Kemhan dan TNI AL ‘Beda Pilihan’ Tentang Combat Management System (CMS) di Frigat Merah Putih

Dalam sebuah pernyataan di media nasional, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, frigat Merah Putih (Arrowhead 140) baru akan selesai terbangun pada lima hingga enam tahun ke depan. Adapun netizen pada 25 Agustus lalu telah mendapat kabar baik dengan dilakukannya peletakan lunas (keel laying) unit perdana frigat Merah Putih oleh PT PAL Indonesia. Terlepas dari lamanya proses pembangunan flagship TNI AL ini, rupanya ada kendala teknis yang harus dituntaskan agar tidak terjadi delay pada proses penyerahan kapal perang ini.
Baca juga:ย PT PAL Indonesia Lakukan Peletakan Lunas Unit Perdana Frigat Merah Putih (Arrowhead 140)
Dikutip dari Janes.com (6/9/2023), disebut bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan TNI AL menemui jalan buntu mengenai Combat Management System (CMS) yang akan dipasang pada frigat Merah Putih. Inti dari kebuntuan ini adalah desakan Kemhan agar frigat Merah Putih dilengkapi dengan CMS buatan Turki, dan bukan sistem yang dipasok oleh Thales. Menurut sumber Janes.com, rencana awal pembangunan frigat Merah Putih adalah menggunakan CMS dari Thales, yang notabene CMS dari Thales dominan digunakan pada kapal kombatan TNI AL saat ini.
Kementerian Pertahanan RI menandatangani kontrak untuk dua frigat turunan Iver Huitfeldt class dengan galangan kapal PT PAL Indonesia pada bulan April 2020. Namun, kontrak tersebut baru berlaku efektif pada Mei 2021, yakni setelah diperoleh pendanaan.

Setelah kontrak berlaku efektif, kelompok pertahanan Inggris, Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock), mengungkapkan pada September 2021 bahwa mereka menandatangani perjanjian lisensi untuk memberi PT PAL desain Arrowhead 140 untuk kedua kapal tersebut. Desain ini berasal dari tiga kapal Iver Huitfeldt class Angkatan Laut Kerajaan Denmark, yang ditugaskan antara Januari dan November 2011.
Fregat Merah Putih masing-masing akan berbobot sekitar 5.996 ton pada muatan penuh dan memiliki panjang keseluruhan 140 meter.

Sistem senjata yang telah diusulkan untuk kebutuhan Indonesia mencakup sistem peluncuran vertikal – vertical launching system (VLS) 12 cell untuk rudal hanud jarak menengah, 12 cell VLS terpisah untuk rudal hanud jarak jauh, dan 16 cell VLS untuk rudal anti kapal. Selain itu, frigat Merah Putih akan dibekali dua meriam kaliber 76 mm, dan kanon CIWS kaliber 35 mm.
Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada bulan April 2020, sebagian besar persyaratan dari TNI AL menyerukan adanya penggunaan komponen elektronik buatan Thales, dalam ha ini termasuk CMS dan radar utamanya. Hal tersebut dapat dihapami, mengingat beberapa kapal kombatan utama yang dibangun dalam kondisi baru, seperti frigat Martadinata class dan korvet Diponegoro class, menggunakan solusi dari Thales.
Baca juga:ย 40 Tahun Thales di Indonesia, Pasok Sistem Radar untuk Tiga Matra TNI
Thales dalam adopsi solusi CMS dan perangkat radar telah menggandeng mitra dari dalam negeri, yakni BUMN PT Len Industri. Namun, Kemhan mengambil jalan yang berbeda, yakni dengan memilih CMS Advent dari perusahaan Turki Havelsan. CMS Advent menyediakan tautan data taktis yang terintegrasi penuh, termasuk mendukung Link 11, Link 16 dan Link 22, SIMPLE, JREAP, dan VMF, fungsi tautan dapat diakses melalui semua konsol operator dengan Advent SYS. (Gilang Perdana)



Saya memahami apa yg ada dalam benak orang-orang Kemhan mengapa lebih memilih CMS buatan Turkiye daripada buatan Thales yg sudah teruji. Memang embel-embel ToT untuk beberapa alutsista seperti Rudal Khan cukup menarik bagi Kemhan. Namun, bagi pandangan saya pribadi, CMS buatan Thales sudah sangat cocok untuk dipasang pada Fregat Merah Putih ini mengingat kemampuannya yg sudah teruji serta commonality dg yg sudah dipakai pada sebagian besar kaprang pemukul dan kaprang utama milik TNI AU. Mungkin punya Turkiye bisa dipake pada KCR yg sedang digenjot dalam pembuatannya hingga 15 tahun kedepan.
Yah apapun itu kita harus pragmatis dalam mengambil keputusan yg menyangkut nilai-nilai strategis dalam pengembangan dan modernisasi alutsista Indonesia.
Btw saya kayaknya gak yakin kalo untuk sekelas Fregat Merah Putih cuman dipasang 12 VLS untuk SHORAD dan 12 VLS MERAD. Idealnya jumlah VLS yg dipasang berjumlah 24-36 untuk SHORAD dan 24 untuk MERAD. masak untuk anti kapal 16 peluncur sedangkan untuk Hanud cuman 23 unit aja??? Terus apa bedanya dg Light Fregat macam Sigma class atau Bung Tomo Class?? Ingat, pertahanan adalah yg utama.
Sebenernya AH-140 kita ga usah dibikin aneh aneh pake CMS Havelsan, radar sensor Turki, mau pake Atmaca & Siper segala udah sesuaiin aja kayak Royal Navy atau Marynarka, pake CMS TACTICOS, radar sensor Thales, AShM nya Exocet atau NSM terus buat air defence nya pake CAMM atau MICA tapi jumlahnya 32 VLS, udah bagus banget sama Millenium 35mm ada 3 buat masing masing kapal, udah bagus banget ga usah dianeh2, itu Havelsan, dsb dipake buat OPV-90 aja
@ayam jago
justru literasimu sering meleset di masa lalu. aku selalu ngikuti jejakmu
justru yg kamu anggap sesat dan sebagainya malah menadi kenyataan.
jangan suka meremehkan menjejekkan orang deh
kita lihat aja nanti LoL
@ayam jago
Sebenarnya kalo mau tau CMS tacticos dipakai dikapal apa saja, tinggal buka catalog saja….disitu ada linimasa AL negara mana saja dan dipasang dikapal apa
Ini yg saya baca pas edisi tahun 2015, yg paling dulu pake secara masif adalah AL Turki, Korsel dsb dan diujung kanan ada PKR…..cuma ga tahu ya kenapa ke-6 VS class ga tercantum sbg pengguna Tacticos ๐ค
Aaaaaaach mungkin yg bikin katalognya kelupaan…..๐
Tapi kabar lainnya disini dicantumkan kalo pihak Thales telah melakukan study utk mengintegrasikan rudal ASTER ke CMS tacticos
Yup, dan spt komen @sucharsky….masih ada opsi lain utk SAM baik dari MICA atau CAAM versi terbaru yg mendongkrak jangkauan rudal hanudnya, baik dari yg jarak menengah (>40 km๐ mica Ng & camm-er) smp yg jarak jauh (100 km๐camm-mr) ๐๐
@antivirus
Pahami nich tradisi kita
Everybody win everybody happy
Sudah paham belum??!!
@sugiyono
KRI OWA memang pakai CMS Mandala tetapi tetap saja Yakhont tidak nyambung ke CMS. Launch system terpisah dgn CMS. Karena tak ada midciurse correction ke radar KRICOWA target sasaran harus dimasukkan secara manual. Di percobaan kedua dengan 2 kali kalibrasi dan pengurangan jangkauan agar tepat mengenai sasaran
Tapi ini bukannya mau ada CAMM MR, versi CAMM yg jarak tembak nya lebih dari 100km jadi kedepannya produk MR & LR SAM MBDA bukan cuma Aster 15 & Aster 30, ada CAMM, CAMM ER sama CAMM MR yg lebih dari 100 km
https://www.navalnews.com/naval-news/2023/09/mbda-and-pgz-join-forces-on-camm-mr-development/
https://www.indomiliter.com/inggris-dan-polandia-garap-proyek-camm-mr-rudal-hanud-dengan-jarak-jangkau-100-km/
Malah artikelnya udah di publish di indomiliter sendiri, kabarnya CAMM mau dipakai di Arrowhead 140 nya Polandia
@anti virus
Saya setuju….mungkin Kemhan sudah mentog sama Thales (tacticos), maka sekarang mereka mengupgrade Sigma dan MRLF class dg CMS tacticos ๐
@ayam jago
Bagi link nya dong ttg penggantian CMS “sewaco” VS menjadi tacticos ๐
@smili
2005-2009 6 VS class diupgrade dari CMS ke Tacticos seperti yang dimiliki FPB57 & Sigma 9113 serta upgrade DSP pada radar demi meningkatkan jangkauan. Modernisasi meliputi persenjataan yakni C802 menggantikan Harpoon, Simbad menggantikan Seacat
Tidak usah meladeni oonz cs. Mereka adalah korban channel dan blog sesat. Judul dgn penulisan serta narasi bombastis tapi isi dipelintir
ADS400 Trisula & Khan yang dapat highlight Turko padahal status Rocketsan cuma subkontrak. Penandatanganan justru antara kita dgn Excalibur Army. ToT yang didapat dari pihak Ceko
Dipelintir jadi kontrak antara kita dgn Turki dengan embel-embel banjir ToT. Bener2 ngawurnya kebangetan
@amin
Kudu benerin literasi bukan nonton channel sesat seperti Indomagazine atau Amanda Channel
Hisar O & U serta Siper versi Naval belum ada wujudnya. Pengaplikasian juga molor karena Turko lagi krismon akut
CMS Advent menganut default NATO certificate w/t US base. Artinya menganut standar arsenal Amriki. ESSM, Stamdard Missile bisa. Begitu juga rudal Isro seperti Barak & Barak 8
Permasalahannya di MBDA yang memang certificate lain sendiri. Hanya untuk beberapa CMS tertentu
Komentar ane sebelumnya sudah panjang lebar jika memang Kemenhan masih bersikeras ngotot pakai CMS Havelsan solusi arsenal yang tersedia dan proven kudu pindah ke Amriki
Wajib negosiasi intensif ke Amriki serta lobi secara internal TNI AL agar berubah pandangan tidak fanatik MBDA
saya mao tanya neh, kenapa KCR-60 memakai CMS dari Terma ???
kenapa bukan Tacticos ???
kemungkinan kemhan sdh buntu / mentok dengan Tacticos hingga minta alternatif lain yg lebih menguntungkan. mungkin aja turkye lebih menjanjikan
@oons
Silahkan diterangkan, komen ini ๐ gimana maksudnya….kok sekarang dibantah sendiri ๐ค
๐ฆ๐ฆ๐ฆOons 07/09/2023Reply
Pengalaman dari pemasangan yakhont dan C802 yg konsulnya tak bisa terintegrasi ke tacticos.
akhirnya CMS Mandala yg turunan tacticos yg dipakai. sama persis seperti turkie๐ฆฉ๐ฆฉ๐ฆฉ
@Drs. Sugiyono
yang bahas sewaco vs siapa ? loe sendiri khan.LoL.
udah gak ada lagi, kuno.
kita bahas cms mandala yg metupakan turunan tacticos.
@jeruknipis
biarkan saja, itulah contoh org terlalu bernafsu, sampai terjebak. versi Navy kok disamakan kontrak itu, very funny.
Pliss deh semua….supaya ga semakin kemana-mana โ๏ธ
CMS bawaan van speijk class itu bukan tacticos…. TNI AL menerima VS class mulai 1987 setelah dipensiun AL Belanda, sementara tacticos baru diperkenalkan dekade berikutnya dan operator perdananya adalah AL turki ๐๐๐ link katalog : thales-taxticos.
๐ฆ๐ฆ๐ฆTACTICOS was conceived in the early 1990s as an integrated and highly automated multi-warfare combat management system (CMS) to manage command and weapon control functions on board naval surface combatants. In 25 years, TACTICOS has been selected by 23 navies, aboard 127 ships: small, medium and large naval vessels making it one of the most popular CMS on the 7 seas.
TACTICOS was introduced in 1993 with the Turkish Navy Barbaros-class (MEKO 200) frigates and Kฤฑlฤฑรง-class fast attack craft. It is itself based on previous generations of CMS๐ฆฉ๐ฆฉ๐ฆฉ:
Kalo pake Thales ntar rudal AA jarak menengah & jauhnya bakalan susah (dipersulit pake Aster series dan ujung2nya mentok di Mica lagi), lain halnya dengan punya Roketsan (Trisula series O & U).
@oons
Kalo suruh tanya sama orang LEN, gua ngeri ah……kek kesannya yg paling punya kenalan “orang dalam” aja ๐คญ
Yg pasti-pasti aja, TNI AL menerima VS class tahun 1987, sementara CMS tacticos baru mulai dikonsepkan diawal 1990……jadi spt komen saya sebelumnya, VS class ketika belum berganti dg CMS Mandala, masih menggunakan bawaan CMS “Sewaco V” buatan HSA……bukan CMS tacticos ya bro ๐
Secara basis teknologi komputasi dan bahasa pemrograman nya sudah beda jauh….beda generasi bro
๐๐๐TACTICOS was conceived in the early 1990s as an integrated and highly automated multi-warfare combat management system (CMS) to manage command and weapon …๐๐๐
Hohoho
Lagi-lagi ada saja yang asbun binti halu wajib barang Ruskies
Jawabannya jelas pemborosan alias buang-buang duit. Rusia saja emoh kasih certificate untuk terpasang ke sistem NATO. Solusinya wajib minta tolong Isro
@antivirus
Tidak tahu. Tapi memang heran flagship sebagai bahan experiental
@jeruktipis
Hisar & Siper Naval ver saja masih konsep
@oonz
Masih saja ente keras kepala
Kerjasama konkret Turko baru TNI AD doang
Sudah dibahas @dista kontrak Trisula yang menandatangani adalah Ceko. Rocketsan cuma subkontrak. ToT dari Ceko
Yakhont launch system mandiri terpisah dari CMS Tacticos milik KRI OWA. Pasca meluncur mana ada mid correction dari radar KRI OWA. Kita memasukkan koordinat target secara manual. Makanya peluncuran perdana meleset. Yang kedua koordinat dikalibrasi dua kali. Ribet!!
Kalau uji coba biasa tidak masalah tapi kondisi perang wassalam!!
Soal certificate Sino lumayan terbuka Alzro pakai CMS Tacticos, Paki dari Turko, Thaio dengan Swedo toh arsenal Sino bisa terpakai. Ini semua sekali lagi kebijakan vendor atau negara produsen arsenal tersebut
CMS Turkiye itu flexsible bisa dicostum dg senjata diluar Nato dan klo pemilihan senjatanya ke Turkiye jauh lebih murah dan ToTnya mantul, serta senjatanya full version bukan yg monkey version, Turkiye lagi ngembangin Gezgin atau kalibrnya Turkiye yg bisa menghajar sasaran 1000 km lebih, Siper blok 2 yg berjangkau 150 km dan Siper Blok 3 yg berjangkau 600 km buat menembak ICBM dan senjata Turkiye rata2 1/3 dr harga produk eropa , walaupun mahal eropa ngk akan kasih senjata full spect seperti apa yg akan turkiye Tawarkan dan kedepanya Turkiye akan membangun GPS sdr dan AWACS droneโฆjd sudah tepat senjata TNI harus Turkiyefikasi
@distayana & @ayam jago
kalao baca komen org yg bener, si oons ngomongnya versi NAVY, barangnya tak ada, jadi yang dia maksud bukan kontrak itu, tapi di masa depan, saya tau arah komennya
@ bung ayam, apa kira2 alasan kemhan ngotot pakai CMS Advent dari turkyie ???
Beli F15 & frigate grup barat, rudal gedong & long range dikasih gak, harus sama dengan sing & ausi,
Kalo beli dari Ruskie minta apa aja dikasih๐
@ayam jago
kan saya bila “bukan tidak mungkin”…tidak sekarang..namun kelak bisa jadi.
kerjasama yg sedang dibangun kemhan dengan turkie sdh dalam tahap yg bagus.
@Drs. Sugiyono
silahkan aja tanya ke len dan pal saat negosiasi dengan thales saat ada ide integrasi yakhont dan Cina made missile.
beda jauh dengan turkie saat pembahasan brahmos.
@oons
Saya setuju dg @ayam jago utk meningkatkan literasi
TNI AL pertama kali mengadopsi CMS tacticos pada korvet sigma class (Hasanudin class) dan darisitu LEN mendapat TOT shg kemudian hari bisa mengembangkan CMS Mandala
Fyi, Van Speijk class sendiri saat masuk ke AL masih menggunakan CMS “sewaco V” lansiran “Holland signaal apparaten” yg kemudian hari melebur dg entitas lain dan berubah mjd entitas baru bernama “Thales”.
Dalam perkembangannya saat mengerjakan proyek PKR, LEN ditunjuk sbg lead integrator utk CMS tacticos….dan yg terkini dalam pembelian radar gm-400, LEN dipercaya utk mengembangkan sendiri softwarenya dg bagian mechanical dan hardware tetap masih disuplai oleh Thales.
Hal yg sama dg CMS Advent yg ditawarkan kesinipun…. softwarenya dikembangkan oleh havelsan, sementara hardwarenya tetap masih disuplai oleh Thales
Jadi daripada berandai-andai terlalu melebar, lebih baik fokus saja pada kerjasama yg jelas sudah ada, yg progresnya semakin baik dan membuka peluang kerjasama yg makin besar….apalagi nanti sudah jadi bagian dr global supply chainnya thales
Jangan jauh-jauh Turkye saja tidak diberi tot senjata yang bersifat mematikan meski sesama anggota nato.
beda kemauan antara user yang maunya pakau terhebat/terbaik, sedang kemhan ingin “memajukan” defend.id dan brin
@oonz
https://militaryleak.com/2022/12/07/excalibur-international-awarded-subcontract-from-roketsan-to-support-missile-system-for-indonesia/?amp=1
Biar situ paham
Kontrak ADS400 Trisula antara kita dgn Ceko
Pihak Turki hanya pegang subkontrak menyediakan rudal & canister
Intinya kontrak Trisula yang mentandatangani artinya yang menyediakan ToT ke kita adalah Ceko bukan Turki
Sekian agar situ paham
Wajar sih pake CMS Adven. Jeroan FMP kan banyakan dari Turkey nanti. Termasuk mungkin SAM dan AShM. Haha.
@oonz
Ngawur!!!
Kontrak ADS400 Trisula bernilai USD 700 juta justru antara kita dgn Ceko. ToT yang didapat dari Ceko tidak ada satupun dari Turko
Radar Retia 3DL aslinya Elbit ELM 2084. Supporting tool, FSU, electronic dan sensor pakai platform yang sama dengan Spyder tapi dihalalkan oleh Ceko.
Turko cuma missile dan cannister doang
Ada korban Amanda Channel rupanya
@oonz
Permasalahannya ada di kebijakan negara maupun produsen arsenal. Apa mereka sudi kasih certificate buat CMS tertentu. Sino, Isro dan Amriki tidak ribet tapi lain halnya dengan vendor Eropa terutama MBDA
Mereka lebih open dibandingkan Ero terutama sekali Franco
Bukan tidak mungkin turkie mau memberikan ToT Atmaca, Trisula Air Defence versi Navy meski masih bayi.
pertanyaanya, maukah mbda dkk memberikan penawaran seperti itu ke indo ?
saya rasa tidak mungkin !!
wong beli aster aja dipersulit
Kok ga ada Torpedo y buat pertahanan bawah laut..serangan kan ga melulu dari udara dan permukaan laut..dari dalam laut jg khususnya dari Kapal Selam ..apalagi sekelas Fregat kelas berat
Pengalaman dari pemasangan yakhont dan C802 yg konsulnya tak bisa terintegrasi ke tacticos.
akhirnya CMS Mandala yg turunan tacticos yg dipakai. sama persis seperti turkie
CMS advent untuk OPV dan KCR saja dlu untuk kelas corvet dan fregate pakai CMS tacticos
Sekilas menyederhanakan masalah jika beralih ke CMS buatan Turki karena inhan turki menyediakan beragam sensor dan senjata utk kapal perang, mulai dari radar, rudal anti kapal, torpedo, SAM, roket AKS….jadi ibarat one stop shopping gitulah
Tapi patut diingat, semua alutsista tsb tergolong baru sama sekali dan belum teruji dimedan pertempuran…. sementara kompetitor, misal rudal Exocet yg sudah berlaga sejak era 80-an sudah mengalami banyak upgrade berdasar pengalaman dilapangan terutama pada teknologi seeker (utk menghadapi pernika) dan roket pendorongnya.
Begitu juga dg rudal Mica atau CAMM.
Lantas dimana letak batu sandungan dg CMS Advent buatan havelsan ini……๐ค
Mari kita lihat maket FMP yg sudah ditampilkan ke publik โ๏ธ
Disana tampak susunan 2 radar utama : kombinasi antara radar Multi fungsi APAR (4 fixed face, ditiang radar depan) dan dikombinasikan dg radar 3D surveillancr radar diatas hangar helikopter…..entah radar SMART-L atau NS-200 yg jangkauan smp 400 km.
CMS tacticos, radar APAR, Smart L dan NS-200 semuanya buatan Thales-belanda….. sementara Turki belum punya radar padanannya yg sudah teruji dan operasional dikapal perang.
Kaitannya dg pilihan rudal SAM, CMS tacticos justru kompatibel dg SAM buatan paman SAM : ESSM, SM-2…..kebangetan aja kalo ga boleh beli rudal-rudal tsb sementara beli F-15 EX saja dikasih kok (ini kalo bener rumor ga boleh beli rudal aster kalo ga dipasang diplatform buatan itali-petancis).
Singkat kata…..kuwalat aja mau pake radar-radar unggulan Thales , tapi CMS nya mo pake yg lain ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
@oons
Budayakan literasi
Kompatibilitas CMS Turko justru meragukan dibandingkan CMS Thales
Jika komentarnya pindah haluan ke arsenal Ruskies maka akan jadi opsi boros dan buang-buang duit diperuntukkan buat kustomisasi tambahan terutama codec, protocol dan interface
@papa Yuli
CMS Turko tidak kompatibel dgn arsenal dari MBDA
Apakah tidak beresiko memakai CMS gado gado,sementara selama ini TNI AL sudah terbiasa memakai produk thales takutnya tidak ada kesinambungan koneksi antara buatan turki dan thales
Ane setuju dgn bro smile
Permasalahannya ada di MBDA menolak kasih certificate yang artinya sedari awal CMS Havelsan memang tidak kompatibel dgn misil MBDA
Rekam jejak TNI AL yang cinta mati sama MBDA apalagu frigate merah putih kemungkinan besar pakai Mica NG ataupun CAMM buat MRSAM
CMS Tacticos memang opsi paling logis
Pada ribut
Permasalahannya lebih kepada MBDA yang menyatakan sikap emoh kasih certificate buat CMS Turko sedangkan TNI AL cinta mati barang MBDA
Jadi wajar jika TNI AL menekan Kemenhan kembali ke CMS Tacticos
Bertahan di CMS Havelsan wajah pindah lain hati ke Amriki soal certificate mereka tidak ribet. Tinggal lobi tingkat dewa dari Kemenhan baik ke internal yakniTNI AL maupun eksternal administrasi Biden dan kongres sono
Nunggu opsi Rurko bisa tak jelas seperti program KAAN apalagi krisis moneter Turko lumayan akut
@oons
Ini maksutnya gimana ya ๐
“thales banyak syarat dan condong ke plaform grup nya saja, contoh rudal astet tak mau kasih.”
Padahal thales (tacticos) dan aster (mbda) kan beda perusahaan……๐ค
Oya…..Destro T-45 milik UK juga pake aster lho
CMS adalah “otak” yg mengendalikan seluruh sensor dan senjata yg dimiliki oleh kaprang โ๏ธ
Mari kita bandingkan jumlah operator dan kompleksitas kaprang dari kedua CMS ini…..๐ง
Sejauh ini, Advent baru digunakan oleh 3 negara (Turki, Pakistan, Ukraine) dg tingkat paling kompleks (nantinya) pada MLU fregat Barbados class milik turki
Sementara tacticos digunakan oleh JAUH lebih banyak operator, JAUH lebih beragam sensor dan senjata yg diintegrasikan dg ragam kompleksitas sistim pada kaprang yg lebih tinggi….puncaknya adalah pada sistim yg paling kompleks ๐ fregat/Destro AAW โ๏ธ
……..padahal FMP didesain mengusung sistem yg lebih kompleks ketimbang PKR, SIGMA dan MILF class ๐ค
Ni kapal desain barat ya pakai Thales saja dulu biar sehati dengan usernya, besok pesan fregat dari Turki baru pakai cms nya mbah Erdogan supaya tukang las di PT. PAL tak bingung garapnya mau lanjut pa tidak, jadwal bikin 6 tahun kalau molor ntar bisa 8 tahun, Cina per triwulan keluarkan destroyer.
Kuwi aku Mbah @tukang ngitung ๐๐๐
Mau beli CMS utk fregat yg lebih kompleks dari PKR kok tjoba-tjoba โ๏ธ
Advent asalnya dari TOT tacticos dg kebebasan mengintegrasikan senjata buatan Turki…. sementara ragam senjata yg sudah diintegrasikan ke sistem CMS tacticos jauh lebih beragam dari buatan Eropa, Amerika, cina dan Rusia ๐๐๐
Keluwesan integrasi yg sudah default dg berbagai macam pilihan sensor dan senjata itu memudahkan usernya utk mengkombinasikan sesuai pilihan mereka……jadi wajar kalo harganya tacticos lebih mahal ๐
Lagipula siapa sih yg lebih mengerti ttg spek alutsista yg dibutuhkan user…user nya apa yg pegang duit ๐
Duluuuuuu banget, bertahun-tahun yang lalu ada yang pernah komentar kira-kira begini “terserah kapalnya merek dan produk negara mana tapi sistem sensor radar dan cms harus dari Thales. ”
Saya lupa siapa yang komentar begitu tetapi rupanya sekarang ALRI sudah cinta mati sama produk dari Thales. Nggak mau pindah ke lain hati.
mungkin ini berhubungan dengan ToT dan kemudahan integrasi di masa depan serta harga.
punya turkie lebih bebas diintegrasikan apapun.
thales banyak syarat dan condong ke plaform grup nya saja, contoh rudal astet tak mau kasih.
Nah loh,kok bisa berbeda?
Msh dari Thales jg..