
Di liburan Natal ini ada kabar yang mengejutkan dalam jagad alutsista di Indonesia, yang dimaksud justru keputusan atas pembelian Rafale atau Eurofighter, melainkan atas sesuatu yang lain, bahkan sesuatu yang belum pernah disebut-sebut sebelumnya. Persisnya situs asal Ukraina, Defense Express – defence-ua.com pada 24 Desember 2020, mewartakan bahwa Indonesia telah menandatangani kesepakatan (MoU) pembelian rudal anti kapal Neptune. (more…)

Bagi Puspenerbad, helikopter angkut multiguna Mil Mi-17-V5 adalah tulang punggung dalam kegiatan dukungan logistik dan bantuan pergerakan personel di Papua. Dan tak sekali dua kali, helikopter ini mendapatkan serangan berupa tembakan dari permukaan. Meski begitu, tak satu pun Mi-17 TNI AD yang dilaporkan mengalami crash akibat tembakan yang diduga dilancarkan oleh KKB OPM. (more…)

Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL diwartakan telah menggunakan senjata bawah air perorangan jenis baru. Setelah sejak lama menggunakan APS (Avtomat Podvodnyy Spetsialnyy) atau biasa disebut Special Underwater Automatic Rifle buatan Rusia, maka yang terbaru Kopaska juga menggunakan Ukrop UX-15 buatan Ukraina. (more…)

Bulan Oktober yang bertepatan dengan hari besar bagi TNI, kerap membuat kejutan dalam dunia alutsista. Seandainya tak ada pandemi Covid-19, mungkin kita bakal melihat sosok rantis baru dalam parade militer 5 Oktober. Yang dimaksud rantis baru adalah Kozak 2M 4×4. Kabar akuisisi rantis lapis baja besutan Ukraina ini sontak membuat kejutan bagi netizen di Tanah Air. (more…)

Reverse engineering yang dilakukan Cina selama ini dominan terdengar di lini senjata genggam, rudal, tank/panser, jet tempur sampai meriam/kanon. Sementara untuk pencapaian di lini bantuan tempur (banpur) jarang terdengar atau minim diulas oleh media. Namun jangan salah, ternyata manufaktur kampiun China North Industries Corporation (Norinco) ternyata punya produk untuk satuan zeni tempur (Zipur), yakni kendaraan ponton amfibi dengan penggerak roda rantai atau tracked self-propelled (SP) pontoon bridge system. (more…)

Bicara adopsi teknologi jet tempur, rasanya tak ada yang meragukan kemampuan Rusia, namun, di balik penguasaan teknologi yang adiguna, rupanya ada yang terlewatkan oleh Negeri Beruang Merah. Yaitu hampir sebagian besar perangkat Helmet Mounted Display (HMD) untuk pilot jet tempur Sukhoi dan MiG AU Rusia, rupanya masih berasal dari Ukraina, yang tak lain kini menjadi negara seteru Rusia pasca konflik bersenjata di Semenanjung Krimea pada tahun 2014 silam. (more…)

Saat Amerika Serikat sedang disibukkan dengan sejumlah kerusahan di dalam negeri, pelan tapi pasti, militer Sang Naga terus menggeliat memperkuat ototnya. Seperti pada 1 Juni lalu, Kementerian Pertahanan Cina merilis kabar berlangsungnya sea trial kapal induk Type 001A Shandong dengan nomer lambung 17. Bagi Cina, sea trial Shandong merupakan kebanggaan tersendiri, pasalnya inilah kapal induk pertama yang berhasil dibuat oleh Cina. (more…)

Baykar Technologies rupanya sedang di atas angin, kesuksesan drone tempur (UCAV) Bayraktar TB2 yang dijuluki “Pantsir Killer” menjadi tonggak penting bagi perusahaan swasta asal Turki ini. Bagi Baykar Makina, masterpiece yang saat ini digarap adalah drone kombatan Akinci. Setelah prototipe pertama Akinci terbang pada Desember 2019, maka prototipe kedua akan terbang dalam waktu dekat ini. Yang menarik, dalam menyambut Ramadan Bayram (Idul Fitri), pihak pengembang untuk pertama kalinya merilis dokumen pengembangan Akinci dalam video di YouTube. (more…)

Tak mau kalah dagang dengan Rusia dan Ceko, Ukraina lewat UkrOboronProm pada 1 April lalu telah meluncurkan jenis alutsista baru untuk pangsa domestik dan ekspor. Yang dimaksud adalah jenis MLRS (Multiple Launcher Rocket System) BM-21UM Berest 122 mm. Diproduksi oleh Shepetivka Repair Plant (ShRP), BM-21UM Berest menawarkan konsep wahana peluncur dengan dua gardan dan berpenggerak 4×4. (more…)

Merujuk ke berita terdahulu, diberitakan Ukraina menggandeng Thailand untuk membangun fasilitas produksi ranpur BTR-3KS. Dimana sebelumnya, Pavlo Bukin, direktur UkrOboronProm mengatakan pada 25 Juli bahwa ia telah mengirim “first machine kit” ke Thailand untuk BTR-3KS. Nantinya Thailand akan memproduksi ranpur komando ini berdasarkan lisensi dari UkrOboronProm. (more…)