Filipina Tambah 6 Wildcat: Perkuat Armada Helikopter AKS Angkatan Laut

Meski postur Angkatan Laut Filipina tergolong kecil, namun akan dibuat ‘berotot’, termasuk pada sistem senjata armada terpadu, bila saat ini hanya ada dua kapal perang permukaan yang dilengkapi helikopter serang/anti kapal selam (AKS/ASW), maka kekuatan udara maritim akan digenjot, yakni nantinya delapan kapal perang setara fregat masing-masing akan dilengkapi Leonardo AW159 Wildcat.
Merujuk pada Laporan Pemantauan Pengadaan (Procurement Monitoring Report) Departemen Pertahanan Nasional, secara eksplisit mencantumkan proyek untuk mengakuisisi enam unit tambahan helikopter anti kapal selam, dengan nilai proyek sekitar ₱42.290 miliar atau setara US$749 juta. Rencana ini diperbarui dan dikonfirmasi masuk dalam fase Horizon 3 dari Program Modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina (RAFPMP).
Sekretaris Pertahanan (Menteri Pertahanan) Gilberto Teodoro Jr. pada pertengahan September telah menyatakan di sidang anggaran kongres bahwa mereka sedang menegosiasikan pengadaan helikopter ASW tambahan untuk kapal perang terbaru Angkatan Laut.
Meskipun Ia tidak menyebutkan nama pabrikan secara langsung (untuk alasan kerahasiaan pengadaan), Teodoro telah memberikan petunjuk kuat, bahwa “tidak masuk akal untuk memiliki platform yang berbeda lagi” (“it doesn’t make sense to have a different platform anymore”) dalam pengadaan helikopter ASW, untuk menghindari biaya re-tooling dan memastikan konsistensi operasional.
Siap Tempur, AW159 Wildcat AL Filipina Dipasangi Rafael Spike Datalink Antenna
Pernyataan ini secara luas diinterpretasikan oleh analis pertahanan sebagai konfirmasi tidak langsung bahwa mereka akan tetap memilih AW159 Wildcat (platform yang sudah dioperasikan dua unit oleh Angkatan Laut Filipina).
Laporan-laporan ini mengutip sumber-sumber di industri dan dokumen pengadaan yang menunjukkan bahwa perusahaan pembuat Wildcat, Leonardo UK, berada di jalur yang tepat untuk mengamankan kontrak tambahan enam unit helikopter tersebut.
AL Filipina Terima AW159 Wildcat, Helikopter Anti Kapal Selam dengan Radar AESA
Akuisisi Wildcat tambahan ini masuk dalam rencana Horizon 3 dari Program Modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina yang mencakup tahun 2023 hingga 2028.
Angkatan Laut Filipina memprioritaskan helikopter AW159 Wildcat karena platform ini telah terintegrasi dengan baik dengan kapal-kapal perang modern mereka dan sudah membuktikan kemampuannya, termasuk peluncuran rudal Spike NLoS baru-baru ini.
K745 Blue Shark, Inilah Torpedo pada Helikopter AW159 Wildcat AL Filipina
Tujuan utama dari penambahan helikopter ini adalah untuk memastikan setiap kapal perang utama memiliki pasangan helikopter ASW yang mumpuni. Filipina saat ini memiliki dua fregat Jose Rizal class (FF-150 dan FF-151), dan setiap fregat membutuhkan satu Wildcat.
Filipina juga sedang mengakuisisi fregat baru dari Hyundai Heavy Industries (HHI) (2 unit) dan merencanakan kapal korvet tambahan di bawah Horizon 3 Program Modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina (RAFPMP). Wildcat tambahan akan dipasangkan dengan kapal-kapal baru ini. (Gilang Perdana)



Pejabat Pinoy kurang nyari cuan rupanya, setidaknya mobil dinas pejabatnya disana harusnya minimal xxxxxx
@Tukang Ngitung: kalo begitu kita berinisiatif buat tim penataan alutsista dan perencana strategi beranggotakan pakar-pakar dari indomiliter dan portal militer lainnya saja, untuk ingatkan terus pemerintah soal pengadaan alutsista juga ada fungsi pengawasan publiknya? 👍😁
Filipina pengadaan alutsista walaupun kecil tetapi kelihatan tertata dan terencana dengan baik.
Kita ? Terlihat wah tetapi terkesan tidak rapi, tidak terencana, kesusu, grusa-grusu, aji mumpung, coba-coba, kelinci percobaan, memburu fee dan ngawur.