Update Krisis IranKlik di Atas

Belum Pernah Operasikan Kapal Selam, Arab Saudi Incar Kapal Selam Todaro Class (Type 212A)

Sebagai salah satu kekuatan militer paling dominan di Timur Tengah dengan anggaran pertahanan yang masuk dalam jajaran tertinggi di dunia, Arab Saudi selama ini memiliki sebuah celah mencolok dalam struktur pertahanannya, yaitu ketiadaan armada kapal selam.

Baca juga: Kapal Selam Type 212A Jerman Mengalami Kebocoran, Penyebab Diduga Berasal dari Tabung Torpedo

Padahal secara geografis, Arab Saudi memiliki garis pantai yang sangat panjang, membentang di sepanjang Laut Merah di barat dan Teluk Arab di timur. Selama dekade-dekade sebelumnya, strategi pertahanan maritim Riyadh lebih berfokus pada kekuatan permukaan dan pengawasan udara untuk mengamankan jalur perdagangan minyak yang krusial.

Absennya kapal selam dalam militer Saudi disebabkan oleh beberapa faktor teknis dan doktrin, termasuk karakteristik perairan Teluk yang relatif dangkal dan sulit bagi operasional kapal selam konvensional berukuran besar, serta ketergantungan pada payung keamanan sekutu Barat.

Namun, seiring dengan meningkatnya ketegangan regional dan ambisi Visi 2030 untuk memandirikan industri pertahanan, kebutuhan akan “sea denial” atau kemampuan untuk mencegah lawan menguasai wilayah laut menjadi sangat mendesak, yang hanya bisa dicapai secara efektif melalui keunggulan di bawah permukaan air.

AL Mesir Terima Unit Terakhir Kapal Selam Type 209/1400 dari Jerman

Sebagai perbandingan di kawasan, Mesir memiliki armada kapal selam Type 209 class (Jerman), Israel memiliki armada Dolphin class (Jerman), Iran memiliki Kilo class (Rusia) dan berbagai kapal selam kecil buatan domestik, serta Aljazair memiliki kapal selam Kilo class.

Langkah nyata Arab Saudi untuk menutup celah ini terlihat dari pembicaraan intensif yang terus berlanjut dengan raksasa galangan kapal asal Italia, Fincantieri. Fokus utamanya adalah akuisisi kapal selam Todaro class, yang juga dikenal sebagai Type 212A. Keputusan untuk beralih ke teknologi ini bukan tanpa alasan, Arab Saudi memerlukan kapal selam yang mampu beroperasi secara senyap di perairan dangkal maupun dalam, serta memiliki daya tahan tinggi tanpa harus sering muncul ke permukaan untuk mengisi daya baterai.

Israel Resmikan Nama Kapal Selam “INS Drakon” – Spesifikasi Tetap Misteri

Selain Todaro class dari Italia, Arab Saudi dikabarkan sempat melirik beberapa kandidat seri kapal selam lain dari berbagai negara, termasuk Type 214 dari Jerman (versi ekspor yang lebih besar dari Type 212), seri Scorpene classdari Naval Group Perancis yang populer di pasar internasional, hingga spekulasi ketertarikan pada teknologi dari Korea Selatan dan bahkan Cina untuk diversifikasi pemasok.

Namun, Todaro Ccass atau Type 212A menawarkan keunggulan spesifik yang sangat relevan bagi kebutuhan Saudi. Kapal selam ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Italia dan Jerman, di mana Jerman melalui Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) bertindak sebagai master principal atau perancang utama desain Type 212. Kaitan erat ini memberikan jaminan bahwa Todaro Class membawa DNA teknologi kapal selam terbaik dunia.

Salah satu fitur unggulan paling mutakhir dari kapal ini adalah sistem Air-Independent Propulsion (AIP) berbasis sel bahan bakar hidrogen Siemens. Teknologi ini memungkinkan kapal selam tetap berada di bawah air selama berminggu-minggu tanpa perlu menggunakan snorkel yang berisiko terdeteksi radar lawan.

Turki Luncurkan TCG Murat Reis (S-322) – Unit Ketiga Kapal Selam Reis Class dengan Teknologi AIP dari Siemens

Berbeda dengan kapal selam diesel-elektrik konvensional lainnya, Todaro class menggunakan lambung berbahan baja austenitik non-magnetik, yang membuatnya hampir mustahil dideteksi oleh sensor magnetik (MAD) dan sangat aman dari ranjau laut yang sensitif terhadap anomali magnetik.

Dari sisi spesifikasi, Todaro class memiliki panjang sekitar 56 meter dengan berat benaman saat menyelam mencapai sekitar 1.800 ton. Ukurannya yang relatif kompak namun padat teknologi menjadikannya sangat lincah untuk bermanuver di perairan pesisir yang sempit namun tetap tangguh di laut lepas.

Gandeng Galangan Kapal Lokal, Fincantieri (Italia) Tawarkan Frigat Modular FCx30 ke Arab Saudi

Kapal selam ini dilengkapi dengan enam tabung torpedo 533 mm yang mampu meluncurkan torpedo kelas berat maupun ranjau laut dengan tingkat presisi tinggi. Keunggulan akustiknya juga luar biasa, berkat isolasi mesin yang canggih dan desain baling-baling tujuh bilah yang khusus, jejak suara yang dihasilkan sangat minim sehingga sering dijuluki sebagai “black hole di dalam air.”

Bagi Arab Saudi, mengoperasikan teknologi secanggih Type 212A/Todaroclass bukan sekadar menambah aset baru, melainkan sebuah transformasi besar dalam peta kekuatan maritim yang akan menempatkan Angkatan Laut Kerajaan pada level yang setara dengan kekuatan global lainnya di kawasan tersebut.

Laporan dari berbagai pengamat militer dan sumber intelijen industri pertahanan (seperti Tactical Report) menunjukkan bahwa Arab Saudi kemungkinan besar mengincar antara 2 hingga 4 unit pada tahap awal. Angka ini dianggap ideal untuk membangun satuan kapal selam pertama bagi sebuah negara yang belum pernah memiliki armada bawah laut sebelumnya. (Gilang Perdana)

TKMS Teken Kontrak Torpedo Terbesar: DM2A5 Siap Jadi “Predator” Digital di Kapal Selam Type 212CD

One Comment