Ambisi maritim Pyongyang untuk beralih dari kekuatan pesisir menjadi armada laut lepas (blue water navy) memasuki babak baru yang mengejutkan. Laporan terbaru yang dirilis The Korea Times pada Kamis (2/4/2026) oleh anggota parlemen Korea Selatan, Yoo Yong-won dari Partai Kekuatan Rakyat, mengungkapkan bahwa Korea Utara tengah melakukan percepatan besar-besaran dalam pembangunan kapal perusak ketiga dari Choe Hyon class yang berbobot 5.000 ton. (more…)
Keputusan Angkatan Laut Cina (PLA Navy) untuk melakukan modernisasi mendalam pada kapal perusak Type 051C, yang juga dikenal sebagai Luzhou Class, menandai berakhirnya era ketergantungan teknologi maritim Cina terhadap Rusia. Berdasarkan laporan terbaru, dua kapal dalam kelas ini, yaitu Shenyang (115) dan Shijiazhuang (116), tengah menjalani proses pembaruan besar-besaran. (more…)
Kapal perang docking dalam waktu sangat lama, rupanya bukan hanya terjadi di negara berkembang, yang umumnya menghadapi kasus kesulitan anggaran atau macetnya pembiayaan. Di Inggris, yang dikenal sebagai negara maju dengan angkatan laut kelas imperium, nyatanya ada kapal perang yang mengalami waktu docking sangat panjang, bahkan mencapai 3.000 hari. (more…)
Dua negara yang berkonflik perbatasan dengan Cina, kini tengah bersatu dalam kegiatan latihan bersama di Laut Cina Selatan. Dalam joint sail dan Maritime Partnership Exercise (MPX) 2025, Angkatan Laut India dan Angkatan Laut Filipina, untuk pertama kalinya melakukan latihan secara formal di hotspot, Laut Cina Selatan. (more…)
Ada karat pada kapal perang sudah menjadi hal lumrah, namun, jika karat terlihat lumayan mencolok, terlebih pada kapal kombatan kelas wahid dengan desain stealth berteknologi tinggi, maka akan memicu pergunjingan netizen, terutama pada kinerja kapal itu dengan kondisi karat yang nampak ‘meresahkan’. (more…)
Bagi Kim Jong Un, harga diri bangsa adalah segala-galanya, dan ketika ‘dipermalukan’ dengan kegagalan peluncuran unit kedua kapal perusak (destroyer) Choe Hyon class pada awal bulan Mei lalu, maka kemurkaan Kim dan bayang-bayang hukuman berat telah membuat segala yang tak mungkin menjadi mungkin. (more…)
Kemarahan luar biasa Kim Jong Un, plus ancaman hukuman berat, rupanya membuat proses recovery atas unit kedua kapal perusak (destoyer) terbaru Korea Utara, Choe Hyon class, berlangsung cepat, bahkan di luar prediksi banyak pengamat pertahanan global. (more…)
Berita kegagalan peluncuran unit kedua kapal perusak (destroyer) Choe Hyon class milik Korea Utara rupanya masih menjadi topik bahasan menarik, kali ini ada temuan dari citra satelit, yakni dugaan adanya kawanan balon udara di atas kapal perang yang ditutupi terpal biru. (more…)
Terkenal sadis dalam memberi ganjaran hukuman, murkanya pemimpin Korea Utara Kim Jong Un atas kegagalan peluncuran unit kedua kapal perusak (destroyer) Choe Hyon class masih mengemuka dalam pemberitaan global. Dan lewat citra satelit, kini dapat dianalisis tingkat kerusakan dan kerugian yang terjadi atas kegagalan peluncuran di Chongjin, yang oleh Kim Jong Un disebut sebagai “tindakan kriminal yang disebabkan oleh kecerobohan mutlak.” (more…)
Tak mau dianggap punya alutsista ‘kaleng-kaleng’, hanya beberapa hari sejak diluncurkan di Galangan Nampo, kapal perusak (destroyer) ‘Karya Anak Bangsa’ Korea Utara, Choe Hyon dengan nomer lambung 51, dikabarkan telah melakukan uji tembak untuk semua jenis sistem persenjataan yang ada di kapal perang berbobot 5.000 ton itu. (more…)