Ada rasa optimisme tersendiri saat India menawarkan bantuan untuk operasi SAR dan evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402, selain Angkatan Laut India memang mempunyai peralatan yang menunjang untuk misi penyelamatan bawah air, rupanya ada kesamaan antara India dan Indonesia, dimana kedua negara sama-sama operator kapal selam Type 209 buatan Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW), Jerman. (more…)
Dalam misi SAR terhadap hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali, Amerika Serikat diwartakan akan memberikan bantuan, yaitu dengan mengirimkan pesawat intai maritim tercanggih di dunia, Boeing P-8A Poseidon. Punya kemampuan menjalankan misi anti kapal selam (AKS), kali ini dalam misi SAR, kemapuan AKS Poseidon akan dimanfaatkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala 402. (more…)
Meski harus menempuh perjalanan sejauh 2.500 mil laut dan baru tiba setelah 6-7 hari untuk mencapai Perairan Utara Bali, namun, bantuan dari Pemerintah India untuk mendukung misi SAR dan evakuasi KRI Nanggala 402, sangat dihargai oleh warga Indonesia. India seperti diwartakan telah menerima International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO) dan telah memberangkatkan kapal penyelamat kapal selam SCI Sabarmati pada 21 April lalu. (more…)
HDMS Iver Huitfeldt di Selat Hormuz (Danish MoD picture)
Tahapan untuk mendapatkan frigat idaman sepertinya penuh lika-liku, meski arah pengadaan frigat Iver Huitfeldt Class dari Denmark telah dibicarakan dengan serius, bahkan sistem combat management system telah ditentukan, namun, untuk memenuhi standar frigat yang benar-benar diinginkan TNI AL, rupanya masih perlu dilakukan penyesuaian pada rancangan Iver Huitfeldt Class. (more…)
Selain Singapura dan Australia, Malaysia juga telah mengerahkan kapal penyelamat kapal selamnya untuk misi SAR dan evakuasi KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali. Kapal penyelamat dengan nama MV Mega Bakti milik Angkatan Laut Kerajaan Malaysia dilaporkan telah bertolak hari Rabu (21/4/2021) dari Kota Kinabalu, Sabah, dan akan tiba di lokasi pada 25 April 2021. Sebagai negara yang mengoperasikan dua unit kapal selam Scorpene Class, tentu menarik untuk mengintip serba-serbi dari MV Mega Bakti. (more…)
TNI AL menyatakan berdasarkan hasil analisa sementara, kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak mengalami ‘black out’ atau mati listrik saat menyelam. Dikutip dari aa.com.tr, melalui keterangan resmi, TNI AL mengatakan ‘black out’ menyebabkan kapal tidak terkendali dan tidak dapat melaksanakan prosedur kedaruratan untuk muncul ke permukaan air sehingga jatuh pada kedalaman 600-700 meter. (more…)
Merespon kabar hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali, Pemerintah Indonesia telah mengirim distres ISMERLO (International Submarine Escape and Rescue Leaison Office) dan sudah ditanggapi oleh Singapura dan Australia yang selama ini mempunyai kapal penyelamat kapal selam. Dari sumber yang beredar, disebutkan kapal selam produksi Jerman itu berada di kedalaman 600-700 meter, sehingga diperlukan perangkat atau wahana khusus untuk misi evakuasi dan SAR. (more…)
Meski masih menunggu kabar resmi dari pihak TNI AL, hari ini (21/4/2021) ada kabar yang tidak menyenangkan dari dunia alutsista di Tanah Air. Dilansir dari Kompas.id, dikabarkan Satu dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia, KRI Nanggala 402 hilang. Kapal selam buatan Jerman tahun 1979 tersebut, dikhawatirkan, tenggelam. (more…)
Banyak jalan untuk menjadikan pesawat komersial mampu menjalankan misi COIN (Counter Insurgency), seperti salah satunya adalah Cessna 208 Grand Caravan, pesawat yang dikenal sebagai jawara penerbangan perintis di Papua ini, rupanya punya varian yang dipersenjatai, tak tanggung-tanggung, dengan label sebagai AC-208 Combat Caravan, pesawat turboprop bermesin tunggal ini dipersenjatai rudal udara ke permukaan AGM-114M atau AGM-114K Hellfire. (more…)
Senin, 19 April 2021, rupanya ada gebrakan besar yang dilakukan armada jet tempur Sukhoi Su-30MK2 Skadron Udara 11 TNI AU. Bertolak dari Lanud Hasanuddin di Makassar, dua jet tempur twin engine tersebut terbang langsung sejauh 1.200 km, dan di lokasi sasaran, untuk pertama kalinya, rudal udara ke permukaan Kh-29TE di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi Lumajang, Jawa Timur. (more…)