Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Serangan Udara di Teheran Hancurkan Satu-satunya KC-747 yang Tersisa di Dunia

Langit Teheran baru saja kehilangan salah satu saksi sejarah paling berharga dalam dunia penerbangan. Di tengah memanasnya eskalasi regional, sebuah serangan udara presisi di Bandara Internasional Mehrabad pada 6 Maret 2026, dilaporkan tidak hanya merusak infrastruktur militer, tetapi juga menyapu bersih unit Boeing 747-100 terakhir yang masih aktif terbang di muka bumi.

Baca juga: Israel Klaim Sapu Bersih F-14 Tomcat Iran, Jet Tempur dengan ‘Otak’ Semikonduktor Pertama di Dunia

Pesawat legendaris berkode KC-747 dengan nomor registrasi 5-8107 ini bukan sekadar pesawat angkut biasa. Ia adalah sisa-sisa kejayaan era “Jumbo Jet” pertama yang pernah mengubah wajah dunia penerbangan. Bagi Iran, kehancuran ini adalah pukulan telak yang melumpuhkan jangkauan udara mereka; namun bagi dunia aviasi, ini adalah penutupan paksa sebuah bab sejarah yang telah terbuka selama lebih dari setengah abad.

Lahir 55 tahun yang lalu dengan nomor seri 20082, pesawat ini awalnya merupakan varian Boeing 747-131 yang diproduksi pada fase awal program 747. Sebelum akhirnya mengabdi di bawah panji Angkatan Udara Iran (IRIAF), raksasa ini sempat mencicipi dunia komersial bersama maskapai Amerika, Trans World Airlines (TWA) pada tahun 1971.

Debutnya berubah drastis pada tahun 1975 ketika pesawat ini dikirim kembali ke Boeing untuk menjalani transformasi menjadi pesawat tanker militer pesanan Kekaisaran Iran. Melalui modifikasi besar-besaran, kabin yang dulunya berisi ratusan kursi penumpang diubah menjadi gudang bahan bakar raksasa lengkap dengan sistem boom pengisian bahan bakar di udara.

Setelah revolusi 1979, di bawah bayang-bayang embargo suku cadang yang mencekik, teknisi Iran melakukan mukjizat teknis selama 47 tahun untuk menjaga sang raksasa tetap mengudara.

KC-747 ini adalah anomali yang menakutkan sekaligus mengagumkan. Meskipun ukuran fisiknya yang sangat besar membuatnya menjadi target strategis yang empuk, kemampuannya tidak tertandingi oleh tanker standar seperti KC-135.

Dengan kapasitas bahan bakar yang melebihi 180.000 liter (48.000 galon), pesawat ini berperan sebagai dirigen di atas awan yang menyuplai energi bagi jet-jet tempur F-4 Phantom dan F-14 Tomcat Iran. Tanpa keberadaannya, kemampuan Iran untuk mempertahankan patroli udara jangka panjang di Teluk Persia atau merespons ancaman jarak jauh kini berada di titik nadir. Ia adalah paru-paru bagi pertahanan udara Iran yang kini telah berhenti berdenyut.

Laporan dari lapangan dan citra satelit menunjukkan pemandangan yang memilukan bagi para pecinta dirgantara. Pesawat yang sedang terparkir di apron tersebut dihantam dalam serangan yang merusak struktur sayap dan badan pesawat secara permanen. Api yang berkobar di badan pesawat 747-100 terakhir ini sekaligus membakar lembaran terakhir sejarah operasional varian pertama Boeing 747 yang diperkenalkan ke publik oleh Pan American World Airways pada 1970 silam.

Kini, tidak ada lagi raungan empat mesin Pratt & Whitney JT9D dari varian “Dash-100” yang akan terdengar di angkasa. Kehancuran KC-747 di Mehrabad menandai akhir dari sebuah dinasti; sebuah bukti nyata bahwa sekuat apa pun sebuah mesin dipertahankan melalui kegigihan teknis, ia tetap akan tunduk pada kerasnya realitas konflik modern.

Dunia kini resmi mengucapkan selamat tinggal kepada sang pionir wide-body yang asli, meninggalkan sisa-sisa sejarahnya hanya sebagai puing di sudut pangkalan udara yang kini sepi. (Gilang Perdana)

Boeing YAL-1 Airborne Laser – Varian Boeing 747 yang Mampu Menghancurkan Rudal Balistik

One Comment