Bersumber dari media barat, dilaporkan dalam beberapa hari lalu militer Rusia telah mengalami kerugian signifikan akibat serangan artileri jarak jauh M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) yang dipasok Amerika Serikat untuk Ukraina. Nah, lepas dari klaim yang beredar, belum lama ini ada kabar menarik yang bersumber dari media Rusia. (more…)
Buntut dari meletusnya konflik bersenjata adalah meningkatnya anggaran pertahanan pada satu atau beberapa negara yang terkait. Seperti pada konflik Rusia versus Ukraina, banyak negara barat dan NATO yang terpaksa mendongkrak budget pertahanannya untuk pengadaan alutsista baru. Dan bagi manufaktur persenjataan, hal tersebut menjadi momen emas untuk menawarkan produknya ke negara yang dimaksud. Dalam hal ini, ada kabar bahwa Korea Selatan berhasil meraih top score dalam kontrak pengadaan alutsista. (more…)
Isu di seputaran konflik Rusia versus Ukraina kini menyerat nama Iran. Hal tersebut mencuat setelah pihak Gedung Putih pada hari Senin kemarin (11/7/2022) menyebutkan bahwa Iran tengah mempersiapkan pengiriman ratusan drone tempur, termasuk drone kamikaze ke Rusia. Gedung Putih meyakini bahwa ratusan drone itu akan digunakan dalam laga perang di Ukraina. (more…)
Berangkat dari pengalaman di medan pertempuran, Rusia terus mengembangkan arsenal senjata anti drone yang dioperasikan secara peroragan, yakni layaknya prajurit yang menyandang sebuah senapan. Dalam hal ini yang terbaru adalah Stupor Anti Drone Weapon yang menggunakan teknologi elektromagnetik untuk menghadapi drone-drone dari Ukraina. (more…)
Lewat sebuah pernyataan pada 19 Juni 2022, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan batch perdana dari total hibah 14 unit ranpur lapis baja angkut personel (APC) M113AS4 ke Ukraina. Batch perdana yang terdiri dari 4 unit M113AS4 telah dikirim dari Pangkalan Udara Amberley pada minggu lalu menggunakan pesawat kargo Ukraina Antonov An-124. (more…)
PT-76 in action, tampilan kubah versi lama dengan meriam 76mm
Ada kabar menarik dari laga perang Rusia versus Ukraina, setelah kemunculan meriam hanud “Si Mbah” S-60 yang dipasang pada platform truk trailer, kini ada lagi alutsista ‘veteran’ yang diwartakan muncul dalam perang yang telah berlangsung 100 hari ini. Disebutkan bahwa Rusia telah mengerahkan tank amfibi ringan legendaris PT-76, yang notabene pamornya menjadi ikon bersejarah bagi kavaleri Korps Marinir TNI AL. (more…)
Selain berupaya membuka blokade laut yang dijalankan Armada Laut Hitam, maka pekerjaan rumah bagi Ukraina yakni berupaya untuk mempertahankan garis pantai dan wilayah pelabuhan dari serangan amfibi pasukan Rusia. Dan bicara menghadapi infiltrasi yang dilakukan oleh unit kecil dari kapal patroli cepat, menarik perhatian adalah kasus serangan rudal anti tank Ukraina yang berhasil menarget kapal patroli cepat Rusia. (more…)
Netizen kadang ada saja yang mencibir keberadaan meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) S-60 yang masih digunakan oleh Arhanud di Indonesia. Lantaran sudah berusia tua, yakni didatangkan ke Indonesia pada awal dekade 60-an, S-60 pun dijuluki sebagai “Si Mbah.” Namun, jangan salah, debut S-60 sampai detik ini masih bersinar dalam laga peperangan modern. (more…)
Lantaran pernah hidup dalam satu payung negara (Uni Soviet), maka banyak hal pada alutsista Rusia dan Ukraina yang punya kesamaan desain dan standar. Selain persenjataan konvensional yang jamak kita lihat, rupanya dalam hal improvisasi, ada kesamaan selera antara Rusia dan Ukraina. Sebut saja dalam pemanfaatan kendaraan (rantis) sipil yang dipasangi jenis senjata MLRS (Multiple Launcher Rocket System). (more…)
Nama M109A4 BE sudah tak asing bagi pemerhati alutsista di Indonesia, pasalnya inilah self propelled tracked howitzer terbaru dan tercanggih di lini artileri medan (armed) TNI AD. Label “BE” menyiratkan bahwa inilah varian M109A4 yang diproduksi oleh Belgia. Total ada 64 unit M109A4 BE yang dioperasikan Angkatan Darat Belgia, yang mana kesemuanya telah dipensiunkan AD Belgia pada tahun 2008. (more…)