Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Gendong VLS 88 Sel, Korea Utara Pamer Kemampuan Dual Strike dari Unit Kedua Destroyer Choe Hyon Class

Angkatan Laut Korea Utara (KPN) secara resmi telah memasuki babak baru dalam modernisasi kekuatan kapal permukaan mereka melalui latihan tembak langsung (live-fire drill) yang digelar di lepas pantai barat pada 12 April 2026. Dalam manuver yang dipantau langsung oleh Kim Jong Un tersebut, kapal perusak (destroyer) terbaru Choe Hyon class, sukses mendemonstrasikan kemampuan multi-role dengan meluncurkan kombinasi rudal jelajah strategis dan rudal anti-kapal secara simultan.

Baca juga: Target Rampung 10 Oktober: Kim Jong Un Pacu Pembangunan Unit Ketiga Destroyer 5.000 Ton Choe Hyon Class

Langkah ini bukan sekadar uji coba teknis biasa, melainkan sebuah validasi operasional terhadap sistem manajemen tempur terpadu yang kini tertanam di kapal kombatan terbaru Pyongyang untuk menjalankan misi serangan darat sekaligus penghancuran sasaran di laut.

Kapal perusak Choe Hyon class merupakan simbol ambisi besar Korea Utara dalam membangun kekuatan laut yang melampaui unit pertahanan pesisir tradisional. Dibangun melalui kolaborasi galangan kapal Nampo dan Hambuk, kapal perusak ini diperkirakan memiliki bobot displacement mencapai 5.000 ton dengan panjang lambung mendekati 145 meter.

Munculnya kapal ini menandai pergeseran doktrin Korea Utara, dari kapal-kapal kecil bertonase rendah menuju kapal kombatan permukaan besar yang mampu melakukan patroli jarak jauh dan operasi terkoordinasi. Saat ini, setidaknya dua unit Choe Hyon class telah aktif beroperasi sejak masuk layanan pada 2025, sementara dua lambung lainnya masih dalam proses konstruksi untuk mengejar target penguatan flotilla sebanyak empat kapal.

Dari sisi persenjataan, Choe Hyon class membawa lompatan teknologi yang signifikan dengan adopsi sistem peluncur vertikal atau Vertical Launch System (VLS) yang diperkirakan memiliki kapasitas hingga 88 sel. Konfigurasi sel yang masif ini memungkinkan fleksibilitas pemuatan senjata, mulai dari rudal jelajah jarak jauh hingga rudal pencegat permukaan-ke-udara (SAM).

Untuk pertahanan jarak dekat, kapal ini mengandalkan sistem Pantsir-M yang mengintegrasikan pelacakan radar dan elektro-optik, didukung oleh kanon gatling 30 mm serta artileri utama pada haluan kaliber 127 mm hingga 130 mm. Selain itu, kemampuan peperangan bawah air juga tetap diperhatikan melalui keberadaan tabung torpedo 533 mm dan sistem sonar yang terpasang pada lambung kapal.

Korea Utara Luncurkan Choe Hyon Class – Destroyer dengan Sistem Hanud Pantsir-M dan Meriam ‘Mirip’ Leonardo 127mm

Keandalan sistem navigasi dan presisi rudal yang dibawa juga menjadi sorotan utama dalam latihan kali ini. Berdasarkan laporan KCNA, rudal jelajah strategis yang ditembakkan mampu tetap berada di udara selama hampir 8.000 detik, sementara rudal anti-kapal terbang selama kurang lebih 2.000 detik sebelum menghantam target dengan akurasi tinggi.

Rudal-rudal tersebut dilaporkan telah dibekali dengan fitur anti-jamming untuk menembus lingkungan peperangan elektronik yang pekat. Kemampuan ini didukung oleh integrasi sensor canggih pada kapal, termasuk penggunaan Phased Array Radar yang mampu melakukan pelacakan simultan terhadap berbagai target udara dan permukaan secara bersamaan.

Bukan ‘Kaleng-kaleng’, Kim Jong Un Pamer Uji Tembak Semua Persenjataan di Destroyer Choe Hyon

Hadirnya Choe Hyon class dengan dek penerbangan yang mampu mendukung operasional helikopter atau drone intai ini memberikan dimensi ancaman baru bagi stabilitas regional. Dengan mendiversifikasi mekanisme deteren nuklir dan konvensional ke platform kapal permukaan, Pyongyang secara efektif mempersulit kalkulasi pertahanan lawan karena ancaman kini bisa muncul dari perairan lepas, bukan hanya dari situs peluncuran darat. (Bayu Pamungkas)

“Proyek Roro Jonggrang” – Kore Utara Berhasil Pulihkan dan Luncurkan Kembali Destroyer yang Gagal Meluncur di Awal Mei

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *