
Peristiwanya sudah terjadi pada 20 Maret 2019, namun tetap saja insiden ini menarik perhatian setelah baru-baru ini kisahnya dibuka oleh beberapa media internasional. Sebuah jet tempur Rafale B (tandem seat) milik AU Perancis terpaksa return to base tak lama setelah lepas landas dari Lanud Saint-Dizier 113 di Bagian Timur Perancis. Penyebabnya terbilang tak biasa, yaitu penumpang yang berada di kursi bagian belakang tak sengaja menekan tombol kursi pelontar (ejector seat). Kok bisa? (more…)

Pasca kunjungan Menhan Prabowo Subianto ke Perancis beberapa waktu lalu, nama korvet Gowind 2500 Class belakangan jadi santer dibicarakan. Terlepas dari pro dan kontra di seputaran korvet yang kini telah dioperasikan AL Mesir, faktanya platform Gowind 2500 Class lumayan laris. Selain Mesir, Naval Group setidaknya telah meraih kontrak dengan Rumania, Uni Emirat Arab dan tentu saja yang menarik dari Malaysia. Persisnya di tangan Malaysia, derajat Gowind Class tidak lagi sebagai korvet, melainkan naik kelas menjadi frigat. (more…)

Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Perancis beberapa waktu lalu rupanya menyertakan sejumlah harapan bagi modernisasi alutsista TNI. Terlepas dari realisasi yang butuh proses lebih lanjut, tersebut beberapa nama alutsista yang berpotensi diakuisisi Indonesia. Situs latribune.fr (17/1/2020) menyebut Indonesia tertarik dengan dengan 48 unit jet tempur Rafale, 4 unit kapal selam Scorpène dengan rudal SM39 Exocet dan dua unit korvet Gowind Class yang berbobot 2.500 ton. (more…)

Bagi kebanyakan negara, adopsi teknologi (High Altitude Platform Station) masih dalam tahap kajian, termasuk di Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) semasa dijabat Wiranto pernah melakukan diskusi mendalam tentang penerapan HAPS untuk mendukung sistem komunikasi pertahanan dan keamanan di daerah terluar, terpencil dan perbatasan. (more…)

Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 dengan segala kecanggihannya masih diandalkan sebagai senjata pemukul garis depan. Debut rudal anti kapal yang meluncur perdana pada 18 Maret 2010 ini, setidaknya telah digunakan oleh sembilan negara. Dan seolah berpacu dengan dinamika potensi peperangan di masa depan, AL Perancis belum lama ini diwartakan akan menerima varian baru dari rudal anti kapal Exocet, yaitu MM40 Block 3c. (more…)

Meski agak ketinggalan dalam sektor pengembangan drone, Airbus Helicopters belum lama ini mewartakan telah berhasil melakoni fase lepas landas dan mendarat perdana prototipe drone copter VSR700 pada 8 November 2019 di drone test centre, dekat Provinsi Aix-en di Perancis Selatan. Drone copter yang pertama kali diperlihatkan sosoknya pada Paris AirShow 2017 ini dalam penerbangan perdananya berhasil terbang selama 10 menit. (more…)

Telah dioperasikan militer Perancis sejak 1985 dan banyak dilibatkan dalam palagan pertempuran juga oleh banyak negara, keberadaan Panhard VBL (Véhicule Blindé Léger) mulai dianggap menua dan Perancis pun telah mempersiapkan penggantinya di segmen rantis lapis baja 4×4 all-terrain vehicle. Lantas, rantis apa yang digadang sebagai pengganti Panhard VBL? (more…)

Kill marking dan bombs marking sudah lazim terlihat pada pesawat tempur yang terlibat dalam suatu operasi militer. Kill marking yang ditorehkan pada sisi luar kokpit menyiratkan berapa jumlah dan jenis jet tempur lawan yang berhasil dilibas. Semantar bombs marking menggambarkan sudah berapa unit bom yang dijatuhkan ke daerah lawan. Namun kini ada tren baru, yang menjadi label kill marking bukan jet tempur yang berhasil dijatuhkan, melainkan juga drone. (more…)

Setelah film Hunter Killer yang dirilis tahun lalu, jagad sinema bergenre kapal selam yang terbaru saat ini adalah Wolf’s Call (Le Chant du Loup). Berbeda dari Hunter Killer, Wolf’s Call adalah film produksi Perancis dengan latar thriller kapal selam nuklir. Meski tak ada kaitan, kabar seputar kapal selam Perancis kini tengah ramai setelah ditemukannya kapal selam Perancis yang hilang lebih dari 50 tahun lalu. (more…)

Bila Indonesia masih bermimpi untuk bisa memiliki jet tempur sekelas Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon, maka sebaliknya Perancis dan Jerman tengah mencanangkan program jet tempur masa depan sebagai pengganti Rafale dan Typhoon. Ini bukan sekedar obsesi dari dua negara kuat di Eropa Barat, melainkan Perancis dan Inggris sudah menjadwalkan untuk mengganti Rafale dan Typhoon pada tahun 2040. Dan guna memuluskan transformasi tersebut, kedua negara sudah mencangkan proyek yang diberi label sebagai “Future Combat Air System” (FCAS). (more…)