BTR-22 8×8: Revolusi Ranpur Rusia Bergaya Barat di World Defense Show 2026

Menjelang pameran pertahanan World Defense Show 2026 (8-12 Februari 2026) di Riyadh, Arab Saudi, Rusia dikabarkan telah mempersiapkan produk kendaraan tempur (ranpur) lapis baja terbaru, yaitu dengan kemunculan ranpur BTR-22 8×8, yang didatangkan menggunakan pesawat angkut berat Ilyushin Il-76.
Baca juga: Legioner RBM: Rantis Lapis Baja 4×4 Rusia untuk Logistik dan Dukungan Tempur
Seolah mendobrak tradisi desain era Uni Soviet, BTR-22 hadir dengan filosofi rancangan yang jauh lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan peperangan asimetris masa kini. Langkah strategis ini mencerminkan upaya Rusia untuk memberikan solusi kendaraan tempur yang tidak hanya tangguh di medan perang, tetapi juga memiliki daya tarik tinggi bagi pasar ekspor global, terutama negara-negara yang menginginkan ranpur dengan standar ergonomis dan keamanan ala Barat namun dengan efisiensi biaya yang tetap kompetitif.
BTR-22 diproduksi oleh Military Industrial Company atau yang lebih dikenal dengan nama VPK (Voyennaya Promyshlennaya Kompaniya). VPK jugalah yang sebelumnya memproduksi seri BTR-80 dan BTR-82 yang legendaris, serta mengembangkan platform Bumerang 8×8.
Dalam proyek BTR-22, VPK mengambil pendekatan jalan tengah, mereka menggunakan keahlian sasis roda ban dari seri BTR lama yang sudah teruji, namun menggabungkannya dengan tata letak modern (mesin depan, rampa belakang) yang dipelajari dari pengembangan proyek Bumerang.
Russian BTR-22 armored personnel carriers, BMDU “Ballista,” “Planshet-A” wheeled artillery command vehicles, and 300mm Sarma High-Precision Multiple Launch Rocket Systems (MLRS) mounted on the KAMAZ-63501 armored chassis, delivered by Rosoboronexport to Saudi Arabia for the… pic.twitter.com/fHVhXJ9JNM
— OSINTWarfare (@OSINTWarfare) January 29, 2026
Filosofi utama di balik BTR-22 adalah peningkatan drastis pada aspek keselamatan personel, sebuah pelajaran berharga yang dipetik langsung dari berbagai konflik modern. Berbeda dengan seri BTR-80 atau BTR-82 yang menempatkan mesin di bagian belakang dan memaksa pasukan keluar melalui pintu samping yang sempit, BTR-22 mengadopsi tata letak mesin di bagian depan.
Perubahan radikal ini memungkinkan terciptanya kompartemen pasukan yang lebih luas di bagian belakang, lengkap dengan pintu rampa otomatis. Desain ini memungkinkan prajurit untuk keluar-masuk kendaraan dengan perlindungan maksimal dari lambung kapal saat berada di bawah tembakan musuh, sebuah fitur yang selama ini identik dengan ranpur modern seperti Bumerang 8×8 atau keluarga Stryker dan LAV milik Barat.
🇷🇺🇸🇦 Video from today’s unloading of BTR-22 brought by Rostec to World Defense Show 2026 in Saudi Arabia.#Russia #Russian #Russians #Today #Military #Army #BTR22 #APC #IFV #Armored #Saudi #Expo #Tactical #Desert #Rostec #Video pic.twitter.com/lCwjuqVB89
— TheGreyPatriot (@TheGreyPatriot_) January 29, 2026
Menilik spesifikasi teknisnya, BTR-22 dengan bobot 20 ton ditenagai mesin diesel bertenaga 330 hingga 360 tenaga kuda. Kekuatan mesin ini mampu memacu kendaraan hingga kecepatan maksimum 80-85 km/jam di jalan raya dengan jangkauan operasional mencapai 800 kilometer.
Keunggulan mobilitas BTR-22 tidak hanya terbatas di darat, karena BTR-22 tetap mempertahankan kemampuan amfibi penuh, yang memungkinkannya melintasi rintangan air dengan lancar. Di dalam lambungnya, kendaraan ini mampu mengangkut hingga 11 personel, yang terdiri dari 3 awak kendaraan (komandan, pengemudi, dan operator senjata) serta 8 pasukan infanteri bersenjata lengkap yang duduk di kursi khusus penahan efek ledakan (anti-blast seats).
Siap Diterjunkan ke Medan Perang, Rusia Tampilkan Varian Baru BTR-82A 8×8 Ballista
Sistem senjata yang menjadi andalan BTR-22 adalah modul tempur “Ballista” atau menara kendali jarak jauh yang mengusung kanon otomatis 2A42 kaliber 30 mm sebagai senjata utama. Kanon ini memiliki reputasi tinggi karena mampu menghantam target udara maupun darat dengan akurasi tinggi, didukung oleh senapan mesin koaksial PKTM 7,62 mm.
Untuk menghadapi target lapis baja berat, sistem ini juga dapat dilengkapi dengan peluncur rudal anti-tank Konkurs-M. Seluruh sistem persenjataan ini diintegrasikan dengan perangkat optik siang-malam PNK yang canggih, lengkap dengan pencitraan termal dan pengintai laser untuk memastikan dominasi di medan tempur dalam kondisi cuaca apa pun.
VPK-7829 Bumerang – Opsi Ideal untuk Gantikan Posisi BTR-80A Korps Marinir
Aspek proteksi menjadi salah satu lompatan terbesar pada BTR-22 dibandingkan pendahulunya. Lambung kendaraannya dibangun dengan baja khusus yang mampu menahan terjangan peluru kaliber 12,7 mm dari segala arah. Selain itu, desain lambung bagian bawah yang berbentuk “V” dirancang secara khusus untuk memecah energi ledakan ranjau atau IED setara 2 kg hingga 6 kg TNT, sehingga meminimalisir risiko cedera pada personel di dalamnya.
Menghadapi ancaman modern berupa drone FPV, BTR-22 juga dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik (EW) LGSh-689 dan jaring pelindung anti-drone, menjadikannya salah satu kendaraan tempur paling siap menghadapi dinamika medan perang masa depan di panggung World Defense Show 2026. (Gilang Perdana)
VPK Company Tampilkan Ranpur Bumerang 8×8 dengan Proteksi Ekstra


