Tuntas! Australia Kirim 49 Unit MBT M1A1 Abrams ke Ukraina Lewat Polandia

Setelah melalui proses diplomasi dan birokrasi yang panjang—termasuk menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat—Australia akhirnya resmi menuntaskan pengiriman 49 unit MBT (Main Battle Tank) M1A1 Abrams untuk Ukraina pada 19 Desember 2025. Operasi logistik ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling menantang bagi Angkatan Pertahanan Australia (ADF).

Baca juga: Terganjal Izin Ekspor, Armada MBT M1A1 Abrams dari Australia Belum Bisa Dikirim ke Ukraina

Proses pengiriman ini dilakukan dalam dua fase utama untuk memastikan keamanan dan kelancaran logistik, batch pertama (Mei 2025), sebanyak 37 unit M1A1 mulai diberangkatkan dari Pelabuhan Geelong, Victoria, Australia. Batch ini tiba di Ukraina pada Juli 2025 dan sebagian besar sudah dioperasikan di garis depan.

Batch terakhir (Oktober 2025), 12 unit M1A1 sisa diberangkatkan pada bulan Oktober menggunakan kapal kargo komersial.

Tank-tank seberat 60 ton ini harus menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 55 hari.Selama perjalanan, kapal kargo tersebut dikawal oleh sejumlah personel ADF (termasuk pasukan dari Operasi Kudu) untuk memastikan keamanan muatan dari ancaman di jalur pelayaran internasional.

Meskipun lokasi spesifik pelabuhan kedatangan di Eropa dirahasiakan karena alasan keamanan (sering disebut sebagai “lokasi rahasia di Eropa”), MBT-MBT tersebut kemudian dikirim melalui jalur darat menuju Rzeszow, Polandia. Rzeszow dikenal sebagai hub logistik utama NATO yang terletak sekitar 100 km dari perbatasan Ukraina.

Setibanya di Polandia, tank-tank tersebut tidak langsung dikirim ke medan tempur. Ada fase krusial yang harus dilewati, Tim teknisi melakukan pemeriksaan menyeluruh selama sekitar satu minggu untuk memastikan mesin turbin gas Honeywell AGT1500 dan sistem kontrol tembakan tetap prima setelah terpapar udara laut yang korosif.

Telah Mendapatkan Modifikasi Khusus, Ukraina Terima Batch Perdana MBT M1A1 Abrams dari Australia

Tank-tank ini diserahkan dalam konfigurasi standar Australia. Namun, setelah sampai di Polandia atau sesaat setelah masuk Ukraina, biasanya dilakukan penambahan fitur perlindungan mandiri oleh pihak Ukraina, seperti pemasangan Explosive Reactive Armour (ERA) tipe Kontakt-1 atau “cage armor” (kerangkeng besi) untuk memitigasi ancaman drone kamikaze yang sangat dominan di medan perang saat ini.

Berbeda dengan pembelian mandiri, unit-unit ini merupakan hibah senilai Aus$ 245 juta. Batch terakhir (12 unit) telah diserahkan sepenuhnya kepada militer Ukraina pada pertengahan Desember 2025.

Inilah Keunggulan M1A2 SEPv3 Abrams, MBT Terbaru Pilihan Australia

Sebagai catatan, tank-tank ini tidak diserahkan kepada Angkatan Darat Polandia untuk digunakan mereka sendiri, melainkan hanya menggunakan wilayah Polandia sebagai tempat transit dan persiapan akhir (staging area) sebelum diseberangkan ke Ukraina.

Australia kini mengganti armada M1A1 mereka yang sudah pensiun ini dengan model yang lebih canggih, yakni M1A2 SEPv3 Abrams. Bagi Ukraina, tambahan 49 tank ini setara dengan satu batalyon lapis baja penuh yang akan menggantikan kerugian tank Abrams kiriman AS sebelumnya yang hancur di medan laga. (Bayu Pamungkas)

Tanpa ‘Omon-omon’, Batch Pertama MBT M1A2 SEPv3 Abrams Telah Tiba di Australia

One Comment