Langkah ofensif Beijing di Laut Cina Selatan, khususnya yang terkait konflik dengan Filipina, rupanya menuai ganjalan, pasalnya Angkatan Darat AS (US Army) tetap mempertahankan penggelaran Typhon Weapon System di Pulau Luzon. Typhon Weapon System yang berintikan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk dan rudal hanud jarak jauh SM-6, telah menciptakan efek deteren. (more…)
Saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto pernah mengunjungi paviliun Brahmos Aerospace di Naval Defence & Maritime Security Exhibition (NAVDEX) 2023 pada 23 Februari 2023 di Abu Dhabi. Meski tidak ada pernyataan tentang rencana akuisisi Brahmos, namun, kunjungan pejabat pertahanan Indonesia telah memicu spekulasi, seperti kemungkinan bahwa rudal jelajah supersonik India – Rusia ini masuk dalam daftar belanja alutsista RI. (more…)
Intelijen Cina boleh jadi kena ‘prank’, pasalnya Typhon Weapon System memang telah diangkut menggunakan pesawat angkut berat C-17 Globemaster III dari Bandara Internasional Laoag, di Laoag, Filipina. Namun, bukannya dibawa ke luar wilayah Filipina, namun Typhon Weapon System yang mampu menyerang wilayah Cina, hanya dipindahkan ke lokasi yang masih berada di Pulau Luzon, Filpina. (more…)
Setelah F/A-18E/F Super Hornet, pengebom B-1B Lancer, pesawat intai maritim P-8A Poseidon dan F-35C Lightning II. Kini ada kabar terbaru, bahwa jet tempur F-15E Strike Eagle dan F-15EX Eagle II milik Angkatan Udara AS (USAF), akan bergabung sebagai wahana peluncur rudal anti kapal jarak jauh, AGM-158C Long Range Anti-Ship Missile (LRASM). (more…)
Sejak pengiriman perdana pada pertengahan April 2024, media lokal di India menyebut kontrak akuisisi baterai rudal Brahmos LACM (Land Attack Cruise Missile) atau rudal anti kapal untuk fungsi pertahanan pantai – Shore-Based Anti-Ship Missile System (SBASM) pesanan Korps Marinir Angkatan Laut Filipina, telah dituntaskan. (more…)
Meski belum ada konfirmasi dari pihak terkait, media lokal India menyebut bahwa Indonesia dan Malaysia telah menyatakan minat untuk mengadopsi rudal jelajah udara ke permukaan supersonik Brahmos ALCM (Air Launched Cruise Missile). Disebut bahwa kedua negara berminat untuk mengintegrasikan Brahmos ALCM pada jet tempur Sukhoi Su-30. (more…)
Banyak netizen di Indonesia yang terpukau sekaligus iri saat mendengar Vietnam mampu memproduksi rudal anti kapal pesir VSM-01A (Song Hong), yang termasuk dalam Truong Son (VCS-01) Mobile Coastal Defense Missile System. (more…)
Seperti halnya Exocet dan Harpoon, rudal anti kapal (Robotsystem-15) RBS-15 besutan Saab dapat diluncurkan dari multi platform – kapal permukaan, jet tempur dan sebagai rudal anti kapal pesisir atau mobile coastal defense missile system. Dan untuk yang disebut terakhir, ada kabar pembaruan yang dilakukan oleh militer Swedia. (more…)
Punya konsistensi dan fokus dalam pengembangan alutsista, rupanya berbuah manis untuk Negeri Nguyen. Dalam Vietnam Defence 2024 (19 – 22 Desember 2024) di Hanoi, Viettel Group, selain mengembangkan sistem hanud anti drone V-EMP/S High Powered Electromagnetic Pulse Countermeasure System, juga sukses memproduksi rudal anti kapal berbasis pesisir atau coastal anti-ship missile defense systems. (more…)
Rudal jelajah anti kapal berbasis pesisir atau coastal anti-ship missile defense systems, mengemuka sebagai opsi pertahanan yang efektif dan efisien untuk melindungi zona ekonomi eksklusif. Melihat kebutuhan pasar, Tactical Missiles Corporation telah meluncurkan Rubezh-ME, yakni kombinasi sistem rudal anti kapal dan radar di dalam satu kendaraan. (more…)