Drone Kamikaze Rusia Geran 2 (Shahed-136) Dibekali Rudal Udara ke Udara Jarak Dekat R-60

Sebagai ‘pemain’ awal dalam operasi militer Rusia di Ukraina, nama drone kamikaze Shahed-136 masih eksis, dan terus dioperasikan dengan sejumlah inovasi untuk menyesuaikan kebutuhan akan misi barunya. Sebagai bukti adalah Geran 2, yakni varian Shahed-136 yang diproduksi oleh Rusia, ternyata kini punya peran baru untuk melancarkan serangan ke sasaran di udara.
Baca juga: Lima Fakta “Geran 2” – Drone Kamikaze Shahed-136 Produksi Rusia
Awalnya tak ada yang mengira, bahwa Geran 2 yang terbilang drone berukuran mini, ternyata mampu membawa dan meluncurkan dua rudal udara ke udara R-60 (kode NATO AA-8 Aphid).
Alexander Stepanov, pakar militer di Institute of Law and National Security at the Russian Presidential Academy of National Economy and Public Administration (RANEPA) mengatakan kepada Kantor Berita Rusia Tass, “Versi terbaru Geran 2 yang dilengkapi rudal udara ke udara R-60 menimbulkan ancaman besar bagi jet tempur, helikopter, dan drone Ukraina.”
Keunggulan utama rudal R-60 adalah jumlahnya yang besar, sekitar 30.000 unit telah diproduksi (peninggalan era Soviet). Memang, rudal ini jarak pendek, dengan radius tembak maksimum, menurut berbagai perkiraan, berkisar antara 7 hingga 10 km, tetapi rudal ini memiliki fitur unik, yaitu dilengkapi perangkat pencari target berbasis infra-merah.
Video of a Russian Shahed / Geran-2 OWA UAV equipped with an R-60 air-to-air missile downed by the 412th Nemesis Brigade’s Darknode battalion with a Sting interceptor from @wilendhornets. https://t.co/QkWH79sXfHhttps://t.co/w3BS2MaRwq pic.twitter.com/f6VE4uNmu2
— Rob Lee (@RALee85) December 1, 2025
“Jangkauan rudal R-60 dipandang cukup bagi Geran 2 untuk mencegat pesawat yang akan melawan drone kami, yaitu helikopter dan pesawat tempur pencegat, serta berbagai jenis drone pengintai dan serang berat, termasuk drone seperti Baba Yaga [drone pengebom] Ukraina,” ujar Stepanov.
Keberadaan Geran 2 yang dilengkapi rudal R-60 pertama kali terungkap setelah drone kamikaze tersebut ada yang ditembak jatuh oleh sistem anti drone milik Ukraina. Rudal R-60 dipasang menggunakan semacam peluncur rel yang dipasang di atas fuselage.
Beredar Video Pabrik Drone Kamikaze Shahed-136 (Geran 2) di Rusia Telah Beroperasi
R-60
Rudal R-60 adalah salah satu rudal udara-ke-udara jarak dekat berpemandu infra-merah yang paling ringan dan lincah yang pernah dikembangkan oleh Uni Soviet. Rudal ini dirancang khusus untuk pertempuran jarak dekat (dogfight) dan dikenal karena ukurannya yang kecil dan kemampuan manuvernya yang tinggi.
🇷🇺🇺🇦 Los ucranianos comenzaron a difundir la noticia de que las Fuerzas Armadas de Rusia habían instalado en los “Geran” un misil aire-aire para interceptar sus aviones y helicópteros que intentan derribar drones
“Hoy, por primera vez, el enemigo, probablemente, utilizó un dron… pic.twitter.com/ZqRNCJRV83
— 𝐄𝐮𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐍𝐞𝐰𝐬 📰💻 (@EurekaNews10) December 1, 2025
Pengembangan rudal R-60 dimulai pada akhir tahun 1960-an oleh Biro Desain Molniya (yang kemudian menjadi bagian dari Vympel NPO), produsen utama sistem persenjataan udara Uni Soviet. Produksi serial R-60 dimulai pada tahun 1973, dan rudal ini mulai memasuki layanan operasional di Angkatan Udara Soviet pada tahun 1974 dengan desain awal yang dikenal sebagai R-60T (Aphid-A).
Pada saat diperkenalkan, R-60 adalah rudal udara-ke-udara teringan di dunia, yang memungkinkan pesawat tempur Soviet seperti MiG-21 dan MiG-23 membawa muatan rudal yang lebih banyak tanpa mengorbankan performa. Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk menembak sasaran pada jarak yang sangat dekat, sekitar 300 meter. (Gilang Perdana)



doktrin yang pada dasarnya defensive ya AAM yang agak nyeleneh jelas tidak heran
“Keunggulan utama rudal R-60 adalah jumlahnya yang besar, sekitar 30.000 unit telah diproduksi (peninggalan era Soviet).”
Seperti yang sudah diulas, dikembangkan tahun 1960-an kemudian diproduksi tahun 1973 dan masuk layanan 1974. Rudal udara ke udara jarak pendek ringan yang sudah kenyang makan asam garam pertempuran