Gempur Thailand, Kamboja Kerahkan Norinco Type 90B 122mm: Self Propelled MLRS yang ‘Sarat Masalah’

Produk alutsista buatan Norinco (China North Industries Group Corporation Limited) sepertinya laris digunakan dalam konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Selain MBT (Main Battle Tank) VT4 yang dioperasikan Angkatan Darat Thailand, pihak Komboja pun mengandalkan alutsista armed (artileri medan) dari Norinco, sebut saja MLRS PLH-03 (AR2) 300 mm yang belum lama digunakan untuk menyerang pos perbatasan Thailand.

Baca juga: Laras Meriam MBT Thailand Norinco VT4 Meledak, Dugaan Karena Kualitas Material dan Tekanan Operasional

Lain dari itu, rekaman video yang beredar di media sosial, memperlihatkan alutsista armed Kamboja berupa peluncur roket MLRS Norinco Type 90B yang mengusung roket kaliber 122 mm. Dalam rekaman video, Type 90B nampak lancar digunakan, namun, jenis self propelled yang juga digunakan Korps Marinir TNI AL dan Angkatan Darat Peru ini, dikenal memiliki sejumlah masalah, yang menyiratkan adanya risiko penggunaan oleh militer Kamboja, khususnya dalam opersasi berintensitas tinggi.

Sejak tahun 2022, Kamboja telah mengintegrasikan beberapa sistem roket MLRS buatan Cina ke dalam komando artilerinya, salah satu jenisnya adalah Type 90B 122 mm yang berjumlah delapan peluncur.

Di Indonesia, Type 90B menjadi arsenal persenjataan Batalyon Artileri Medan Korps Marinir TNI AL. Sementara di Peru, Type 90B digunakan oleh angkatan darat. Ketimbang self propelled MLRS lain di arsenal artileri Korps Marinir, Type 90B seperti jarang digunakan.

Armyrecognition.com menyebut bahwa self propelled MLRS buatan Cina ini punya reputasi yang buruk dan bahkan telah membahayakan nyawa awaknya.

Pemerintah Peru pada tahun 2013 telah mengakuisisi 27 unit Type 90B. Harapan Peru, Type 90B dipersiapkan sebagai pengganti self propelled MLRS BM-21 Grad era Soviet yang telah ketinggalan zaman dan telah dioperasikan Peru sejak tahun 1970.

Awalnya, ada niatan untuk membeli Type 90B dalam batch berikutnya. Namun, keputusan untuk repeat order Type 90B tidak jadi diteruskan. Pasalnya, sejak awal Type 90B digunakan militer Peru, serangkaian masalah mendera dan menciptakan kegagalan operasional secara signifikan.

Bermasalah
Media lokal Peru melaporkan masalah dengan roket yang dipasok oleh Norinco untuk Type 90B Peru. Begitu pula dengan mesin truk yang menjadi platform Type 90B yang diketahui mengalami kebocoran oli, meski masih sangat baru.

Kerugian yang ditimbulkan oleh sistem senjata buatan Cina itu terus berlanjut. Angkatan Darat Peru sempat mengerahkan Type 90B selama operasi militer yang disebut Patriota, pada pertengahan tahun 2022, yaitu salah satu operasi anti-teroris terbesar yang digelar angkatan bersenjata Peru dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja Buruk Self Propelled MLRS Norinco Type 90B ‘Bayangi’ Militer Peru, Jenis yang Sama Digunakan Korps Marinir

Apesnya, ada laporan bahwa beberapa tabung modul peluncuran Type 90B meledak di tengah rangkaian penembakan, sehingga membahayakan nyawa awaknya. Data tidak resmi menunjukkan bahwa lubang tabung peluncur Type 90B tidak berlapis krom, sehingga mengurangi masa pakainya.

Sebuah foto memperlihatkan tabung peluncur yang rusak, dan beberapa lainnya terkena dampak pada Type 90B milik angkatan darat Peru. Serangkaian kejadian ini telah memotivasi suara-suara di dalam pemerintahan Peru untuk menngganti pemasok MLRS. Harga pembelian selalu menjadi faktor, yang dapat memiliki bobot yang lebih atau kurang signifikan, namun keselamatan dan kinerja juga merupakan faktor dan harus dipandang penting ketika menyusun spesifikasi teknis (spektek), serta selama kualifikasi produk militer yang diusulkan oleh Angkatan Bersenjata Peru.

Tabung peluncur Type 90B Peru yang meledak,.

Type 90B mengusung 40 peluncur roket dalam satu unit kendaraan. Pola loading dan sistem penembakkanya pun tak berbeda jauh dari RM70 Grad dan RM70 Vampire.

Resminya Type 90B diperkenalkan Norinco pada tahun 2004, setelah sebelumnya Norinco merilis Type 90 (pertama) pada pertengahan tahun 1990. Waktu yang dibutuhkan untuk menggelar Type 90B di suatu lokasi hingga siap melakukan penembakkan hanya butuh waktu kurang dari 7 menit.

Type 90B dipasang pada platform truk North-Benz 2629 6×6. Di dalam kendaraan peluncur sudah disematkan perangkat komputer mini yang menunjukkan launcher direction finder/display, longitudinal and transversal slope and gradient sensors, launcher assembly elevation and traverse position sensors, dan special vehicle-launcher power interface. Truk dapat melaju hingga kecepatan maksimum 85 km per jam, sementara jarak tempuhnya bisa sampai 800 km. (Gilang Perdana)

PT Pindad Tuntaskan Pengembangan Roket MLRS R-Han 122B

2 Comments