Terlepas dari generasi MiG-21 Bison, selama ini militer India kerap menampilkan alutsista terbaru dan mutakhir, terlebih bila menyangkut dengan eskalasi di wilayah perbatasan, baik perbatasannya dengan Cina dan Pakistan. Namun, belum lama ada yang terlihat unik, bahwa Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Angkatan Darat India justru mengerahkan Bofors 40mm L/70. (more…)
Turki dengan Bayraktar TB2 merupakan fenomena tersendiri, dimana drone kombatan (Unmanned Combat Aerial Vehicle/UCAV) ini mampu meraih penjualan ekspor tertinggi pada periode 2020-2021. Meski begitu, secara keseluruhan negara pengekspor terbesar drone kombatan di dunia masih dipegang oleh Cina. (more…)
Dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat, bisa dipastikan elemen hanud (pertahanan udara) Taiwan serba canggih dan rapat. Meski begitu, masih ada peluang bagi Cina Daratan untuk menembus sistem hanud Taiwan. Salah satunya dengan serbuan udara secara besar-besaran, dengan serbuan secara masif, walau akan ada banyak pesawat Cina yang dijatuhkan, tapi dipercaya hanud Taiwan akan kewalahan alias bisa kebobolan pada akhirnya. (more…)
Terlepas dari polemik seputar pelanggaran hak cipta, lisensi dan sejenisnya, ada faktor lain yang menguntungkan bagi Cina untuk menawarkan solusi teknologi pertahanan canggih namun harga miring. Kuncinya karena Cina saat ini menjadi satu-satunya negara yang memiliki rare earth elements (REE) atau logam tanah jarang. (more…)
Kapal dengan kemampuan signals intelligence (SIGINT) kerap diidentifikasi sebagai ‘spy ship,’ lantaran kegiatan kapal ini berkaitan dengan aktivitas pengumpulan data-data intelijen. Sebagai wilayah yang strategis, kawasan Indo Pasifik jadi ladang beroperasinya kapal SIGINT dari negara besar seperti Cina, Amerika Serikat, India, Inggris dan Rusia. Tapi sejauh ini jarang diberitakan keberadaan kapal SIGINT milik Angkatan Laut Perancis di Indo Pasifik. (more…)
Lantaran dikualifikasikan sebagai alutsista strategis, maka tak jarang identitas dan keberadaan kapal selam menjadi obyek incaran dan pengamatan intelijen asing. Terkhusus bagi Cina yang getol memamerkan kekuatan ofensifnya, posisi kapal selamnya terus mendapat pantauan dari AS dan sekutunya. Meski akurasinya masih perlu dibuktikan, peran foto satelit sedkit banyak telah mengungkapkan banyak hal yang selama ini tertutup kabut misteri. (more…)
Chengdu J-20 membawa empat rudal PL-15 pada weapon bay.
Sejak kemunculannya pada tahun 2016, rudal udara ke udara jarak jauh – beyond-visual-range missile (BVR) PL-15 digadang beberapa analis pertahanan global sebagai game changer yang dimiliki Cina dalam dominasi kekuatan udaranya saat menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya. PL-15 saat ini dinobatkan sebagai rudal udara ke udara terberat dengan jangkauan terjauh yang telah berhasil dibuat secara mandiri oleh Cina. (more…)
Segala sesuatu yang terkait Laut Cina Selatan (LCS) selalu menarik untuk dicermati, termasuk kasus terbaru yaitu tabrakan ‘misterius’ kapal selam nuklir USS Connecticut (SSN-22) – Seawolf Class dengan benda asing di bawah permukaan laut yang mengakibatkan 11 awaknya mengalami luka ringan dan sedang. Insiden yang terjadi pada 2 Oktober lalu, atas alasan keamanan baru dberitakan beberapa hari kemudian, yaitu saat kapal selam tersebut sudah berada di luar LCS. (more…)
Pada kenyataan, tak sembarang persenjataan yang mendapat ‘kehormatan’ di-copas oleh Cina, adalah jenis senjata atau alutsista yang bernilai tinggi dan punya potensi dijual, yang diprioritaskan Cina untuk dikloning, reverse engineering atau apa pun namanya. Di lini rudal udara ke permukaan misalnya, sampai saat ini kiblat pengembangan yang dilakukan industri Cina masih mengarah ke teknologi Rusia. (more…)
Palugada (apa lu mau gue ada), mungkin menjadi perumpamaan yang pas untuk menggambarkan kemampuan industri militer Cina dalam melihat kebutuhan pasar. Di segmen helikopter serang misalnya, banyak negara yang mengidamkan untuk bisa mengoperasikan AH-64E Apache Guardian. Namun, untuk bisa memiliki AH-64E tentulah negara pembeli harus menjadi sobib Amerika Serikat. (more…)