Latest

Frigat Hunter Class: Jurus Australia Hadapi Ekspansi Kekuatan Bawah Laut Cina

Meski baru mulai dibangun pada tahun 2020, namun gema kehadiran frigat ini mulai terasa, dan bila kelak nanti telah diluncurkan, maka sosoknya layak disebut sebagai salah satu frigat tercanggih yang ada di kawasan Asia Pasifik. Yang dimaksud adalah Hunter Class, frigat yang bakal menjadi andalan AL Australia (RAN) untuk menggantikan frigat ANZAC Class yang telah dioperasikan sejak 1996. Hadirnya Hunter Class, nantinya akan memperkokoh armada laut Australia, setelah sebelumnya Negeri Kangguru ini mengorder dan telah mengoperasikan destroyer Hobart Class. (more…)

RIMPAC 2018, Kali Ini Tanpa Kehadiran Armada AL Cina

Setelah bertolak dari Dermaga Ujung, Surabaya pada 30 Mei lalu, dua kapal perang TNI AL (KRI RE Martadinata 331 dan KRI Makassar 590) sebagai duta dalam Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2018, telah tiba di Pearl Harbor, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 26 Juni 2018. Sesuai rencana, latihan militer maritim terbesar ini akan berlangsung hingga 2 Agustus 2018. (more…)

TY-90: Pernah Jadi Calon Pengganti Rudal Rapier Arhanud TNI AD

Meski tak terpilih sebagai pengganti rudal Rapier, namun nama rudal TY-90 pernah menjadi alternatif yang dipertimbangkan untuk memperkuat arsenal SHORAD (Short Range Air Defence) Arhanud TNI AD. Walau terbiang rudal jarak pendek, namun uniknya TY-90 tidak dibangun dari platform MANPADS (Man Portable Air Defence Systems), lantaran rudal ini awalnya dirancang sebagai rudal udara ke udara, baru kemudian dilakukan pengembangan sebagai usungan rudal hanud darat ke udara, yang kemudian varian hanud tersebut diberi label LA ADS. (more…)

KRI Frans Kaisiepo 368 Tuntaskan Perbaikan Sonar, Kini Kingklip Hull Mounted Sonar Kian Powerfull

Setelah tiga tahun, akhirnya korvet KRI Frans Kaisiepo 368 telah merampungkan tahapan perbaikan dan upgrade pada perangkat sonarnya. Merujuk ke Januari 2015, KRI Frans Kaisiepo 368 mengalami kerusakan di APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya) saat dalam perjalanan menuju lokasi pencarian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Dan kerusakan ternyata ada di bagian bawah lambung kapal, dimana terdapat hull mounted sonar. (more…)

JW Fishers SeaLion-2: Jadi Andalan Tim Basarnas, Inilah Mini ROV dengan Fitur Canggih

Tentu masih kuat dalam ingatan pada musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Perairan Selat Karimata di awal 2015. Lewat upaya evakuasi yang dramatis, bangkai pesawat akhirnya dapat diangkat ke permukaan. Selain berkat kerja keras awak SAR dan penyelam TNI AL, momen pencarian dan evakuasi AirAsia QZ8501 juga memperkenalkan sosok mini ROV (Remotely Operated Vehicle) jenis JW Fishers SeaLion-2. Dengan desain tabung berwarna kuning, inilah ROV organik yang dimiliki Badan SAR Nasional (Basarnas). (more…)

Selain KRI Teluk Lada 521, PT DRU Tengah Rampungkan LCU 1500 DWT untuk TNI AD

Foto: Defence Studies

Selain sukses meluncurkan LST (Landing Ship Tank) KRI Teluk Lada 521 pada Kamis (28/6/2018), PT Daya Radar Utara (DRU) dijadwalkan juga akan meluncurkan jenis kapal pendarat/angkut tank dengan jenis yang lebih kecil, yakni kelas LCU (Landing Craft Utility). Dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan, PT DRU pada akhir 2018 akan menyerahkan satu unit LCU 1500 sebagai pesanan TNI AD. (more…)

Dari Lampung, LST KRI Teluk Lada 521 Resmi Diluncurkan

Setelah meluncurkan KRI Teluk Bintuni 520 pada September 2014, hari ini (28/6/2018) PT Daya Radar Utama (DRU) meluncurkan LST (Landing Ship Tank) Teluk Bintuni Class kedua yang merupakan pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk TNI AL. Dengan dihadiri Menhan Ryamizard Ryacudu, kelas LST terbesar ini namanya dikukuhkan sebagai KRI Teluk Lada 521 di fasilitas galangan PT DRU di Srengsem Panjang, Lampung. (more…)

Radwar N-22: Mobile Surveillance Radar dengan Perlindungan Lapis Baja

Sosoknya terbilang masif dengan antena menjulang, sontak wahana mobile radar dengan cat hijau ini menjadi maskot utama dalam perhelatan pameran militer terbesar dua tahunan di Indonesia. Yang dimaksud tak lain adalah Radwar N-22, jenis mobile surveillance radar yang dibawa langsung dari Polandia untuk ditawarkan kepada TNI. Meski akhirnya tak diakuisisi oleh Indonesia, namun tak pelak keberadaan N-22 menjadi identitas yang tak terlupakan dalam Indo Defence 2004 di JIE Kemayoran, Jakarta. (more…)

Mungkinkah Indonesia Pernah Mengoperasikan MLRS Nebelwerfer 41?

Punya sejarah adopsi persenjataan yang panjang, baik dari kubu AS/Eropa Barat dan Uni Soviet, menjadikan jejak arsenal alutsista TNI sangat beragam. Seperti di segmen MLRS (Multiple Launch Rocket System), di jaman Orde Lama tercatat ada BM-14/17 buatan Uni Soviet yang dioperasikan Artileri Korps Marinir dan M-51 130 mm buatan Cekoslovakia yang dioperasikan Armed Kostrad TNI AD. Keduanya masuk ke kelompok self propelled alias MLRS Swa Gerak yang dipasang pada platform truk. (more…)