Bikin Heboh (Lagi), Meriam S-60 Ternyata Masih Digunakan dalam Perang Rusia Vs Ukraina

Netizen kadang ada saja yang mencibir keberadaan meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) S-60 yang masih digunakan oleh Arhanud di Indonesia. Lantaran sudah berusia tua, yakni didatangkan ke Indonesia pada awal dekade 60-an, S-60 pun dijuluki sebagai “Si Mbah.” Namun, jangan salah, debut S-60 sampai detik ini masih bersinar dalam laga peperangan modern.

Baca juga: Bikin Heboh, Meriam S-60 Ternyata Masih Digunakan dalam Perang Armenia vs Azerbaijan

Setelah tampil dalam Perang Armenia Vs Azerbaijan di Nagorno-Karabakh pada Desember 2020, yaitu meriam S-60 secara mengejutkan dipasang pada ranpur lapis baja MT-LB milik Azerbaijan. Serupa tapi tidak sama, meriam legendaris bebas jamming ini kembali tampil dalam laga Perang Ukraina Vs Rusia. Pengguna S-60 tentu bukan Rusia, melainkan digunakan oleh pasukan Ukraina sebagai wujud improvisasi pada alat perang yang tersisa.

Seperti terlihat dalam video pendek yang diposting akun Twitter @Osinttechnical, nampak S-60 kaliber 57 mm dipasang pada dudukan belakang sebuah truk trailer. Efektifkah adopsi S-60 pada truk triler? Sejauh ini belum ada laporan atas kinerja S-60 di Ukraina. Tapi melihat dari petikan video yang diperlihatkan, sepertinya S-60 di truk trailer dikedepankan sebagai senjata bantuan tembakan untuk sasaran di permukaan.

Dirunut dari klasifikasinya, S-60 masuk dalam meriam PSU (penangkis serangan udara) laras tunggal dengan jarak tembak target rendah dan menengah. Dengan panduan sistem penembakkan terintegrasi, jangkauan meriam ini bisa melesat hingga 6.000 meter.

Meski sudah buyut, tapi meriam ini nyatanya masih aktif digunakan oleh beberapa negara yang anggaran militernya berkocek ngepas, terutama negara-negara di Afrika dan Asia Selatan. Terbilang sebagai senjata blok Timur yang cukup laris, membuat beberapa negara sekutu Soviet tertarik untuk membuatnya secara lisensi, setidaknya ada tipe 59 yang dibuat oleh Cina, dan SZ-60 yang dibuat oleh Hungaria.

Bagaimana dengan profil daya gempur meriam S-60? Menggunakan jenis meriam auto kanon kaliber 57 mm, sudut elevasi larasnya adalah -4 hingga 87 derajat yang dapat berputar 360 derajat, dengan demikian meriam ini sejatinya juga pas untuk senjata pertahanan pantai. Sistem reload amunisinya menganut konsep manual dengan klip (magasin)/cartridge amunisi, dimana 1 klip berisi 4 peluru/amunisi. Waktu yang dibutuhkan untuk reload adalah 4 sampai 8 detik.

Baca juga: AN/UPS-3 TDAR – Radar Penjejak Target Untuk Meriam PSU S-60 57mm Retrofit Arhanud TNI AD

Untuk navigasi dan pembidikan target, bila dengan optical mechanical computing sight AZP-57, target dengan cara bidik lewat teleskop bisa dicapai hingga jarak 5.500 – 6.000 meter. Sedangkan dengan bantuan radar rangefinder D-49, kemampuan deteksi untuk menghajar target bisa lebih ditingkatkan. (Gilang Perdana)