Pameran dirgantara dua tahunan, Singapore Airshow akan dibuka pada tanggal 20 Februari dan berakhir pada 25 Februari 2024. Sebagai pameran dirgantara terbesar di Asia, Singapore Airshow 2024 akan menampilkan produk aviasi terbaru di segmen sipil dan militer. Sebagai salah satu partisipan terbesar, Cina untuk pertama kalinya menampilkan helikopter serang Z-10ME di Singapore Airshow. (more…)
North Industries Group Corporation Limited (Norinco) bisa dibilang sudah ‘kenyang’ dalam memproduksi beberapa varian alutsista jenis self propelled howitzer yang dipasang pada platform truk. Setelah sebelumnya merilis SH15 dan PLC-181 yang dipasang pada platform truk taktis 6×6, kini ada ‘bocoran’ bahwa Norinco akan memproduksi self propelled howitzer (SPH) 6×6 baru, masih di standar kaliber 155/52 mm NATO, namun SPH ini nampak sedikit berbeda. (more…)
Berita provokasi di Laut Cina Selatan dan upaya Beijing untuk menginvasi Taiwan telah menggambarkan upaya ofensif Sang Naga, sebaliknya tak banyak pemberitaan yang mengulas aspek defensif militer Cina. Meski jarang terdengar, militer Cina telah menyiapkan serangkaian strategi pertahanan di pulau terluar, khususnya untuk antisipasi bila terjadi serangan balik dari lawan ke wilayah pesisir. (more…)
Punya roadmap produk pertahanan yang cukup luas, maka bukan yang pertama bagi Norinco (China North Industries Corporation) menciptakan highly mobile Air Defence System (ADS). Seperti pada Pemeran Pertahanan World Defense Show (WDS) 2024 di Riyadh, Arab Saudi (4 – 8 Februari 2024), Norinco memamerkan jenis mobile ADS yang diintegrasikan pada sasis ranpur lapis baja beroda ban 8×8. (more…)
Desain Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Golok 688 rancangan PT Lundin Industry Invest, rupanya menjadi inspirasi galangan kapal cina untuk mengembangkan apa yang disebut sebagai Thunderer A2000. Dilihat dari tampilan, Thunderer A2000 mengusung desain stealth trimaran yang mirip dengan KRI Golok 688, namun Thunderer A2000 didapuk sebagai kapal kombatan tanpa awak alias Unmanned Surface Vehicle (USV) berukuran besar. (more…)
Bicara tentang rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan dari pesisir atau rudal pertahanan pantai – coastal naval defence missile system, maka militer Cina termasuk yang punya banyak varian. Selain CM-302 (YJ-12E) yang dilirik oleh Indonesia, ada lagi varian yang disebut YJ-62. Berbeda dengan YJ-12 yang melesat di level supersonik, maka YJ-62 melesat di level high subsonick. Dan belum lama ini ada kabar bahwa Northern Theater Navy (Armada Laut Utara) Cina yang berbasis di Laut Kuning melakukan uji peluncuraan YJ-62 dalam sebuah latihan. (more…)
China North Industries Corporation (Norinco) punya nama besar sebagai manufaktur produk militer dan pertahanan dari Cina. Bicara tentang alutsista berat seperti tank, panser, roket artileri, meriam/kanon sampai senapan serbu dan mortir, telah diproduksi Norinco, bahkan beberapa produk Norinco telah digunakan oleh TNI AD dan TNI AL. Namun, jarang terdengar Norinco merilis senapan anti material untuk penembak runduk (sniper). (more…)
Tampak dalam latar frigat ringan anti kapal selam (ASW.)
Galangan kapal swasta terbesar di Taiwan, Jong Shyn Shipbuilding, telah mulai membangun frigat anti kapal selam. Secara total, Taiwan berencana mengakuisisi selusin frigat ringan – enam untuk peperangan anti-kapal selam – anti submarine warfare (ASW) dan enam untuk peperangan anti udara – anti air warfare (AAW) . Frigat-frigat tersebut diproyeksikan untuk menggantikan frigat Knox class yang sudah dinonaktifkan. (more…)
Ukraina secara terang-terangan menyatakan ‘bergantung’ pada pasokan drone dari DJI Technology. Di tangan para kreator, drone quadcopter sejenis DJI Mavic series telah terbukti berguna di medan peperangan berkat kemampuan FPV (First Person View). Bukan hanya oleh Ukraina, militer Rusia juga sedari awal memanfaatkan drone besutan manufaktur Cina ini untuk misi intai dan kamikaze. Namun belum lama ini terekam dalam postingan penggunaan drone yang lebih besar, yakni DJI Agras T30. (more…)
Di tengah ketegangan masalah perbatasan laut dengan Cina, ada kabar bahwa Filpina mendapatkan tambahan hibah drone intai. Bila Angkatan Laut Filipina lebih dulu mendapatkan hibah drone intai ScanEagle dari Amerika Serikat, maka Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard/PCG) mendapat hibah drone intai Trinity F90+ dari Jerman. Setelah pada tahun 2022 menghibahkan dua unit Trinity F90+, kini di awal tahun 2024, Jerman kembali menghibahkan empat unit Trinity F90+ ke PCG. (more…)