KAI Raih Kontrak 20 Unit (Tambahan) Jet Tempur KF-21 Boramae, Total 40 Unit Dalam Jalur Produksi

Korea Aerospace Industries (KAI) telah mendapatkan kontrak produksi kedua untuk jet tempur KF-21 Boramae yang dikembangkan di dalam negeri. Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada 26 Juni 2025, KAI mengumumkan telah menandatangani perjanjian senilai 2,39 triliun won ($1,76 miliar) dengan Defense Acquisition Program Administration (DAPA) untuk membangun 20 jet KF-21 tambahan.
Kontrak tersebut juga mencakup dukungan logistik seperti manual teknis dan program pelatihan. Kesepakatan baru ini mengikuti kontrak sebelumnya yang ditandatangani pada bulan Juni 2024 untuk gelombang pertama sebanyak 20 pesawat, yang bernilai 1,96 triliun won. Berdasarkan jadwal saat ini, KAI berharap dapat mulai mengirimkan jet tempur pertama ke Angkatan Udara Korea Selatan pada paruh kedua tahun 2026, sementara 40 jet direncanakan akan dikirimkan pada tahun 2028.
Menurut KAI, enam prototipe telah menjalani uji terbang sejak yang pertama lepas landas pada bulan Juli 2022. Pengujian ini, yang diawasi oleh DAPA, merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memvalidasi kinerja KF-21 sebelum produksi skala penuh dan integrasi ke dalam Angkatan Udara.
KAI resmi memulai (kick off) produksi massal jet tempur KF-21 Boramae pada hari Rabu, 10 Juli 2024, menjadikan tonggak sejarah terbaru dalam upaya Negeri Ginseng untuk membangun pesawat tempur canggih. Sebuah upacara menandai perakitan model produksi KF-21 pertama berlangsung di fasilitas KAI yang berada di Sacheon, 296 kilometer selatan Seoul.
Update Produksi Massal Jet Tempur KF-21 Boramae, Proses Pemasangan Badan Pesawat Telah Dilalui
Korea Selatan berupaya untuk membangun lebih banyak unit KF-21 dan mengoperasikan total 120 unit KF-21 pada tahun 2032. Dengan jumlah 120 unit, maka KF-21 kelak akan menjadi tulang punggung kekuatan udara di Semanjung Korea, yang mana KF-21 akan menjadi penempur garis depan andalan, berdampingan dengan penempur papan atas yang sudah battle proven, seperti, F-35 Lightning II, KF-16 Fighting Falcon dan F-15K Slam Eagle.
KAI berencana mengirimkan 20 unit pesawat KF-21 Block 1 yang dirancang untuk misi udara ke udara pada tahun 2026, disusul 80 unit KF-21 Block 2 untuk misi udara ke darat pada fase berikutnya. Dengan perkiraan harga satuan US$65 juta untuk KF-21 Block 1, maka dari segi harga KF-21 lebih rendah dibandingkan dengan pesawat generasi 4,5 lainnya seperti Rafale dan Eurofighter Typhoon.
KF-21 telah menarik minat dari Polandia, Peru, dan Uni Emirat Arab, di mana pembeli potensial mencari alternatif untuk platform generasi kelima Barat yang lebih mahal. Meskipun belum ada kontrak ekspor yang diselesaikan, negara-negara ini dilaporkan telah menunjukkan minat pada perpaduan antara kemampuan canggih dan keterjangkauan pesawat tersebut. (Gilang Perdana)
Korea Selatan Kick Off Produksi Massal Jet Tempur KF-21 Boramae, Unit Perdana Diserahkan Tahun 2026



Termasuk harga yg bagus . Dibawah harga sukhoi 30 Tni au . Yaa tinggal kebijakan yg diatas mau beli atau kagak . Su 30 kalau tidak salah $80jt. . Sebagai pengganti hawk kelak
INDONESIA DAPET APA…? YA ANDA BENAR DAPET HIKMAHNYA…!!!