Lindungi Pangkalan Angkatan Laut Utama, Thailand Akuisisi Radar Lanza 3D Spanyol dengan Jangkauan 470 Km!

Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy) mengambil langkah strategis untuk membentengi instalasi militer paling vitalnya dengan menggandeng raksasa pertahanan Spanyol, Indra. Melalui kontrak terbaru, Thailand resmi memilih sistem radar Lanza 3D untuk ditempatkan di Pangkalan Angkatan Laut Utama (Lantamal) Sattahip.
Baca juga: Thailand Akuisisi Sistem Rudal Hanud Modular Barak MX dari Israel Senilai US$107 Juta
Akuisisi ini menandai tonggak sejarah baru karena merupakan kontrak radar pertama Indra dengan pihak Angkatan Laut Thailand, yang tidak hanya mencakup unit sensor, tetapi juga beberapa stasiun command-and-control (C2) untuk menciptakan arsitektur surveilans dan respons lokal yang mandiri di wilayah Teluk Thailand.
Radar Lanza 3D bukan sekadar sensor standar, pasalnya radar ini merupakan instrumen pelacak jarak jauh yang sangat tangguh. Secara teknis, keluarga radar Lanza LRR (Long Range Radar) yang berbasis teknologi AESA (Active Electronically Scanned Array) ini memiliki kemampuan deteksi yang fenomenal. Radar ini memiliki jangkauan instrumen hingga 256 mil laut atau sekitar 470 kilometer, dengan cakupan ketinggian mencapai 100.000 kaki.

Dengan kecepatan rotasi 10 detik dan azimuth 360 derajat, Lanza 3D mampu menyisir ruang udara secara kontinu. Penggunaan pemrosesan anti-clutter, teknologi pencil-beam scanning, dan fitur ECCM memastikan radar ini tetap tajam mendeteksi target dengan signature rendah seperti drone kecil (UAV), bahkan di lingkungan pesisir dengan kelembapan tinggi yang menantang.
Aselsan ALP‑300G – Radar Hanud 3D (Early Warning dan Tracking) Jarak Jauh dengan Teknologi AESA
Kehadiran Lanza di Sattahip menutup celah (gap) yang selama ini ada dalam lapisan pertahanan udara Thailand. Saat ini, RTN memang sudah mengoperasikan radar pesisir Scanter 5202 dan 2202 dari Terma, namun sistem tersebut lebih dioptimalkan untuk deteksi permukaan seperti perahu kecil atau penyelundup.
Di sisi lain, radar Sea Giraffe AMB milik Saab yang terpasang di fregat Naresuan class dan kapal induk HTMS Chakri Naruebet adalah sensor jarak menengah yang bergantung pada kesiapan kapal di laut. Lanza 3D memberikan solusi berbeda, yakni pengawasan jarak jauh yang persisten dari darat. Artinya, Sattahip akan memiliki gambaran udara yang diakui (Recognized Air Picture) secara konstan, baik saat armada kapal sedang bersandar, bertugas, maupun dalam perawatan.
Balitbang Kemhan Supervisi Prototipe Man Portable Surveillance Radar (MPSR) Tahap II
Selain keunggulan teknis, terdapat logika joint-force (gabungan) yang cerdas di balik pembelian ini. Mengingat Angkatan Udara Thailand (RTAF) sebelumnya telah mengoperasikan varian Lanza LRR bersama sistem C2 AirDef, penggunaan keluarga radar yang sama oleh Angkatan Laut akan menciptakan koherensi dalam pelatihan, konsep pemeliharaan, dan pertukaran data antar matra.
Dengan kemampuan mendeteksi ancaman dari jarak hampir 500 km, komandan di Lantamal Sattahip kini memiliki waktu peringatan yang jauh lebih panjang untuk mengoordinasikan interseptor atau unit pertahanan udara sebelum ancaman mencapai perimeter pangkalan. Langkah ini menegaskan bahwa Thailand tidak lagi berfokus pada “proyek prestise,” melainkan pada investasi infrastruktur penginderaan yang membuat seluruh sistem pertahanan lainnya menjadi lebih efektif. (Bayu Pamungkas)
Radar GCI AESA Thales GM403 Akan ‘Cover’ Ruang Udara IKN Nusantara


