Rafael SPICE-2000: Bom Pintar Dibalik Serangan India ke Pakistan

Tepat sehari sebelum meletusnya duel udara di langit Kashmir, sejatinya ada peristiwa yang tak kalah menarik untuk disimak. Pada 26 Februari lalu, di pagi buta 12 unit jet tempur Mirage-2000 AU India melancarkan serangan secara presisi ke wilayah Pakistan. Yang disasar tentu bukan sembarang target, melainkan ke basis pelatihan militan Jaish-e-Mohammed (JeM) di Balakot, yang lokasinya berada 60 km dari Line of Control (garis batas wilayah) Pakistan dan India.

Baca juga: Dogfight di Kashmir Usai, Puing Rudal AIM-120C-5 AMRAAM Masih Jadi ‘Misteri’

Kelompok JeM 12 hari sebelumnya diduga berada dibalik aksi serangan yang menewaskan 40 petugas keamanan India. Mirip pola serangan udara Israel ke Suriah, Mirage-2000 saat melancarkan serangan sudah memperhitungkan secara cermat beragam faktor risiko yang mungkin terjadi. Tak ingin tertangkap sistem radar hanud Pakistan, flight Mirage-2000 meluncurkan bom pintar (smart bomb) di luar dari cakupan radar hanud (stand off).

Meski tak diketahui persis tingkat kerusakan yang ditimbulkan dari serangan bom pintar tersebut, namun sosok bom pintar yang kemudian diketahui dari jenis SPICE (Smart, Precise Impact, Cost-Effective)-2000  ikut terangkat pamornya. SPICE-2000 sendiri merupakan buatan Rafael Advanced Defense Systems, Israel. Dan uniknya, pengguna bom pintar ini hanya dua di dunia, yakni Israel dan India. SPICE family acap kali digunakan AU Israel untuk melakukan serangan udara ke permukaan menggunakan F-16 Fighting Falcon.

Menyandang predikat bom, sudah barang tentu SPICE-2000 tidak dilengkapi tenaga pendorong. Sistem pemandu SPICE disebut-sebut menjadi salah satu yang terbaik di segmen bom pintar, dimana bom ini menggabungkan panduan dari satellite guidance dan electro-optical guidance. Masuk dalam komponen electro-optical guidance adalah penggunaan CCD/infrared homing. Penggabungan dua kombinasi pemandu menjadikan tingkat akurasi perkenaan pada sasaran cukup tinggi, yaitu dengan circular error probable 3 meter.

Rafael menciptakan tiga varian SPICE yang kesemuanya dirancang diluncurkan standoff, pertama SPICE-1000 dengan bobot 450 kg dan punya jangkauan sampai 100 km, kedua SPICE-2000 dengan bobot 900 kg dan punya jangkauan ke sasaran sejauh 60 km, dan yang terakhir SPICE-250 dengan bobot 113 kg dengan jangkauan 100 km. Hulu ledak yang dibawa bisa bermacam-macam  jenis, disesuaikan dengan kebutuhan pada sasaran.

Karena terbilang senjata yang canggih, hanya segelintir jet tempur yang dapat membawa bom pintar ini, sebut saja ada nama F-16, F-15, Panavia Tornado, Saab Gripen, dan Mirage-2000. AU India kabarnya tengah mengembangkan solusi agar SPICE nantinya dapat dilepaskan dari Sukhoi Su-30MKI.

Baca juga: DRDO Netra AEW&C Tidak Terkait Teknologi Radar AESA dari Saab

Dikutip dari theaviatioist.com, Armada Mirage-2000 yang melancarkan serangan ke Pakistan diterbangkan dari Lanud Gwalior. Dalam serangan tersebut dilibatkan drone intai Heron dan pesawat AEW&C (Airborne Early Warning & Control) DRDO Netra untuk memontor ruang udara di daera operasi. (Gilang Perdana)

17 Comments