Bangkit dari ‘Ngendon’, Kapal Induk Thailand HTMS Chakri Naruebet Mendapatkan Upgrade dari Thales

Nama kapal induk Thailand HTMS Chakri Naruebet ikut ramai disebut netizen Indonesia saat berita pro dan kontra rencana pengadaan kapal induk eks Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi mengemuka, khususnya karena operasional kapal induk itu yang jauh dari kata efektif dan efisien, bahkan lebih banyak ‘ngendon’ di pelabuhan sejak tahun 2006.

Baca juga: Pelajaran dari Thailand – Kapal Induk Beli Baru dan Berusia Muda Tapi Tak Sesuai Harapan

Namun, ada kabar terbaru, bahwa Angkatan Laut Thailand kini berusaha ‘membangkitkan’ kembali Chakri Naruebet. Yang dimaksud membangkitkan kembali adalah mencanangkan kapal induk buatan Spanyol itu untuk mendapatkan paket upgrade secara signifikan.

Dalam Pameran Pertahanan dan Keamanan Internasional Defense & Security 2025 di Bangkok, Thailand, perusahaan pertahanan asal Perancis, Thales, bersama mitra lokal mereka, Universal Communication Systems Co. Ltd. (UCS), mengumumkan kontrak upgrade HTMS Chakri Naruebet pada 12 November 2025. Nilai pasti dari kontrak upgrade untuk HTMS Chakri Naruebet tidak dipublikasikan oleh Thales maupun Angkatan Laut Kerajaan Thailand.

Meskipun nilainya rahasia, inti dari kontrak tersebut adalah penyediaan dan instalasi Integrated Platform Management System (IPMS). IPMS adalah sistem utama yang berfungsi sebagai pusat kendali operasional, yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi sistem mekanis, elektrikal, dan kendali kerusakan (damage control) pada kapal.

HTMS Chakri Naruebet: Nasib Kapal Induk Yang Beralih Fungsi Jadi “ThaiTanic”

Kontrak ini juga mencakup transfer teknologi kepada UCS, yang merupakan langkah strategis Thailand untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan domestik mereka (sesuai dengan kebijakan “Thailand 4.0”).

HTMS Chakri Naruebet awalnya ditugaskan pada tahun 1997 dan dirancang untuk mengoperasikan jet tempur Harrier. Namun, setelah Harriers dipensiunkan, kapal ini bertransisi menjadi kapal Komando dan Kontrol (C2) untuk operasi bantuan bencana, patroli maritim, dan latihan.

Upgrade ini mengonfirmasi bahwa Thailand berencana menggunakan kapal ini sebagai Command Ship yang canggih, memanfaatkan ukuran dan fungsinya sebagai pusat koordinasi Armada. Dengan upgrade dari Thales ini, HTMS Chakri Naruebet diproyeksikan dapat kembali beroperasi dengan kemampuan C2 yang jauh lebih canggih dan lebih terintegrasi dengan aset angkatan laut Thailand lainnya.

Romansa Kapal Induk Satu-satunya di ASEAN HTMS Chakri Naruebet dengan Jet Tempur VTOL AV-8S

HTMS Chakri Naruebet telah menghabiskan sebagian besar waktunya di pelabuhan (Sattahip Naval Base) sejak sekitar tahun 2006.

Ini berarti kapal induk tersebut telah “ngendon” atau beroperasi secara sangat terbatas selama kurang lebih dua dekade (sekitar 19 tahun) sebelum proyek upgrade Thales diumumkan pada tahun 2025.

Masa non-operasional Chakri Naruebet dimulai tak lama setelah kapal ditugaskan pada tahun 1997 dan memburuk secara signifikan setelah beberapa kejadian penting, seperti krisis moneter Asia di tahun 1997 dan pensiunnya sayap udara, skuadron jet tempur AV-8S Harrier pada tahun 2006. (Gilang Perdana)

Selain HTMS “ThaiTanic” Chakri Naruebet, Inilah Negara-negara yang Dianggap ‘Gagal’ Mengoperasikan Kapal Induk

2 Comments