
Sabtu siang, 19 September 2020, rupanya wilayah Selat Taiwan sedang dalam kondisi super tegang. Bukan sekedar provokasi tanpa bukti, pada tengah hari waktu setempat, AU Cina melakukan show of force besar-besaran di kawasan yang diakui sebagai zona identifikasi pertahanan udara Taiwan tersebut, dimana total 19 pesawat militer Cina dari berbagai jenis terbang melintasi ADIZ (air defense identification zone) Taiwan. Sontak saja, peringatan radio, aktivasi sistem rudal hanud dan scramble jet tempur Taiwan langsung dilakukan seketika. (more…)

Urusan jiplak alutsista, Cina jelas tiada tandingan, namun ternyata bukan cuma tank, rudal, jet tempur, pesawat angkut, helikopter, meriam, dan kanon saja yang berhasil disadur oleh Negeri Tirai Bambu. Mungkin setelah melihat profil combat boat satu ini, Saab dari Swedia mungkin akan dibuat tertegun, pasalnya Cina juga berhasil memproduksi jenis combat boat yang begitu mirip dengan CB90 atau Stridsbåt 90. (more…)

Tensi ketengangan antara Cina daratan dan Taiwan kembali meningkat, pasalnya Beijing dalam waktu dekat ini bakal menggelar latihan militer di Selat Taiwan, yaitu area selebar 180 km yang memisahkan antara pesisir Cina daratan dan Pulau Formosa. Dengan dilangsungkannya latihan di wilayah tersebut, secara otomatis Cina bakal menghadirkan armada tempurnya di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan (ADIZ). (more…)

Dalam skenario serbuan amfibi, pasukan Marinir Cina dipercaya bakal mengandalkan wahana amfibi yang disebut Landing Craft Air Cushion (LCAC) atau lebih mudahnya bisa disebut sebagai hovercraft. Yang paling mudah diterka untuk misi tersebut adalah LCAC Type 726 (Yuyi Class). Wahana ini dapat membawa satu unit MBT atau dua tank ringan, dan dalam gelar operasinya, Type 726 menjadi bagian integral dari Landing Platform Dock (LPD) atau Landing Helicopter Dock (LHD). (more…)

Situasi Laut Natuna Utara memanas, kapal patroli penjaga pantai Cina – China Coast Guard (CCG) dengan nomer lambung 5204 menolak meninggalkan area yang menjadi teritori Indonesia dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), demikian tajuk yang mewarnai berita di banyak portal media nasional pada 13 September lalu. Sebagai unsur penindak saat itu adalah Kapal Patroli KN Nipah 321 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. (more…)

Tak berapa lama setelah kunjungan Menteri Pertahanan Cina Wei Fenghe ke Jakarta pada 8 September lalu, ada kabar bahwa armada kapal perang AL Cina – People’s Liberation Army Navy (PLA Navy) baru saja melintasi Selat Malaka. Armada kapal perang yang tergabung dalam Chinese 36th Naval Escort Taskforce diketahui sebelumnya telah bertolak dari pangkalan angkatan laut di Qingdao pada 3 September 2020. Komposisi task force tersebut terdiri dari kapal perusak DDG Guiyang 119, frigat FFG Zaozhuang 542 dan kapal tanker/logistik Dongpinghu 960. (more…)

Meski sempat dibuat patah hati, lantaran batal mendapatkan radar EL/W-2090 Phalcon dari Israel, rupanya tak menyurutkan langkah Cina untuk mengembangkan beragam varian pesawat intai bergenre AEW&C (Airborne Early Warning & Control). Setelah kabar terbaru yang menyebut pesawat AEW&C untuk pengoperasian dari kapal induk, Xian KJ-600 telah terbang perdana, maka ad kabar baru lagi seputar pesawat AEW&C, dimana pesawat AEW&C milik Cina dikabarkan telah mempunyai kemampuan air refueling. (more…)

Menghadapi dua lawan sekaligus adalah tantangan berat bagi militer India, pasalnya Negeri Anak Benua ini punya potensi untuk berperang langsung di perbatasan dengan Cina dan Pakistan. Menghadapi kenyataan itu, tak ada kata lain bagi India untuk terus waspada dan siaga di level tertinggi. Dan ketika bicara tentang kewaspadaan, maka sangat dimaklumi bila India mengoperasikan beberapa armada pesawat dan helikopter intai dengan kemampuan AEW&C (Airborne Early Warning & Control). (more…)

Meski tak kunjung mendapatkan order pesanan dari Kementerian Pertahanan Cina, namun Shenyang Aircraft Corporation terbilang gigih untuk mengembangkan jet tempur stealth generasi kelima, FC-31 Gyrfalcon. Setelah prototipe yang tampil dengan warna cat baru terkuak, kini ada kabar terbaru lagi, dimana terlihat prototipe FC-31 yang terbang dengan desain kaca kanopi baru dan perbaikan pada wind resistance. (more…)

AL Cina menyadari sepenuhnya, bahwa untuk mendongkrak kemampuan armada jet tempur dari kapal induk, sangat diperlukan pesawat intai Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Tanpa adanya pesawat AEW&C, maka kemampuan deteksi dan peringatan dini bagi unsur kapal induk menjadi begitu rentan dan terbatas. Dalam proyek serba cepat, kabarnya prototipe Xian KJ-600 kini telah terbang perdana. Namun, untuk bisa beroperasi dari kapal induk, faktanya masih butuh waktu panjang, mengingat KJ-600 tidak dapat lepas landas dengan teknik ski jump. (more…)