Menyadari taring Bayraktar TB2 cukup tajam di palagan peperangan, rupanya hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ukraina, yang tak bisa dipungkiri kehadiran Bayraktar TB2 dimanfaatkan sebagai efek deterens guna menghadapi ancaman dari Rusia. Tak tanggung-tanggung, dua matra sekaligus, yaitu angkatan udara dan angkatan laut Ukraina mengandalkan sosok drone tempur buatan Turki ini. (more…)
Ukraina rupanya sukses mendulang kontrak di lini rudal, tapi ini bukan tentang rudal anti kapal RK-360MC Neptune. Melainkan ada kabar bahwa Artem, manufaktur rudal dari Ukraina, telah mendapatkan kontrak senilai US$200 juta untuk ekspor rudal udara ke udara jarak sedang R-27. Seolah memanfaatkan sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), Ukraina sejak beberapa tahun belakangan gencar menawarkan rudal ini ke negara-negara pengguna jet tempur produksi Rusia. (more…)
Kilas balik ke Desember 2020, saat itu jagad pemerhati alutsista di Indonesia diramaikan dengan topik rencana pengadaan rudal anti kapal RK-360MC Neptune dari Ukraina. Kabar yang diposting media lokal Ukraina – Defense Express – defence-ua.com pada 24 Desember 2020, sontak mengagetkan warganet, pasalnya rudal yang dimaksud benar-benar baru, bahkan kala itu, rudal Neptune belum digunakan oleh militer Ukraina. (more…)
Hubungan Inggris dan Rusia dalam beberapa hari ini kian memanas, khususnya setelah adanya insiden saling klaim dan provokasi di Laut Hitam pada 23 Juni lalu. Pihak Rusia beranggapan, bahwa kapal perang Inggris, destroyer HMS Defender telah memasuki kawasan lepas pantai Krimea yang dicaplok Rusia. Moskow menganggap tindakan Angkatan Laut Inggris di Laut Hitam “berbahaya”. (more…)
Faktanya, bukan perkara mudah untuk mengakuisisi pesawat intai dengan kemampuan peringatan dini atau kondang disebut Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Sebagai buktinya, sejak Minimum Essential Force II bergulir pada periode 2015 – 2019, realisasi pengadaan pesawat AEW&C yang telah dicanangkan akan dibeli Indonesia, tak kunjung menuai kontrak apa pun. (more…)
Bagi Ukraina, militer Rusia adalah ancaman besar. Dan ketika Rusia memiliki drone kombatan dengan kemampuan stealth, maka tiada pilihan, bahwa Ukraina harus mengembangkan drone sejenis untuk bisa mengimbangi drone Stealth Sukhoi S-70 Okhotnik. Dan bukan sebatas rancangan, lebih serius industri dirgantara Ukraina yang digawangi mantan petinggi Antonov, telah merilis desain berupa full mockup dari drone stealth yang disebut Ace One. (more…)
Di luar kelaziman, ternyata Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) ternyata telah memilih truk taktis – heavy duty truck rancangan bekas negara Uni Soviet. Meski yang dibeli merupakan truk produksi Ukraina, yang notabene kini menjadi sekutu dekat AS dan NATO, namun tak bisa dikesampingkan produk-produk lansiran Ukraina masih kental dengan cita rasa Soviet dan Rusia. (more…)
Spesifikasi dan tampilan drone yang satu ini nampak biasa-biasa saja, bahkan jenis drone intai sejenis ini sudah bisa diproduksi oleh perusahaan swasta di Indonesia. Namun, ada cerita tersendiri pada A1-SM “Fury,” pasalnya wahana ini merupakan drone intai pertama produksi perusahaan swasta di Ukraina. Bukan itu saja, Furry juga sudah berstatus battle proven, lantaran sering dioperasikan militer Ukraina dalam konflik bersenjata di Donbass. (more…)
Jarak antara Indonesia dan Nigeria jelas terpaut sangat jauh, namun, untuk urusan alutsista rupanya ada sedikit kesamaan ‘pilihan,’ yaitu sama-sama mengoperasikan ranpur amfibi BTR-4 buatan Ukraina. (more…)
Ada kesamaan harapan antara Indonesia dan Ukraina, yaitu sama-sama tengah mengembangkan drone kombatan dengan kualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance). Bila Indonesia tengah menyiapkan prototipe drone “Elang Hitam,” maka Ukraina juga telah merilis apa yang disebut “Sokil (Falcon) 300.” Baik Sokil 300 dan Elang Hitam statusnya masih berwujud full mockup. (more…)