TACA: Posko Taktis Komando dan Kendali Pasukan, Telah Digunakan di Papua!

Di era peperangan modern, kecepatan informasi dan ketepatan komando adalah kunci keberhasilan suatu operasi. Memahami kebutuhan tersebut, perusahaan swasta nasional, Hariff Defense, bekerja sama dengan TNI AD telah mengembangkan TACA (Tactical Army Collaboration Action), sebuah Battlefield Management System (BMS) posko tingkat taktis yang dirancang untuk kondisi menantang.
Baca juga: Kemandirian Alutsista: Sisbak Mortir Digital Kini Perkuat Infanteri Dua Matra TNI
TACA hadir sebagai jawaban atas tantangan komunikasi di garda terdepan, atau yang sering disebut sebagai ‘Posko Aju’. Berbeda dengan sistem posko statis yang besar, TACA didesain dalam bentuk koper (rugged case) yang ringkas dan mobile.
“Kami mendesain TACA agar relatif mudah dibawa dan dioperasikan, karena kepentingannya untuk posko yang sering berpindah tempat mengikuti pergerakan pasukan patroli,” ujar Devi Abraham Syamsuardi, Product Management Control Manager Hariff Defense. Sistem ini memungkinkan komandan di tingkat pleton, kompi hingga batalyon untuk memantau pergerakan prajurit di medan operasi secara real-time. TACA mengedepankan fungsi komando dan kendali (control and command/C2).
“TACA bisa ditempatkan di level pleteon, bisa juga Kompi, tergantung kebutuhan. Seperti pada penggunaan di Papua, dari hasil diskusi dengan user, maka level pleton menginginkan perangkat TACA, selain level kompi dan batalyon juga menghendaki kehadiran TACA. Intinya semua komandan ingin selalu dapat memantau jalannya operasi oleh pasukan yang sedang berpatroli,” kata Devi Abraham.
Di dalam perangkat koper TACA, terdapat laptop dengan spesifikasi militer, yang aplikasinya mencakup fitur-fitur utama BMS, seperti Common Operating Picture, yang mana semua lapisan, semua pasukan di semua level dapat melihat gambar situasi yang sama, dan melihat kondisi yang sama, kemudian ada Situational Awareness, baik komandan satuan ataupun pasukan yang langsung menggunakan BMS, maka bisa langsung meningkatkan tanggap kondisi di sekitarnya dengan lebih tinggi.
“Saat ada kejadian apa pun yang langsung dialami oleh prajurit yang pakai BMS, maka mereka langsung bisa membuat laporan, membuat tanda taktis, bisa kirim voice, bisa kirim informasi berupa teks, dan itu diterima ke semua pasukan dalam satu grup yang memang sudah ditentukan sebelumnya, atau yang sama-sama menggunakan perangkat BMS,” tambah Devi Abraham.
Battlefield Management System CY-16H: Telah Terpasang di 120 Panser Anoa, MBT Leopard dan IFV Marder
Inti dari keunggulan TACA terletak pada dukungan protokol data CY-16H yang dikembangkan Hariff Defense bersama Puskomlekad (dahulu Ditnubad) sejak tahun 2012, CY-16H adalah protokol komunikasi data militer asli buatan dalam negeri yang menjadi tulang punggung pertukaran informasi taktis.
Protokol ini berfungsi seperti “jalur bahasa” khusus yang mengatur bagaimana data suara, teks, dan tanda taktis dikirimkan secara aman (terenkripsi). Penggunaan protokol mandiri CY-16H ini sangat krusial bagi kedaulatan negara karena menjamin tidak adanya “pintu belakang” (backdoor) yang bisa disusupi oleh pihak asing, sekaligus memberikan kemandirian penuh dalam pengembangan alutsista.

Dirancang untuk siap digunakan di medan operasi yang menantang, Hariff Defense menyertakan dukungan power system pada TACA, pasalnya pasokan listrik menjadi ‘barang mewah’ seperti di medan operasi Pegunungan Papua, maka TACA dalam penggelarannya didukung perangkat power yang disebut BADAK (Bank Daya Taktis). Dikemas dalam koper yang kompak, BADAK bisa di-charge oleh listrik PLN, selain juga juga dilengkapi solar panel portabel yang bisa dilipat. (Haryo Adjie)
PT Len Industri Luncurkan LenStrad-M5, Radio Taktis Handheld Anti Jamming dan Anti Intercept


