Tag: korps marinir

Korps Marinir AS Rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Tenggelamnya Ranpur AAV (LVTP-7)

Setelah delapan bulan sejak musibah tenggelamnya ranpur amfibi AAV (LVTP-7), Korps Marinir AS (USMC) akhirnya merilis hasil investigasinya atas kecelakaan yang menewaskan sembilan personel, yaitu terdiri dari delapan prajurit marinir dan seorang pelaut. Laporan investigasi yang dirilis pada 25 Maret 2021, menyebutkan adanya masalah pada kendaraan (mechanical error) dan manusia (human error). (more…)

Korps Marinir Uji Fungsi Amunisi Illumination dan Smoke

(tnial.mil.id)

Ada kabar anyar dari Korps Marinir, dalam rangka mendukung kesiapan tempur, Dinas Materiel Senjata dan Elektronika TNI Angkatan Laut (Dissenlekal) melaksanakan Uji Fungsi Amunisi di Pusat Latihan Tempur Marinir Baluran, Karang Tekok, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, baru baru ini. (more…)

Weishi WS-22 – Self Propelled MLRS 122mm dengan Platfom Truk Wanshan

Banyak jalan untuk mendapatkam self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket Systems), selain dari dalam negeri yang prototipenya sudah dirilis, dari luar negeri juga bertabur pilihan. Khusus di segmen self propelled MLRS kaliber 122 mm, maka pengguna utamanya di Indonesia adalah Korps Marinir. Selain dominan mengoperasikan RM70 Grad/Vampire buatan Ceko, ada beberapa unit yang diketahui adalah buatan Cina. (more…)

Ranpur Amfibi LVTP-7 (KAAV7A1) Korps Marinir Akan Di-upgrade dengan Kubah RCWS

(Hanwha Defense)

Walau jumlahnya tak lebih dari 15 unit, namun, ranpur amfibi LVTP-7 atau dalam label Korea Selatan disebut KAAV7A1, termasuk arsenal alutsista yang diunggulkan oleh Resimen Kavaleri Korps Marinir. Dengan perawatan yang baik, ranpur asal hibah dari Korea Selatan pada tahun 2009/2010 ini masih terjaga kondisinya. Dan, ada kabar tentang LVTP-7 alias KAAV7A1, dimana ranpur itu akan mendapatkan upgrade pada sistem senjatanya. (more…)

Mulai Tahun ini, MLRS RM70 Vampire Akan Diproduksi di Batam

Rupanya ada kabar segar dari ajang IDEX 2021 yang baru saja dihelat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yaitu telah dilangsungkan penandatanganan kerja sama antara Excalibur Army dengan perusahaan swasta nasional PT Republik Defensindo, untuk memproduksi bersama (joint production) sistem peluncur roket multi laras (MLRS) RM70 Vampire kaliber 122 mm di Indonesia pada tahun ini. (more…)

Korps Marinir (Ukraina) Pesan 60 unit Ranpur BTR-4EM

(Defense Express)

Lama tak terdengar kabar tentang ranpur BTR-4, setelah tiba di Indonesia pada September 2016, debut ranpur amfibi produksi Ukraina ini memang kurang begitu moncer, lantaran pesanannya tak dilanjutkan karena pihak user (Korps Marinir TNI AL) tidak puas dengan performa ranpur berpenggerak 8×8 ini. Meski begitu, ada kabar dari negeri asal panser amfibi ini, dimana BTR-4 diwartakan telah meraih order dari Korps Marinir Ukraina (Ukrainian Naval Infantry Corps). (more…)

Tank Amfibi PT-76M Korps Marinir Akan Dilengkapi Rudal Falarick 90, Inilah Daya Hancurnya

Usia alutsista milik Korps Marinir ini jelas tak muda lagi, namun melihat dari spesifikasi dan tingkat kesiapan tempurnya, tank amfibi PT-76M sampai saat ini masih layak digunakan setelah melewat sejumlah retrofit disana-sini. Bahkan, belum lama ada kabar bahwa tank ini akan dipersenjati jenis amunisi baru. Persisnya tank PT-76M Korps Marinir akan punya kemampuan meluncurkan rudal anti tank. (more…)

Korps Marinir Korsel Gunakan Rudal Spike-NLoS di Rantis SandCat

Nama Spike-NLoS (Non Line of Sight) sebagai rudal anti tank sudah demikian tersohor dan salah adopsi yang cukup dikenal adalah penempatannya pada platform rantis (kendaraan taktis). Setelah militer Israel memasang Spike-NLoS pada rantis Tomcar TE 4×4, dari belahan Asia Timur, rudal besutan Rafael Advanced Defense Systems ini rupanya juga digunakan oleh Korps Marinir. (more…)

516 Jiujiang – Frigat ‘Spesialis’ Peluncur Roket MLRS

Dikenal punya daya hancur besar dengan jangkauan yang jauh, menjadikan MLRS (Multiple Launch Rocket System) bukan hanya digunakan pada platform di darat. Sebut saja, TNI AL yang pernah sukses melakukan uji penembakan MLRS RM70 Grad dari atas kapal perang KRI Teluk Sampit 515. Dan, serupa tapi tidak sama, AL Cina rupanya telah melakoni doktrin penggelaran MLRS kaliber 122 mm di atas kapal perang, namun yang diadopsi AL Cina jauh berbeda dengan apa yang dilakukan TNI AL. (more…)