Airbus Pamerkan Capa-X – Drone Intai Taktis dengan Konfigurasi Sayap yang Mudah Diganti Menyesuaikan Misi

Lantaran fokus pada produksi alutsista berat seperti jet tempur dan pesawat tanker, Airbus Defence and Space (ADS) seolah tertinggal dalam pengembangan drone intai taktis. Meski kurang ada gaungnya, rupanya sejak tahun 2023, Airbus lewat anak perusahaannya, Survey Copter telah mengembangkan drone intai taktis yang diberi label Capa-X, yang pada pameran pertahanan Eurosatory 2024 kembali diperkenalkan kepada publik.

Baca juga: Brasil dan Perancis Kembangkan Drone Hybrid VTOL yang Bisa Luncurkan Rudal

Dari segi desain, sepertinya tidak ada yang terlalu istimewa pada Capa-X, pasalnya desain hybrid fixed-VTOL drone sudah sejak lama diadopsi oleh beberapa perusahaan, bahkan jenis drone seperti ini telah digunakan oleh beberapa satuan di TNI. Namun, Airbus berusaha memberi sentuhan berbeda, yakni dengan keunggulan desain Capa-X yang modular dan multi-misi, sehingga menjadi drone intai yang ringan, fleksibel dan dapat digunakan sesuai kebutuhan dalam hal misi untuk matra darat, laut dan udara.

Struktur Capa-X serta komponennya dapat dimodifikasi agar dapat beradaptasi dengan segala jenis medan dan misi. Drone ini dapat lepas landas dari kapal sebagai VTOL (Vertical Take-Off and Landing) atau sebagai HTOL (Horizontal Take-Off and Landing) jika pengguna memerlukannya. Kemungkinan konfigurasi sayap yang berbeda juga memainkan peran penting untuk menyesuaikan kecepatan jelajah atau meningkatkan otonomi penerbangan.

Airbus menyebut konsep ini menawarkan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang terbaik bagi Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Pasukan Khusus serta entitas apa pun dalam domain para-publik atau sipil.

Survey Copter menyiapkan konfigurasi sayap yang berbeda. Salah satu pilihan adalah mengadopsi sayap pendek atau panjang; opsi yang lebih pendek memiliki lebar sayap 3,6 meter, dan cocok misalnya untuk misi berkecepatan lebih tinggi yang mengutamakan kemampuan manuver, beban sayap yang lebih tinggi memastikan kinerja yang lebih baik.

 

Bila daya tahan (endurance) adalah faktor kuncinya, sayap yang lebih panjang akan meningkatkan rentang menjadi sekitar 4,5 meter, sehingga meningkatkan performa aerodinamis. Di sisi lain, selain kapasitas lepas landas dan pendaratan di landasan pacu, jika area operasional tidak memiliki permukaan yang sesuai, Capa-X dapat menjadi badan pesawat VTOL.

Mengganti sayap adalah operasi yang sederhana dan cepat, sehingga memungkinkan konfigurasi ulang Capa-X dengan cepat antara dua misi. Dimensi diambil dari persyaratan yang dipertimbangkan dalam tahap konsep, tujuannya adalah agar drone ini mampu membawa setidaknya 10 kilogram muatan ganda, selama operasi 10 jam pada jarak 100 kilometer.

Di belakang roda pendaratan depan terdapat gimbal optronik, yang sepenuhnya distabilkan dengan gyro, diikuti oleh ruang payload di mana berbagai jenis muatan dapat diintegrasikan, tujuan perusahaan adalah menerbangkan sistem dengan dua atau tiga muatan berbeda pada saat yang sama.

Capa-X punya berat maksimum saat tinggal landas 75 kilogram, termasuk di dalamnya kapasitas payload 10 kilogram. Drone intai ini dapat terbang sampai ketinggian 3.000 meter dan dapat melesat dengan kecepatan maksimum 150 km per jam dan kecepatan minimum 0 km per jam (hovering). Payload yang dibawa mencakup in house gyro stabilised full HD (High Definition) EO/IR. Fitur lain yang dibenamkan pada Capa-X mencakup AIS (Automatic Identification System) dan weControl autopilot. (Bayu Pamungkas)

PT Pindad Tampilkan “Ruppell” – Drone Hybrid VTOL Peluncur Mortir Kaliber 60/81mm