Terrahawk Paladin Tiba di Ukraina: Sanggupkah Hanud Ini Tangkal Serangan Drone Kamikaze?

Setelah diumumkan sebagai bagian paket bantuan persenjataan oleh Kementerian Pertahanan Inggris pada 11 Oktober 2023, kini ada kabar bahwa sistem hanud (pertahanan udara) modular mobile Terrahawk Paladin, telah diterima oleh militer Ukraina.
Mengutip dari akun X Jeff2146, diperlihatkan vdeo dari Resimen Rudal Pertahanan Udara ke-156 Angkatan Udara Ukraina, yang memperlihatkan sistem hanud Terrahawk Paladin dari Inggris. Sistem hanud Terrahawk Paladin terpasang pada sasis truk MAN HX 8×8, yang dapat dibongkar dengan cepat jika diperlukan. Nampak sistem Paladin dilengkapi protective screens tambahan untuk komponen radar.
Oleh media Barat, Terrahawk Paladin diklaim ideal untuk mengeliminasi serangan drone kamikaze Shahed-136. Diproduksi oleh MSI Defense Systems Ltd, Terrahawk Paladin adalah sistem hanud modular SHORAD (Short Range Air Defence) untuk menghancurkan target udara.
Terrahawk Paladin dikendalikan dari jarak jauh untuk pertahanan jarak dekat terhadap ancaman dari darat, udara dan laut. Terrahawk Paladin dapat digunakan sebagai sistem tunggal untuk pertahanan titik atau bagian dari sistem hanud jaringan yang mempertahankan perlindungan wilayah yang lebih luas.

Inti dari sistem hanud Terrahawk Paladin adalah kanon Bushmaster II MK44 kaliber 30 mm yang dioperasikan dari jarak jauh dan dapat menggunakan burst munitions yang dapat diprogram – programmable air-burst ammunition. Sebagai catatan, jarak tembak efektif kanon ini adalah 2.000 meter.
Akurasi tembakan kanon diperkuat melalui SATOS (Surveillance Acquisition Targeting Optical System) sighting system yang mencakup sensor termal dan laser rangefinder. Sistem pengendalian tembakan dapat dikonfigurasi untuk mengejar target secara otomatis.

MSI Defense Systems menyebut bahwa fungsi pelacakan target pada Terrahawk Paladin sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Sistem hanud ini memiliki empat radar dengan antena AESA (Active Electronically Scanned Array) pada satu tiang, yang memberikan pengawasan menyeluruh dan simultan.
Pengoperasian Terrahawk Paladin ditangani oleh dua orang operator. Berdasarkan gambaran dari manufaktur, tampaknya sistem ini memerlukan kerja sama antara dua operator, yang mana satu orang memantau target, sementara yang lain menangani eksekusi (kendali) penembakan.

Sistem hanud Terrahawk Paladin dikemas dalam desain paket, sehingga sangat mudah untuk diturunkan dan dimuat ke dalam truk dengan mekanisme sistem hidrolik.
Sebagai sistem hanud yang juga pernah ditawarkan ke Indonesia, menarik untuk mencermati performa Terrahawk Paladin di palagan Ukraina, apakah nantinya efektif menghadapi serangan drone kamikaze? Atau sebaliknya, menjadi alutisista gosong lantaran tak sanggup menahan serangan udara berpresisi tinggi. (Bayu Pamungkas)


