Diuji di Langkat, Paskhas Gunakan Roket Anti Tank M80 Zolja

(TNI AU)

Keberadaan senjata bantu infanteri yang satu ini sudah terdeteksi lama digunakan oleh TNI, dari postingan Indomiliter.com pada Maret 2018, disebut roket anti tank/anti perkubuan ini telah digunakan oleh Indonesia dan Singapura. Kabarnya, senjata berlabel M80 Zolja ini dipakai oleh TNI AD, meski begitu, belum pernah terdengar atau terlihat prajurit TNI berlatih menggunakan senjata buatan Serbia ini. Namun, belum lama ini ada informasi yang menguatkan penggunaan M80 Zolja.

Baca juga: M80 Zolja – Disebut Sebagai Tiruan M72 LAW, Kabarnya Juga Digunakan Infanteri TNI AD

Dikutip dari medanekspres.com (28/3/2021), disebutkan prajurit Kompi Bantuan Batalyon Komando 469 Paskhas Pancawara melaksanakan menembak Senjata Lawan Tank (SLT), Mortir 81, Mortir 60 dan Senapan Pelontar Granat (SPG) di daerah latihan kawasan Namu Sira-Sira Kabupaten Langkat Sumatera Utara pada 26 Maret 2021. Yang menarik dari latihan tersebut adalah sosok SLT yang diuji tembak oleh personel Paskhas dengan sasaran di atas perbukitan.

Dari pengamatan foto-foto yang diposting, kuat dugaan SLT yang digunakan prajurit Paskhas adalah M80 Zolja (Wasp – dalam bahasa Inggris), senjata anti tank dengan peluncur disposable (sekali buang). M80 Zolja lumayan kondang dipasaran, lantaran senjata ini merupakan copy-an dari roket anti tank M72 LAW (Light Antitank Weapon). Sebagai informasi, M72 LAW adalah roket anti tank dengan peluncur disposable yang kondang sejak era Perang Vietnam sampai Perang Afghanistan.

(TNI AU)

M80 Zolja adalah peluncur roket anti tank kaliber 64 mm buatan Sloboda Čačak, manufaktur senjata dari Serbia. Merujuk informasi yang kami dapat, M80 mulai dikembangkan sejak 1980, saat Serbia masih bernaung dalam Yogoslavia. Dan sampai saat ini M80 dalam status masih diproduksi oleh Serbia dan Macedonia.

M80 Zolja terbuat dari bahan fibre reinforced plastic dengan bobot hanya 3 kg, sehingga memudahkan dibawa oleh seorang personel infanteri. Walau ada embel-embel senjata anti tank, penggunaan roket anti tank justru kebanyakan adalah untuk menyasar target berupa basis perkubuan lawan hingga bunker.

M80 Zolja menggunakan model telescoping, untuk menyiapkan peluncur roket ke kondisi siap tembak, penembak tinggal menarik pin yang mengunci penutup tabung disisi belakang. Tabung peluncur M80 kemudian direntangkan dengan menarik rumah pisir pejera kea rah berlawanan. Saat tabung tertarik, maka mekanisme picu ikut terkokang. Tiang pisir pejera naik dengan sendirinya, dan penembak tinggal menyesuaikan garis-garis pada pisir dengan tiang pejera dan memperkirakan jarak antara posisinya dengan sasaran. Setelah penembak meyakini gambar sasaran, penembak melepaskan picu pengaman dan menekan pelatuk.

Panjang peluncur dalam kondisi dibentangkan (siap tembak) 1.200 mm, sementara dalam kondisi tertutup 800 mm. Bila bobot totalnya hanya 3 kg, jika bicara peluncur saja, beratnya 1,58 kg, dan berat roket 1,42 kg.

Dari segi kemampuan, proyektil roket M80 dapat melesat sejauh 1.280 meter, namun jarak tembak efektif M80 adalah 220 meter. Kecepatan luncur proyektil M80 ialah 190 meter per detik, dan dipercaya dapat menembus lapisan baja 300 mm dari jarak tembak efektif. Dalam keadaan mendesak, M80 dapar ditembakkan dalam jarak 10 meter dari sasaran.

Baca juga: Korps Paskhas Tampilkan Instalaza C90-CR Sebagai Senjata Bantuan

Selain M80 Zolja, Paskhas juga menggunakan Instalaza C90-CR, senjata anti perkubuan buatan Spanyol yang juga berpeluncur disposable. (Bayu Pamungkas)

10 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *