“Still Strong,” India Tempatkan Meriam Tua Bofors 40mm L/70 di Wilayah Perbatasan Cina

Terlepas dari generasi MiG-21 Bison, selama ini militer India kerap menampilkan alutsista terbaru dan mutakhir, terlebih bila menyangkut dengan eskalasi di wilayah perbatasan, baik perbatasannya dengan Cina dan Pakistan. Namun, belum lama ada yang terlihat unik, bahwa Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Angkatan Darat India justru mengerahkan Bofors 40mm L/70.

Baca juga: Sepenggal Kisah Jenderal Ahmad Yani dan Bofors 40mm L/70

Bofors 40mm L/70 adalah jenis meriam arhanud yang usianya tergolong tua, di Indonesia, jenis alutsista ini juga dioperasikan oleh Arhanud TNI AD. Mengingat senjata ini didatangkan pada awal dekade 60-an, maka Bofors 40mm L/70 bisa dikatakan ‘seumuran’ dengan meriam hanud “Si Mbah” S-60 kaliber 57 mm buatan Uni Soviet, yang kini telah diretrofit sebagian oleh TNI AD.

Dikutip dari Topwar.ru (21/10/2021), disebutkan baterai (kompi) Bofors 40mm L/70 ditempatkan di Arunachal Pradesh, yaitu wilayah timur laut India, yang berbatasan langsung dengan Cina, persisnya di Garis Kontrol Aktual. Beijing secara tradisional mengklaim sejumlah wilayah di Arunachal Pradesh, yang memaksa New Delhi untuk lebih memperhatikan pertahanan di wilayah ini.

Kabarnya, Bofors 40mm L/70 telah ditempatkan sejak dua bulan lalu di Arunachal Pradesh. Meriam hanud ini dipersiapkan untuk menembak jatuh drone intai dan helikopter lawan yang terbang rendah. Meski usia meriam ini sudah sepuh, namun jangan salah, Bofors 40mm L/70 yang digelar India di wilayah sengketa ini sudah mendapatkan sejumlah modernisasi.

Beberapa fitur canggih yang dipasang pada meriam ini terdiri dari target acquisition and automatic tracking untuk segala cuaca, high-resolution optic electronic sensor, thermal imaging camera dan laser rangefinder. Paket modernisasi pada meriam era 50-an ini dilakukan oleh BUMN India, Bharat Electronics Limited (BEL).

Dari sejarahnya, Bofors 40 mm L/70 dirancang sejak akhir Perang Dunia Kedua, dan mulai resmi dioperasikan pada tahun 1951. Sejak mulai diproduksi, Bofors 40mm mendapat predikat sebagai senjata yang laris di pasaran, ekspor meriam ini terbilang laku keras di seluruh dunia. Bahkan Inggris memproduksi Bofors 40mm berdasarkan lisensi sebanyak 1000 pucuk, dimana produksinya dipercayakan kepada Royal Ordnance Factory.

Dilihat dari efek gempurnya, Bofors 40 mm L/70 mampu menghantam sasaran secara efektif di udara hingga jarak 3.000 meter. Sedangkan jarak tembak maksimum secara teori dapat mencapai 12.500 meter. Dalam satu menit, awak meriam yang terlatih dapat memuntahkan 240 peluru. Untuk kecepatan luncur proyektil mencapai 1.021 meter per detik.

Baca juga: Beginilah Jika Bofors L/70 Dilengkapi Electro Optic Sight

Dalam operasionalnya, Bofors 40 mm L/70 diawaki oleh 6 personel, dimana 2 orang bertidak sebagai juru tembak, dan 4 orang lainnya bertindak sebagai loader (pengisi) peluru. Salah satu kelemahan meriam ini adalah pola loading pelurunya masih manual. (Gilang Perdana)

3 Comments