Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Untuk Pertama Kali dalam Sejarah, Jet Tempur F-15 Mendarat di Indonesia (Lanud Roesmin Nurjadin)

Meski nama jet tempur F-15 Eagle sangat melegenda dalam banyak pertempuran dan telah dikenal luas netizen +62, namun, faktanya belum pernah sekalipun keluarga F-15 yang singgah atau mendarat secara resmi di Indonesia. Padahal ada skadron F-15 Angkatan Udara AS (USAF) di Lanud Kadena, Okinawa, Jepang, tapi itu pun tak pernah diboyong ke Indonesia, termasuk untuk memeriahkan pameran dirgantara atau diikutkan dalam latihan udara bersama (Latma).

Baca juga: Peran Ekstra Weapon Systems Officer (WSO) di Boeing F-15EX, ‘Dirijen’ Misi MUM-T dan JADC2

Ibarat mencetak sejarah, baru pada tanggal 7 September 2025, satu flight, yang terdiri dari tiga unit F-15 USAF mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru untuk memulai Exercise Cope West 2025.

Dari situs resmi TNI AU, sebelumnya menyebut yang akan datang adalah F-15 dari 336th Fighter Squadron (Seymour Johnson AFB), sedangkan saat kedatangan disebut yang hadir adalah F-15 dari 333rd Fighter Squadron (FS). Sama dengan 336th FS, 333rd FS juga berbasis di Seymour Johnson Air Force Base, North Carolina, Amerika Serikat.

Kedua skadron adalah bagian dari 4th Operations Group, di bawah 4th Fighter Wing, Air Combat Command (ACC). Ciri khas dari F-15 yang berasal dari Seymour Johnson Air Force Base, ditandai Tail Code: “SJ”.

Baik 336th Fighter Squadron dan 333rd Fighter Squadron, mengusung jet tempur F-15E Strike Eagle—varian multirole strike (serangan) dari F-15.

Sebagai catatan, F-15E Strike Eagle adalah jet tempur tandem seat (dua kursi berjajar depan–belakang), dengan kursi belakang ditempati oleh WSO (Weapon Systems Officer) yang fokus pada radar, sistem avionik, navigasi lanjutan, dan manajemen persenjataan.

Dari sejarahnya, F-15E dikembangkan dari F-15B/D Eagle (versi latih dua kursi) USAF pada awal 1980-an membutuhkan pesawat multirole strike fighter: tetap lincah dalam dogfight, tapi juga mampu serangan jarak jauh dengan beban berat siang/malam dan segala cuaca.

Program Strike Eagle dimulai sekitar 1981, sebagai Enhanced Tactical Fighter (ETF). Fitur baru yang ditawarkan F-15E Strike Eagle adalah kursi tandem: pilot (depan) + WSO (belakang), radar APG-70 (kemudian APG-82 AESA), sistem pod LANTIRN untuk terbang rendah malam/segala cuaca, struktur diperkuat yang bisa bawa >10 ton persenjataan, dan mendukung tanki bahan bakar conformal (CFT) di samping badan pesawat untuk jarak tempuh ekstra.

Pertama Kali, F-15E Strike Eagle Uji Peluncuran Bom Anti Bunker GBU-72 A5K, Beratnya 2,2 Ton!

F-15E Strike Eagle terbang perdana pada 11 Desember 1986, USAF memesan 236 unit F-15E Strike Eagle. Selain USAF, F-15E atau variannya digunakan oleh: Arab Saudi – F-15S, kemudian F-15SA (upgraded), Korea Selatan F-15K “Slam Eagle”, Singapura F-15SG, Qatar F-15QA dan Israel F-15I “Ra’am”. (Gilang Perdana)

F-15SG (Strike Eagle Singapore) – Profil Jet Tempur Multirole Tercanggih di Asia Tenggara

2 Comments