
Lazimnya kita dengar produk persenjataan asal Rusia dibuat ulang, entah berdasarkan lisensi atau murni di copas oleh Cina, India atau Iran. Namun ada kalanya yang terjadi malah kebalikannya, dimana Rusia yang membuat produk alutsista berdasarkan lisensi dari luar negeri. Setidaknya ini terbukti dari adopsi drone intai tempur Forpost-M. Drone yang sudah beberapa kali diajak dalam operasi tempur di Ukraina dan Suriah ini aslinya adalah Searcher II buatan Israel Aerospace Industries (IAI). (more…)

Bila merujuk ke pemberitaan pada November 2018, mestinya kini program pengadaan dan instalasi radar pada jet latih tempur taktis T-50i Golden Eagle TNI AU sedang berjalan. Seperti diketahui, bersamaan dengan kontrak pengadaan tiga unit pesawat latih dasar KT-1B Wong Bee, tercantum paket lengkap untuk instalasi radar dan kanon internal untuk T-50i dengan nilai kontrak mencapai KRW100 miliar (setara US$89 juta), pihak Korea Aerospace Industries (KAI) akan mulai mengirimkan pesawat perdana yang telah di upgrade, terhitung 25 bulan semenjak kontrak pengadaan ditandatangani. (more…)

Mulai saat ini hingga dua tahun kedepan, AU India mencanangkan untuk mengganti jenis rudal udara ke udara BRR (beyond visual range) untuk Sukhoi Su-30MKI. Rudal yang dimaksud adalah Vympel R-77 buatan Rusia yang selama ini digadang sebagai lawan tanding bagi rudal BVR buatan Raytheon, AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium Range Air to Air Missile). Atas dasar kekecewaan atas performa, AU India berencana mengganti R-77 dengan Derby besutan Rafael Advenced Devense System, Israel. Lantas apa yang membuat India begitu kecewa pada R-77? (more…)

Tak kunjung diputuskannya pengadaan drone intai berkualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance) oleh Kementerian Pertahanan RI, berpotensi membuat Indonesia tertinggal dari Filipina dalam operasional drone MALE. Filipina yang ibarat pelan tapi pasti, dalam beberapa tahun ini terus menggenjot modernisasi di sektor alutsista. Di segmen drone, Filipina malahan sudah menerima enam unit drone intai maritim ScanEagle buatan Boeing Insitu. Jenis drone serupa yang akan diterima Indonesia, Vietnam dan Malaysia. Dan kini ada loncatan berupa rencana Filipina untuk mendapatkan drone Hermes 900 dan Hermes 450. (more…)

Tepat sehari sebelum meletusnya duel udara di langit Kashmir, sejatinya ada peristiwa yang tak kalah menarik untuk disimak. Pada 26 Februari lalu, di pagi buta 12 unit jet tempur Mirage-2000 AU India melancarkan serangan secara presisi ke wilayah Pakistan. Yang disasar tentu bukan sembarang target, melainkan ke basis pelatihan militan Jaish-e-Mohammed (JeM) di Balakot, yang lokasinya berada 60 km dari Line of Control (garis batas wilayah) Pakistan dan India. (more…)

Kendaraan taktis (rantis) serbu model buggy 4×4 rasanya begitu banyak ragamnya di Indonesia. Dalam hal desain jelas tak kalah dari merek luar negeri. Hanya sayangnya, di Indonesia bekal senjata pada rantis segala medan yang menggunakan rollbar ini ‘mentok’ pada penggunaan senapan mesin kaliber 7,62 mm atau pelontar granat otomatis AGL-40. (more…)

Karena tekanan dan kebutuhan, reverse engineering menjadi prioritas bagi industri pertahanan di Iran. Lepas dari soal seberapa jauh kualitas produk yang dihasilkan, hasil reverse engineering kerap membuat gebrakan, khususnya bila dipandang dari negara dunia ketiga. Dan yang terbaru dari Negeri Para Mullah adalah diperkenalkannya sosok rudal jelajah jarak jauh (long range cruise missile) Hoveizeh. (more…)

Ada adegan yang menarik dari film Operation Red Sea (2018), dimana pada satu babak pertempuran di perbukitan, pasukan elite AL Cina, Jiaolong, menggunakan drone copter untuk misi membungkam basis perkubuan mortir lawan. Drone ini bukan UAV untuk misi intai, melainkan asasinya untuk kamikaze. Dengan ukuran yang mungil, daya hancurnya memang tak seberapa besar, namun drone yang di-remote ini mampu meledak di udara dengan melepaskan ratusan palet yang bisa melukai banyak orang di sekitarnya. (more…)

Nama rudal hanud S-200 milik Suriah dalam satu tahun ini telah mendapat dua kali sorotan, pertama pada Februari 2018, diwartakan sebuah jet tempur F-16 milik Israel berhasil dirontokkan oleh rudal hanud jarak jauh peninggalan era Perang Dingin tersebut, kemudian yang terbaru, S-200 melakukan friendy fire pada pesawat angkut Ilysuhin Il-20 milik Rusia, 15 awaknya dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. (more…)

Nama senjata yang satu ini jelas tak populer di jagad alutsista Tanah Air, tapi tahukah Anda, bahwa kanon buatan Perancis ini selama puluhan tahun telah menjadi senjata utama pada pesawat tempur Douglas A-4E/H Skyhawk TNI AU. Dan setelah A-4 Skyhawk TNI AU beristirahat dalam damai, kini ada kabar yang kembali mengingatkan kita akan masa kejayaan Skyhawk di Indonesia. Persisnya DEFA 552 kaliber 30 mm yang terpasang sebagai kanon internal di eks A-4 Skyhawk TNI AU akan ‘dihidupkan’ kembali. (more…)