Viral di media sosial, pasukan khusus Ukraina menggunakan senapan mesin berat (SMB) legendaris super battle proven DShK-38 dengan tidak semestinya. Pasalnya, alih-alih ditembakkan dengan tripod, justru SMB era Soviet yang juga masih digunakan satuan TNI ini, digunakan dengan bipod, layaknya senapan penembak runduk (sniper). (more…)
Lantaran berusia tua dan belum ada penggantinya, penggelaran ranpur amfibi BTR-50 milik Yonranratfib (Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi) Korps Marinir kerap mengundang pro kontra, khususnya terkait aspek keselamatan pada ranpur APC yang akrab disebut “Pansam (Panser Amfibi)” oleh warga Korps Baret Ungu. (more…)
Hari ini, 22 Januari 2025, Korps Marinir TNI AL dan beberapa instansi terkait akan melakukan pembongkaran pagar laut di Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Berbeda dari upaya pembongkaran sebelumnya, maka pada pembongkaran pagar laut kali ini dikerahkan dua ranpur (kendaraan tempur) amfibi milik Resimen Kavaleri (Menkav) Korps Marinir. (more…)
Bersamaan dengan peresmian Barak Siaga Denjaka (Detasemen Jalamangkara) di Kesatrian Marinir Arthur Solang, Cilandak, Jakarta Selatan, pada hari Senin (20/1/2025), satuan elite Denjaka juga menerima ransus (kendaraan khusus) anti teror dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (more…)
Sejak pengiriman perdana pada pertengahan April 2024, media lokal di India menyebut kontrak akuisisi baterai rudal Brahmos LACM (Land Attack Cruise Missile) atau rudal anti kapal untuk fungsi pertahanan pantai – Shore-Based Anti-Ship Missile System (SBASM) pesanan Korps Marinir Angkatan Laut Filipina, telah dituntaskan. (more…)
Meski jumlahnya tidak diketahui, ada kabar Korps Marinir dalam waktu tak lama lagi bakal mengoperasikan senjata lawan tank atau roket anti tank disposable (peluncur sekali buang), menjadikan Korps Marinir sejajar dengan infanteri TNI AD dan Kopasgat TNI AU yang lebih dulu mengoperasikan roket anti tank disposable, meski dari merek yang berbeda. (more…)
Indonesia tidak sendiri dalam mengoperasikan alutsista hanud era Soviet. Selain meriam S-60 kaliber 57 mm, ada kesamaan antara Indonesia dan Vietnam dalam mengoperasikan meriam hanud 61-K (M1939) kaliber 37 mm. Di Indonesia, meriam hanud 61-K (M1939) masih dioperasikan Batayon Arhanud Korps Marinir TNI AL. (more…)
Rosoboronexport secara khusus memperlihatkan ranpur (kendaraan tempur) Infantry Fighting Vehicle (IFV) amfibi BMP-3 ke pameran pertahanan Vietnam Defence Expo 2024 di Hanoi, Vietnam (19 – 22 Desember 2024). Meski yang ditampilkan adalah varian dasar (bukan BMP-3M seperti yang disebutkan beberapa media), namun BMP-3 yang dipamerkan di Vietnam tampil dalam paket upgrade proteksi. (more…)
Mengulang yang telah dilakukan pada tahun 2017, Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL diwartakan akan melakukan uji tembak MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad yang ditempatkan di atas deck kapal perang. Menjadikan alutsista dari Batalyon Roket Marinir berubah peran sebagai senjata penggebuk dari tengah laut. (more…)
Satu paket dengan Mobile EM Radar, Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) juga memamerkan kendaraan yang disebut Command Center with EM Radar dalam Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. (more…)