Rusia Mulai Produksi dan Tempatkan Rudal Balistik Hipersonik Oreshnik di Belarusia, Level Utama Kecemasan NATO

Satu tahun berlalu sejak serangan rudal balistik jarak menengah (IRBM) Oreshnik ke Dnipro, Ukraina, pada Kamis, 21 November 2024, komunitas negara NATO di Eropa masih dilanda kecemasan akan potensi serangan rudal balistik hipersonik tersebut. Selain sulit untuk dicegat, kabar telah berlangsungnya produksi massal dan penempatan Oreshnik di Belarusia, menjadikan isu rudal ini masih terus menjadi pehatian utama.

Baca juga: Tiga Tahun Perang Rusia – Ukraina, Dari Rudal Hipersonik Hingga Kontroversi ‘Damai’ ala Trump

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan produksi dan penempatan Oreshnik di Belarusia pada 1 Agtustis 2025. Pengumuman ini datang saat Putin bertemu dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Putin secara eksplisit menyatakan bahwa seri pertama Oreshnik telah diproduksi dan sudah masuk layanan militer.

Rusia dan Belarusia telah menentukan lokasi di Belarus untuk menempatkan sistem rudal Oreshnik, yang dipersiapkan selesai sebelum akhir tahun 2025.

Oreshnik (dalam bahasa Rusia berarti ‘pohon Hazel’ atau ‘Kacang Hazel’) adalah rudal balistik jarak menengah (IRBM) yang mendapatkan perhatian global setelah dilaporkan digunakan dalam serangan terhadap fasilitas di Dnipro, Ukraina, sebagai respons terhadap penggunaan rudal jarak jauh Barat oleh Ukraina.

Bikin Ukraina dan Eropa Barat Ketar-Ketir, Rusia Rencana Tempatkan IRBM 9M729 Oreshnik (Kedr) di Belarusia

Diklaim melesat pada kecepatan Mach 10 (sekitar 12.300 km/jam atau 3,4 km/detik), rudal hipersonik ini sangat sulit dicegat. Kecepatan ekstrem ini, ditambah dengan kemampuan bermanuver di tengah penerbangan, membuatnya sangat sulit, bahkan hampir mustahil, untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional seperti Patriot.

Rudal ini dilaporkan membawa Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicles (MIRV), artinya ia dapat membawa enam hingga delapan hulu ledak yang masing-masing dapat menyerang target yang berbeda. Walaupun diluncurkan dengan muatan non-nuklir (konvensional) saat uji coba ke Ukraina, Putin mengklaim bahwa penggunaan rudal ini secara masif dapat menghasilkan kerusakan yang setara dengan senjata nuklir.

IRBM 9M729 Oreshnik (Kedr) – Varian Rudal Balistik Antarbenua RS-26 Rubezh yang Hantam Ukraina dengan Hulu Ledak Hipersonik

Oreshnik dikategorikan sebagai IRBM (jarak menengah), dengan perkiraan jangkauan antara 1.000 hingga 5.500 kilometer. Rudal ini diyakini merupakan varian atau pengembangan lebih lanjut dari rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-26 Rubezh atau rudal Yars. Pengembangan ini dilakukan oleh Moscow Institute of Thermal Technology (MIT).

MIT dikenal sebagai desainer dan pengembang utama rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia yang menggunakan bahan bakar padat, seperti RS-24 Yars dan RS-26 Rubezh.

Sebanding ‘Matahari’, Putin Klaim Hulu Ledak Rudal Balistik Oreshnik Tahan Panas Ekstrem

Para analis militer meyakini bahwa Oreshnik adalah adaptasi atau versi skala kecil dari RS-26 Rubezh yang dimodifikasi untuk peran jarak menengah (IRBM) dan muatan konvensional.

Rubezh (ICBM) dirancang untuk jarak antarbenua dan hulu ledak nuklir, tetapi dapat digunakan sebagai IRBM, sementara Oreshnik (IRBM) dirancang untuk peran yang lebih pendek (jarak menengah, khususnya menargetkan Eropa) dengan muatan yang dapat berupa konvensional hipersonik (MIRV non-nuklir), mematuhi perjanjian rudal jarak menengah yang telah dibatalkan.

Rudal Oreshnik saat ini sedang diproduksi secara massal di fasilitas produksi senjata milik Rusia. Identitas pasti pabriknya tidak diumumkan secara publik, tetapi prosesnya berada di bawah kendali negara dan kemungkinan besar melibatkan fasilitas yang secara historis memproduksi rudal MIT.

Rudal ini menggunakan peluncur bergerak, yang diduga adalah kendaraan khusus seperti MZKT-7930 buatan Belarus, yang memberikan fleksibilitas mobilitas di darat dan membuatnya sulit dideteksi. (Gilang Perdana)

Antisipasi Serangan Oreshnik, Angkatan Darat AS Kembangkan “Dark Eagle” – Sistem Anti Rudal Balistik dengan Kecepatan Mach 17