
Dalam babak pertama serangan udara ke permukaan, landasan udara menempati prioritas oyek vital yang harus dihancurkan terlebih dahulu. Dengan dihancurkannya landasan pada lanud terpilih, maka diharapkan kekuatan udara lawan menjadi lumpuh, lantaran jet tempur dan dukungan logistik tidak dapat disalurkan karena landasan yang rusak berat. Rupanya hal tersebuti disadari oleh Cina bila kelak harus melakukan ekspansi dengan cara ofensif. (more…)

Masih soal klaim dari Negeri Tirai Bambu, Yang Wei, kepala desainer jet tempur stealth Chengdu J-20 yang pada artikel sebelumnya menyebut bahwa F-22 Raptor tak ideal untuk berlaga di Pasifik. Kini giliran, Kementerian Pertahanan Cina lewat situs resminya menyebut sedang mengembangkan varian two seat (tandem seat) pada J-20 dan memantapkan klaim Cina sebagai negara pertama yang kelak dapat meluncurkan jet tempur stealth tandem seat. (more…)

Cina memang tak bisa dilepasan dari soal klaim-mengklaim, seperti kali ini ada klaim bahwa jet tempur stealth kebanggaan Amerika Serikat yang tak dijual untuk ekspor, yaitu F-22 Raptor, sebagai produk yang cacat. Malah dikatakan, F-22 Raptor punya kelemahan yang hampir mirip dengan rancangan F-4 Phantom. (more…)

Dengan percepatan pembangunan armada kapal perangnya, dipercaya bahwa dalam lima tahun kedepan, kekuatan AL Cina mampu menandingi kekuatan armada AL Amerika Serikat di Pasifik. Indikasi tersebut dapat dilihat dari begitu cepatnya Cina membangun kapal perang bertonase besar, khususnya pada segmen kapal induk. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan kapal induk helikopter yang mampu mendukung operasi amfibi, yaitu Landing Helicopter Dock (LHD) Type 075 atau dalam kode NATO disebut Yushen Class LHD buatan Hudong Zhonghua Shipbuilding. (more…)

Amerika Serikat boleh berbangga lantaran punya drone HALE (High Altitude Long Endurance) bermesin jet RQ-4 Global Hawk dan MQ-4 Triton. Tapi jangan dikira Cina tak punya yang seperti itu, meski ‘resminya’ masih berstatus dalam pengembangan, Chengdu Aircraft Corporation sejak tahun 2016 telah memperkenalkan tandingan Global Hawk, yaitu Cloud Shadow, yang sosoknya kemudian ditampilkan di Dubai AirShow 2017. (more…)

Tingkat kemajuan militer Cina tentu tak bisa dilepaskan dari Amerika Serikat dan Rusia, lantaran inspirasi kekuatan Sang Naga tak pelak mengacu pada dua negara tersebut. Salah satu implementasinya terbukti pada adopsi sistem jaringan pengintaian di lautan, dimana sistem yang sama telah dibangun sejak lama oleh AS dan Uni Soviet di era Perang Dingin. Dan saat ketegangan Cina dan AS meningkat, ada dugaan bahwa Beijing telah menggelar apa yang disebut sebagai “Blue Ocean Information Network” di kawasan Laut Cina Selatan. (more…)

Seolah mengikuti jejak TNI AU yang belum lama ini berhasil melakukan night air refueling atau pengisian bahan bakar di udara pada malam hari antara Sukhoi Su-30MK2 dan KC-130B Hercules, maka AL Cina juga telah melaporkan sukses melakukan night air refueling pada jet tempur Shenyang J-15 (copy-an Sukhoi Su-27). Yang menarik, ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan jet tempur J-15, dimana uji night air refueling dilakukan dari basisnya di kapal induk Liaoning. (more…)

Keberadaan radar ‘konde’ AN/APG-78 Longbow tak pelak menjadi ciri khas dari helikopter serang AH-64E Apache Guardian. Ditempatkan tepat di atas rotor utama, menjadikan radar pengendali tembakan (FCR/Fire Control Radar) besutan Northrop Grumman ini begitu dikenal luas. Kabarnya empat dari delapan unit AH-64E Apache Puspenerbad, nantinya akan dipasangi AN/APG-78. Nah, bergeser ke rival Negeri Paman Sam, rupanya Cina juga telah sukses membuat tandingan radar konde ini. (more…)

Setelah Mesir yang bakal bersuka cita, lantaran batch pertama Sukhoi Su-35 bakal diterima dari Rusia, bergeser ke Asia Selatan, netizen Negeri Anak Benua dikabarkan juga bakalan bersuka cita, pasalnya bakal kedatangan alutsista yang dianggap paling punya efek getar dalam menghadapi duel udara melawan Cina dan Pakistan. Persisnya pada Senin (27/7/2020), gelombang perdana yang terdiri dari lima unit jet tempur Rafale telah diterbangkan dari Perancis secara ferry flight ke India. (more…)

Buntut dari perang urat syarat antara Amerika Serikat dan Cina telah berimbas pada perusahaan IT asal Negeri Sang Naga. Setelah Huawei yang di-banned di Negeri Paman Sam, langkah serupa mulai merembet ke manufaktur drone komersial terbesar di dunia, Da Jiang Innovations, atau yang akrab dikenal dengan brand DJI. (more…)