Menuai Polemik di AS, Inilah Profil Kapal Patroli “Adak” dan “Aquidneck” yang Akan Dijual ke Indonesia

Meski belum menjadi tajuk berita di Indonesia, rupanya di Amerika Serikat kini tengah terjadi polemik, lantaran Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS pada 2 April lalu secara resmi memberitahu kongres tentang rencana penjualan kapal patroli Adak dan Aquidneck ke Indonesia dengan harga yang dirahasiakan. Kedua kapal patroli yang dipersenjatai tersebut selama ini telah digunakan oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat – US Coast Guard.
Baca juga: TNI AL Likuidasi Satuan Kapal Patroli (Satrol) dari Komando Armada ke Unsur Lantamal
Di AS, rencana penjualan tersebut menuai polemik, pasalnya kedua kapal, terutama Adak, dianggap bersejerah bagi warga AS, dimana Adak digunakan dalam evakuasi sekitar 500.000 orang dari Lower Manhattan setelah serangan 11 September di New York.
Kapal dengan panjang 34 meter, lebar 6,4 meter dan berat 164 ton itu juga merupakan salah satu dari empat kapal cutter yang dikerahkan ke Irak selama invasi pimpinan AS. Buntut dari rencana penjualan itu, Kelompok USCGC Adak Historical Society telah memulai petisi online untuk mencegah kapal tersebut dijual ke Indonesia, dan lebih dari 7.600 orang telah menandatanganinya.

Kapal tersebut dijadwalkan akan dinonaktifkan pada bulan Juli 2021 dan Adak Historical Society telah menyerukan agar kapal tersebut diubah menjadi tugu peringatan dan museum di Tampa Bay, Florida. Para ahli berpendapat bahwa Indonesia lebih baik membeli kapal baru dibandingkan kapal AS yang statusnya sudah dinonaktifkan.
[the_ad id=”12235″]
Berbanding terbalik dengan keinginan warganya, kapal yang dimaksud justru akan ditawarkan secara resmi bulan depan, atau 30 hari setelah Kongres diberitahu. Dalam pernyataannya kepada The New York Post, US Coast Guard mengatakan keputusan penjualan ini untuk mencapai kepentingan keamanan nasional AS dan telah berkoordinasi dengan otoritas keamanan Indonesia sejak Februari 2021.

Terlepas dari polemik di AS dan kemungkinan pro kontra yang akan terjadi di Indonesia, bila dilihat dari spesifikasi, penjualan kapal patroli Adak dan Aquidneck, memang tidak pas untuk kebutuhan TNI AL. Misalnya, jika melihat dari persenjataan, jenis kapal patroli ini lebih pas untuk digunakan oleh Bakamla. Toh, kalau dipakai oleh TNI AL, maka kelasnya akan masuk ke Satuan Kapal Patroli (Satrol) yang bernomer lambunf 8xx. Sementara itu, kelas kapal Adak dan Aquidneck, sejatinya sudah dapat dipenuhi produksinya oleh galangan kapal nasional di Indonesia.
[the_ad id=”77299″]
Baik Adak dan Aquidneck termasuk dalam Island class patrol boat yang dibangun oleh Bollinger Shipyards, Lockport di Louisiana. Kapal patroli dengan bobot 164 ton ini dirancang dengan lambung tunggal tipe semi-displacement yang terbuat dari baja berkekuatan tinggi, sedangkan dek utama dan struktur atas terbuat dari aluminium.
Untuk pasokan tenaga, berasal dari dua unit mesin diesel Paxman Valenta 16-CM RP-200M yang mampu melesat kapal hingga 30 knots. Dengan bahan bakar penuh, kapal patroli ini punya jarak jelajah 9.900 mil dengan endurance 6 hari. Dalan setiap operasinya, masing-masing kapal diawaki 3 orang perwira dan 19 anak buah kapal.
[the_ad id=”12235″]
Menunjang komunikasi, kedua kapal patroli penjaga pantai ini dibekali radio VHF dan UHF. Sedangkan untuk keperluan insepksi dan penyergapan, tersedia satu unit RHIB dengan kapasitas mesin 90 hp. Untuk urusan persenjataan, kedua kapal ini dibekali senjata utama pada haluan kanon M242 Bushmaster kaliber 25 mm, kemudian ada lima dudukan untuk penempatan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan satu unit pelontar granat otomatis MK19 kaliber 40 mm.
Baca juga: Attack Class – From Australia to Satrol Armabar TNI AL
Walau minim persenjataan, Island class seperti menjadi kunci bagi lobi AS, terbukti jenis kapal patroli ini telah ‘disalurkan’ Washington ke Penjaga Pantai Georgia, Ukraina, Pakistan dan Costa Rica. (Gilang Perdana)



udah bisa buat tapi malah beli bekas .. anehnya negri ku
Klo mau hibahkan PC Orion aja lengkap dgn alat2nya… Kita lebih butuh orion dgn alat AKS nya
yah beli barang bekasss lagii
Plan MeF…
30FFM,Fremm Bergaimini class,Iver huitfeld class yg jebule akan datang Kapal Eks CG
Su 35 12 Unit,Rafale 36-48 Unit,F 15 EX 18 unit jebule yg akan datang Typhoon Ex Austria
alsan nya sih beli barang bekas karna keadaan mepet dan mendesak…..tapi lucunya dah dua tahun belum ada yang jadi dibeli🤔😤
Belum kapok juga beli alutsista yang sudah berumur?jangan hanya uang orientasi nya,nyawa para prajurit masak kalah sama uang
40mm g yakin bisa tenggelamkan kapal china cost guard
Saya sih no klo kapal kyk gjni..cuma jadi beban anggaran aja nnti. Mending nambah lg tu pc 40 n semacamnya
Kapal buat latihan torpedo, bikin rumah ikan aja, gak guna
katanya mau beli iver lah mau juga beli frigate jepang lah kok yang ada muncul ini berita yah gggggggk,nanti jangan jangan bilang mau f35 f15 apa rafale malah yang teken kontrak j17s😌
Kapal macam ini PT.PAL dan PT.Lundin bisa buat ada baiknya ga usah dibeli,kalopun beli khusus patroli laut utamanya bakamla minimal harus sekelas korvet karena kapal CCG cina memakai kapal dengan perlindungan sekelas frigat
Mungkin utk kebijakan stop-gap karena tuntutan operasional (saya berbaik sangka hehehe). Tapi setuju sih…kayak gini mending produksi disini aja. Gak usah beli utk kedepannya
belom dua tahun menjabat tapi sudah tiga kali toer eropa,belom juga ada yang deal,dan ini kapal patroli juga harga nya rahasia,apakah gue seharus nya bilang wow 😮 😔
Amerika emang kurang ajar. Sudah larang beli Su-35 terus nawarin barang bekas lagi. Gila Amerika, tolak mentah-mentah itu kapal
mulai kelihatan mafia alutsista bermain
klo gratisan sih ndak apa apa, itung itung kompensasi melarang beli alutista rusia, lumayan buat obyek sasaran latian torpeda kelak. wkkkk.
Bagi komentator spesialis teori konspirasi pst akan berkata bahwa ini kapal akan di lengkapi rudal harpoon dll makanya detailnya di rahasiakan dan minim pemberitaan di Indo. Wkwkkkk ..
Kaya senjata strategis aja, harga sampai dirahasiakan, lebay ga sih??
ngapain sih beli…kalo dihibahkan..yaa ambil…BTW, kenapa amrik niat jual kapal itu ke indonesia??…kaya’nya ada permintaan dr sini deh.
Secara pribadi mbah tidak setuju bila beli kapal ini, karena bekas dan tidak memiliki efek detrn. Lebih baik beli dari galangan kapal nasional. Biar industri kapal kita bergairah.
bbbbb,sarat nilai sejarah nih kapal,sudah jelas sebagai pencinta barang retro ini yang harus dimiliki sebagai koleksi walau harga engak masuk akal.
Kalau harganya “murah & murah sekali” , serta masih layak untuk operasional 20-30 thn akan datang , beli aja. Hitung2 buat nambah kapal patroli kita yg katanya masih kekurangan .
Ya Bakamla lah atau KKIP masa iya masuk TNI AL.
Bakamla udah menyatakan tidak berminat tuh, 👋😐😯
kapal bekas tapi harganya dirahasia kan … ¿¿¿???¡¡¡!!!
Hadohhh…bekas lagi, gak berkaca sama kapal selam yg tenggelam kemarin
Ramadhan sale