau target hingga jarak 6 kilometer dengan ketinggian operasional hingga 3,5 kilometer. Kecepatan rudal ini mencapai Mach 1.9, membuatnya sangat sulit dihindari oleh helikopter atau drone lain.
Dalam misi serangan jarak jauh ke Ukraina, Rusia diduga menjalankan taktik “pendampingan”. Beberapa unit Geran 2 standar yang membawa hulu ledak peledak tinggi dikawal oleh satu atau dua unit Geran-2 yang dipersenjatai Igla-S.
India dan Rusia Mencapai Kesepakatan Produksi Rudal MANPADS Igla-S Secara Lisensi
Jika tim pertahanan udara Ukraina mencoba mendekat menggunakan helikopter Mi-8 atau Mi-24 untuk menembaki drone-drone tersebut dari samping, unit “pengawal” bersenjata Igla-S akan segera merespons. Skenario ini secara efektif menciptakan zona pertahanan udara yang bergerak di dalam wilayah udara musuh, memperumit strategi intersepsi yang selama ini dianggap cukup efektif oleh pihak Ukraina.
Integrasi Igla-S pada Geran 2 membuktikan bahwa batas antara drone kamikaze dan pesawat tempur nirawak semakin tipis. Inovasi ini memaksa Ukraina untuk memikirkan kembali taktik pencegatan mereka, karena sekarang setiap drone yang melintas di langit tidak hanya bisa meledakkan diri di darat, tetapi juga bisa menembak jatuh pesawat atau helikopter dari udara. (Gilang Perdana)
Ukraina Luncurkan UGV Dengan Peluncur Rudal MANPADS 9K38 Igla



Berakhir sudah zaman emas heli tempur yg mehong, di cegat gerombolan mas Geran + igla yg murah bisa nyungsep😁